BerandaVideo

NASI BEBEK INI LANGGANAN PARA DOKTER RUMAH SAKIT!!

📅 9 Januari 2026👁️ 529K views👍 8K likes💬 580 komentar⏱️ 12:43
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Nasi Bebek Al-Rizki adalah tempat makan yang menyajikan nasi bebek khas Madura dengan harga yang terjangkau, lokasi yang strategis dekat dengan RSUD Cengkareng, dan menjadi langganan para dokter dan pasien.

📝 Deskripsi Video

Gak jual online, tapi yang langganan malah para dokter?! 😱 Nasi bebek khas Madura yang satu ini sudah 17 tahun beroperasi men! Hal yang bikin heran, dari dulu gak pernah jual online tapi udah jadi langganan keluarga pasien sampai dokter pun sering makan disini! ⏰09:00-20:00 WIB 💰Rp15.000-Rp22.000 📍Nasi Bebek Al-Rizki Jl. Gunung Galunggung No.13, RT.13/RW.10, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, 11730. ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

Dan gua akan memulai dengan makan nasi bebek dekat banget sama RSUD Cengkareng ya. Katanya yang jenguk pasien situ atau nungguin pasien situ suka makan di sini. Katanya banyak pasien dari rumah sakit makan sini. Banyak dokternya juga makan sini. Oh, dokter udah lama enggak makan nasi bebek nih. Soalnya kemarin kan habis jalan-jalan di Eropa. Nah, itu kita ada makan-makannya juga gua sama VP. Kalau kalian pengen nonton vlognya ada di Y Mamen. Balik lagi sama gua Next Carl di Makan Keliling Indonesia. Wuh. Diam dulu ya. Iya, Om. Ketemu lagi, Men, di awal tahun 2026 dan gua akan memulai dengan makan nasi bebek karena gua suka banget sama nasi bebek ya. Dan di belakang gua udah ada nasi bebek. Salah satu nasi bebek Al Rizki namanya. Dia sedia nasi bebek nasi ayam khas Jawa Timur. ini di jalan raya Gunung Galunggung Cengkareng dan dekat banget sama RSUD Cengkareng ya. Katanya yang jenguk pasien situ atau nungguin pasien situ suka makan di sini. Kita coba yuk. Halo dengan Kak Kak Dila. Saya sambil ngeliput enggak apa-apa ya? Enggak apa-apa aku Kak Dila ini punya kakak punya B ada enggak? Ada di rumah. Mana dan rumahnya? Di mana? Di sini. Belakang? Beda. Saya boleh tahu enggak ini jualan nasi bebek kayak nasi bebek Madura gitu? Iya. Pakai bumbu hitam dong. Iya. Kayak mana tuh? Nih. Ih senang banget nih gua. Ini kan ditulis khas Jawa Timur. Ada ayam ada bebek. Ayamnya ini. Eh ini bebek. Ini bebek. Ini ayam. Ini atian pelaa. Iya. Sama leher. Iya. Ternyata saya goreng. Oh, apa ayam goreng ini? Ayam pedas. Ayamnya potongannya lebih kecil. Ayam pedas beda sama ayam goreng. Ayam goreng potongannya lebih gede. Kalau yang pedas potongannya lebih kecil secara rasa enggak? Cuman bedanya lebih gede sama jadi nama. Tapi namanya pedas namanya doang tapi rasanya enggak lebih pedas gitu. Nah, ini bebeknya udah digoreng? Iya. Oh, kirain dadakan misalnya baru pesan baru digoreng. Itu ayam goreng yang itu buat ayam goreng. Kalau bebek semua udah digoreng sampai sore berarti cuma ini aja atau nanti sore kalau udah habis nambah lagi. Emang bisa? Oh, ini yang punya nih. Bukan. Oh, bukan. Ini apa? Habis ngambil bumbu rumahnya dekat ya? Sini ya? Dia produksinya di rumah ya? Iya. Ini adalah kunci dari masakan nasi bebek khas Madura ya. Iya. Katanya banyak pasien dari rumah sakit makan sini. Banyak. Dokternya juga makan sini. Oh, dokternya yang suka bilang awas kolesterol. Awas kolesterol. Itu makan sini juga. Hai Dok. Hei. Kenapa dia bisa tahu? Karena dekat. Oh, karena dekat. Atau ini ada dijual di online. Dari dulu enggak? Enggak online. Enggak ada online. Enggak ada. Memang dari dulu. Oh, I bukanya jam berapa? Jam 09.00 pagi sampai sampai jam. Malam. Dari kapan buanya? Tahun 10 tahun. 10 tahun? Lama juga ya? Iya. Sudah berapa tahun ikut? Baru. Oh, baru. Tapi tahu sejarahnya 10 tahun. Sekitar 10 tahun katanya. Ada cabang enggak ya? Ada, tapi punya adiknya. Di mana? Di Jalan kampung. Dapurnya sama enggak? Enggak. Ya udahlah kita coba aja ya. udah lapar soalnya, Saudara-saudara. Kok ada tahu? Iya memang ada. Aku mau dong bebek seporsi nasi bebek. Bebeknya dua ya. Bagian apa? Enggak apa-apa campur aja. Bagiannya ada boleh deh. Dada paha gitu. Pakai tahu. Tahu sama aplau. Udah ngeces gua dari tadi. Sampai ketemu di meja makan men. Ini dia bebeknya dua. Ada timun. Gua tambah lagi tahu dan juga uh tahunya digoreng rupanya. Akhirnya digoreng lagi guys sama ampla ada sambalnya dengan bumbu