📄 Transkrip Video
Kalau kata mamen-mamen sih pok nakelnya paling the best nih di tempat ini kata dia. Wah, makan cuyah. Makan cuy. Yo, Men. Balik lagi sama gua Next Carlos di makan keliling Indonesia. Wo [musik] [musik] diam dulu ya. Iya, Om. Kalau kita ngomongin kuliner Manado itu enggak jauh-jauh dari perbabian. Gua bahkan minta lis ya, minta list sama mamen-mamen gua. Tolong dong ngasih tahu tempat makan yang mesti gua makan di Manado. Lisnya babi semua coy. Kalau enggak babi putar, rage. Rage itu sate babi, loba. Belum lagi nasi goreng babi. Ya, karena Manado kan mayoritas kan Kristen kan. Jadi di sini banyak makanan babi. Nah, salah satu yang jadi khasnya kota Manado adalah pok nakal. Wah, tahu enggak pok nakalel. Nakal tuh dengkul ya? Dengkul. Dengkul. Eh, benar ya? Iya kayaknya. Iya. Benarak sih. Iya. Dengkul. Dengkul babi. Dengkul kan? Iya. Nakelengkul. Salah deh. [tertawa] Oh, salah ya? Salah. Kaki babi apa sih? Apa? Kayak ini di jari-jari kaki gitu. Di ini ini. Oh, ini ya? Enggak tahu kok sih. Iya buku jari. [tertawa] Buku kenakel artinya tuh buku jari. Buku jari itu apa ya? [tertawa] Jarang banget. Bukan jarang ya. Kayak baru dengar buku jari. Ada orang apa sih buku jari? Ruas jari. Maksudnya nanti kita tanya deh yang jualannya. [tertawa] Nah, pokoknya salah satu yang terkenal kulinernya mana itu Pok K Knuckle. Nah, di belakang gua udah ada kalau kata mamen-mamen sih ini poknakelnya paling the best nih di tempat ini kata dia katanya namanya Fooking. Ini sebenarnya Chinese resto gitu dia adanya lokasinya di kawasan Megamas Manado. Yuk nih gua tunjuk sini. Nah, ini dia nih cooking. Sebenarnya dia ada jual menu-menu lain ya banyak yang babi panggang taucho, terus ada koloke. Koloke itu kayak babi goreng asam manis pakai tepung. Terus e ada babi tore tapi kita di sini incar fookna. Halo, Om. Eh, salam kenal Om. Salam. Saya next tukang makan. Oh, tahu tahu dong. Jelas. Yes. [tertawa] Dengan Om siapa nih? Om Richard. Om Richard I yang punya cookie nih. Siap. Oh, benar langsung. Iya. Ini udah berapa lama, Om? Udah 8 tahunan lah. Dari awal di kawasan Megamas. Iya. Cuman di sini aja. Enggak buka cabang? Enggak. Semua masih masuk sendiri, Om? Masih. Oh. Oh, i masih turun tangan sendiri. Wih, keren banget. Lama tahu ya. Terus kata orang-orang, 'Saya mesti nyoba poknel.' Oke. Nah, kasih tahu dong kelha babi, ya? Bagian paha. Loh, kok [tertawa] lain lagi ya? Oh, gitu. Tadi saya cari artinya artinya kat buku jari ini apa namanya? Siku. Siku. Iya. Oh, sini. Tapi saya bagian belakangnya paha. Paha belakang. Paha belakang. Heeh. Paha bagus. [tertawa] Siku kah? Nih. Siku kan. Tapi kayaknya beda sih. Mungkin bagian kaki kali. K. Kan kaki babi kecil kan. Iya. Bagi kaki. Bagi kaki kali ya. Makanya gitu [tertawa] ya. Jadi bagian kalau yang punya om yang bagian bagian kaki bagian belakang itu ya. Oh terus yang favorit di sini selain poknak apa? Ada babi bakar tauo sama paikut goreng. Rusuk goreng. Rusuk babi jag goreng. Wih oke kayak iga gitu. Ia iga. Ia jadi digoreng langsung semua gitu enggak? Kecil-kecil kayak satu perpotong-perpotong [tertawa] kecil-kecil. Ah oke. Kalau apa tadi? Satu lagi yang bakar. Babi bakar itu samcam bakar pakai sambal tauo. Saya kayaknya mau coba juga itu. Tapi boleh enggak tauunya saus tauonya dipisah? Boleh. Oh, bisa. Nah, ini buka jam berapa, Waktu? Jam 11.00 sampai jam 10. Tiap hari buka. Tiap hari buka. Tiap hari buka. Tapi emang orang ke sini pasti cari dia pokelal. Pokalnya pok nakalelnya itu udah dipotong-potong atau utuh? Utuh. Saya bisa potongnya juga. Kalau bisa potongnya juga. Ya udah menarik. Ini dapur ya? Iya dapur. Sedah sana aja. Iya kan kecil. Heeh. Jadi saya prepare kebanyakan dari rumah. Oh, jadi di sini tuh udah udah udah. Oh, dari rumah sudahudah tengah. Jadi sampai sini udah siap tinggal tinggal goreng. Dan sebenarnya paling enak makannya sore-sore ya pemandangan laut. Sunset. Sunset. Oh iya sunset ya. Sunset. Iya. Saya mau pesan ini Om Pnakel ya. Sama yang tadi bago. Iya tapi sausnya dipisah. Oke. Siap. Ini rameai-ram jam berapa ya biasa? Jam segini. Jam jam makan malam lah. Jam segini ya? Iya. Jam makan malam gitu udah. Ya udah sampai ketemu di meja makan. [musik] Makanan udah datang semua dan kayaknya makin banyak makanan. [tertawa] Padahal gua cuma pesan pok knakel babi