hitam. Sebelum makan kita dua dulu. Makan duhun. Sudah lama enggak makan nasi bebek nih. Ini kalau misalnya dia digoreng dadakan ya pasti lebih enak. Terus jadinya karena dia udah digoreng dan kelamaan didiamin jadinya kan lebih kurang dikit. Hmm. Untuk bumbu hitam ya ini kayaknya udah ada perpaduan lebih kayak lebih menyesuaikan sama warga sini mungkin. Jadi maksudnya tidak seutentik yang di Madura atau Jawa Timur gitu ya? Bisa h mungkin bisa kali di sini request gituah sambal tomat ya. Nah, sambalnya bukan sambal tomat ya. Coba yuk. Lebih ke sambut terasi sih dia. Mungkin ada tomatnya dikit. Enggak tahu ya. Iya. C juga akan ada analisa gendel dia kalau di silakan bumbu hitamnya itu udah Ada kasih pedasnya dikit. Hah, ada aroma bebeknya. Aroma bebek enggak aman. Ini masih aman. Wis balik dari makan roti mulu ya. Soalnya kemarin kan jalan-jalan di Eropa. Nah, itu kita ada makan-makannya juga gua sama VP. Kalau kalian pengen nonton vlognya ada di channelnya Next VP. Banyak tuh di situ juga banyak gua makan. Bahkan beberapa ada yang tempatnya ramai karena itu didatangin di next PV. Wow. Untuk porsinya sih lumayan besar ya potongannya ya. Jadi puas makannya. Habis habis. Habis kenyang banget. Udah kelar makan, Men. Kenyang banget. Sekarang saatnya kita bayar-bayar. Nah, ini yang punya nih, Guys. Kak siapa namanya? Risma. Asal dari mana? Madura. Tapi kayaknya bumbu hitamnya udah agak ini agak berubah ngikutin lidah sini. Enggak. Asli dari Madura. Ada yang diubah-ubah dikit enggak? Enggak. Enggak, enggak. Terus di sini rasanya asin kayak enggak ada manis-manisnya. Tadi coba gimana? Iya. Iya. Memang. Eh, tapi kalau yang saya tahu kan cinjai. Cinjai beda. Ah, beda ya. Samainjai itu beda. Bedanya tuh, nah di letak perbedaannya di mana? Apa karena beda daerah, beda bumbunya atau sama? Malah itu di kampungku. Sinjai itu di kampungku. Tapi kenapa bisa beda sama Sinjai? Karena ini tangannya beda resep dari orang tua gitu rasanya jadi agak beda Nah, kalau di sini harganya seporsi berapa di sini bebek untuk nasi bebek? 22. Untuk nasi ayam yang potongan empat sama 22. 22. Oh, ada yang kecil. Potongan kecil kecil berapa? Kecil Rp15.000. Eh, semua, semua sudah pakai nasi. Udah pakai nasi. Kalau tambah tahu tambah Rp2.000. Kalau tambah ati ampela Rp8.000. kepala leher. Kadang orang sukanya minatnya kepala leher gitu. Soalnya kepala leher dagingnya lebih meresep ke ke leher ke leher sama kepala. Nah, itu dia harga-harga ini. Tahu enggak udah buka dari berapa lama? Tadi udah 17 tahun. Oh, lebih. Iya. Tadi karyawan bilang 10 tahunan ada, ternyata 17 tahun. 17 tahun dari awal tempatnya di sini ada di depan ada. Tadinya sebelum jadi taman dulu belum. Terus di sini. Oke. Kenapa di sini langsung digoreng? Enggak yang digoreng dadakan bebeknya? Karena biasa kan ada yang digoreng dadakan gitu ya. Iya. Itu yang nasi bebek goreng. Karena kalau ayam sih kalau ayam goreng dadakan. Kalau bebek ini udah dirica-ricoreng dibumbuin lagi. Tapi dibumbunya cuma Oh dibumbuinnya tapi dioseng lagi ya? Heeh. Dieng pakai sambal bumbu gitu. Pantesan agak pedas ya. Agak pedes. Jadi kalau buat anak kecil bukan bukan dari ininya. Kalau dari bumbunya juga ada pedasnya dikit ya. Mungkin kalau anak kecil ada yang suka, ada yang enggak. Kalau bau lada gitu. Oh. Oh iya. Kalau orang datang kan ini sudah digoreng, tapi dia minta panasin dulu. He boleh? Boleh aja. Boleh aja. Kalau tergantung selera masing-masing. Tergantung selera ya. Okeinya ini. Sekarang saya bayar dulu ya. Makasih. Makasih. Saya jalan dulu. Baik. Terima kasih. Mudah-mudahan video saya bermanfaat. Amin. Amin. Bisa datangin rezeki ke sini. He. Bisa bikin tempat ini jadi lebih ramai. Iya. Amin. Sukses terus ya. Iya. Sehat selalu. Saya jalan dulu. Iya. Makasih. Oke, Mamen. Thank you sudah nonton episode kali ini. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya, Men. Dah. Ciao. Eh, sambil jalan Mas enggak apa-apa foto? foto kiren mau beli. Kirain dia mau beli. Gua udah tungguin udah jangan kosong kosong. Udah biarin udah udah biasa dari TV juga udah dari TV udah biasa. Ya Allah. Udah bagi bagi-bagi aja kalau enggak enggak mau mereka. Terima kasih. Terima kasih. Enggak mau, ini kebanyakan lagi. Udah, udah, udah, udah, udah. Simpan aja, simpan. Makasih ya. Jangan diselip-selipin lagi ya.
← Kembali ke Beranda