panggangnya. Sama tadi gua lihat ikan cakalang jadi gua pengen cakalan. Dimasak sos cakalang gitu. Lalu Om Richard dia nambahin ini nih. Ini adalah rusuk yang rusuk gorengnya tadi dia bilang sama ini kuah asam. Jadi ini pokel tuh kayak begini nih. Gua kasih lihat ya. Ini gunting gua turunin dulu ya. Soalnya enggak boleh. Kalau di kita biasanya enggak boleh nusuk-nusuk makanan. Kalian bisa lihat sendiri [musik] nih besarnya seperti apa nih. Oh sebelum makan kita doa dulu ya. Oh ya satu lagi gua tadi ketinggalan buat mamen-mamen gua yang muslim. Kalian kalau misalnya pengen skip video [musik] ini boleh. Tapi kalau misalnya kalian mau tetap lanjut nonton juga silakan. Sekarang kita mulai dari mana? Nasi dulu. Ini kalau enggak ada nasi kurang ini. Nah, ini pok knuckle nih. Uh, kalau diangkat kayaknya huh ini nih baru. Ini namanya poknakel nih. Huh. Kita ya. Be pok nakel nih dia digoreng sebenarnya ini. Tapi ini ada bumbu dabu-dabunya nih. Kita makan. Makan cuy. Gila. Uh. Bdebat. Hm. Uh, man. Ini meskipun udah digoreng tapi dagingnya tuh lembut dan juicy banget nih. Tetap ada sensasi kriuknya. Gilah. Uh, makan, cuy. H gua cobain ini ya. Rica bakar. Perpaduan dari asam jeruk dan jahe. Pedah ini gua mau nyoba. Wuhu. Huh. Hmm. Dia dibakar ada sedikit manis dari bumbunya. Ini gua mau coba tauuconya. Gua bukan penggemar tauo. Makanya gua suruh pisah. Hm. Seang kcunya fresh ini. Ini pasti udah di ini udah diracik sama dia ini. Gak gak pure tau doang. Ah. Hah. Ini cakelang sausah. Oh, dari kemarin gua lagi pengen makan cakelang beginian nih. Wangi asap pedas digoreng gitu. Ah, wah enak. The best rus gorengnya. Hmm hmm. Susuk gorengnya tuh digoreng tepung tapi tepungnya tipis dan ada hin manisnya gitu. Uh enak. Wah. Enak gua demen nih nih. Lembut banget dagingnya. Huh. Masih ini cocok enggak sih dipakaiin ini sambal ricanya ini apa ya? Sama enggak ya? Ah, enak. Enak. Ini manisnya dari apa ya? Pakai gula mungkin dia. Waduh. Wuduh. Kulitnya nih itu bagian yang the bestnya tuh. Hmm. Hm. Hm. menyerang [musik] jilbet. Huh, gila nih. 1 2 3 4 belum ada yang fel. Ini kita coba kuasam lah nih. Dia dia bilang mesti coba ini katanya. Wah. [musik] Buat kalian enggak mau makan goreng-goreng, lemak-lemak, ini mungkin lebih cocok nih kayak bakut tapi beda. Beda di kuahnya aja. Ah, orang-orang muki suka pokalel nih. Tapi paling gua suka nih. Uh, rusuk. Iga rusuk goreng cakalangnya habis. Habis [tertawa] langsung habis. Huh. Kelar makan, Mamen. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya. Bayar-bayar udah kenyang gua semua udah pada makan. Gimana? Gimana? Enak? Enak enak. Paling enak apa? Rusuk goreng. Oh, rusuk. Sama kayak gua. Seler emang enak sih itu. Enak banget itu. Kalau kalian ke sini minimal cobain yang gitu loh. Sekarang saatnya kita bayar. Bayar. Aku mau tanya [tertawa] soalnya si omnya udah pulang ya udah jadi kita langsung nanya aja. Kak kalau itu apa? Pokakel tuh harganya berapa? Kalau yang paket Heeh. Sodap nasi putih tiga. Kangkung catu itu berapa? R50. R50. Kalau pok nakelnya aja yang besar 250, yang sedang 225, yang kecil 190. Kalau saya tadi ukuran apa? Yang sedang yang tadi punya gua makan itu ukuran sedang. Terus babi panggang babi bakar itu berapa? Tahu cowok dia p harga Rp70.000. Rp70.000 tadi satu porsi itu ya. Kalau cakalang cakalang cakalang panti 50 satu goreng sama dengan bakar tauu. Harga. Oh, sama satu porsi Rp70.000. Terus apaagi ya kita? Asam. Kah asam. Iya, kuah asam. Kuah asam. Kuah asam satu porsi 60. Itu dia harga-harganya. Kita total berapa? Cuman kok siapa pisan gak usah bayar. Kata kata siapa? Enggak usah. Aku bayar aja enggak apa-apa. Udah please. Kokisan itu [tertawa] biar jangan. Enggak apa-apa. Wis kok sudah kok sepesan begitu ya. Jangan. Tidak boleh. Tidak boleh. Nih. Ah, ini saya bayar tidak usah kembali. Sudah. Terima kasih ya. Makasih kok. Makasih. Iya. Pokoknya makasih ya, Kak ya. I makasih juga kok. Iya. Udah boleh diliput tempatnya. Salam buat Om Richard. Mudah-mudahan tempatnya bisa jadi lebih ramai lagi. Amin. Ya, semoga video saya bermanfaat ya. Bisa bawa berkat ke sini. Amin. Semua yang kerja juga bisa dapat berkat dan rezeki. K. Makasih selalu saya jalan dulu. Ayo men. Kita pamit. Makasih dah. Selesai sudah video kali ini. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya. Amin. Dah. Co?