BerandaVideo

JARANG BANGET YANG JUAL, APAKAH MAKANAN INI CUMA ADA DI SINI??

📅 4 Juli 2025👁️ 1.1M views👍 14K likes💬 807 komentar⏱️ 14:46
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Ali Chaikue adalah tempat makan di Pontianak yang menyajikan Kok Kue Goreng, makanan khas peranakan Pontianak yang lezat dan halal.

📝 Deskripsi Video

Belum nemu makanan yang unik kaya gini! 😋 Kayaknya sih cuma ada disini deh?! Di episode ini gw mau ngenalin kalian Kho Kue goreng, makanan khas peranakan Pontianak. Di tempat yang gw datengin, diinfokan kalau makanannya udah halal. Ini adalah makanan yang sepertinya jarang ada yang jual! Tim gw pun pada baru pertama kali cobain makanan dengan rasa dan tekstur kaya gini. Penasaran kaya apa?! ⏰17:00-22:00 WIB (Senin-Sabtu) 💰Rp17.000-Rp20.000 📍Ali Chaikue Jl. Ismail Marzuki No.4, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243. ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

Jadi ada tiga vendor di sini. Ada tiga vendor. Sudah bisa untuk semua kaum. Untuk semua kaum semua kalangan ya. Kalau oke boleh ya. Buka cak kalau oke sih makan cuy. Ini ini aja nih yang gede ini lah gede yang gede ini. L gede. Kita sekarang kedatangan salah satu komedian terkenal dari Netflix. Yo mam man balik lagi sama gua Next Caros di Makan Keliling Indonesia. Wih. [Musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Gua lagi kulineran di Kota Pontianak, Men. Dan salah satu kuliner khas peranakan yang ada di sini adalah Kokue. Jangan salah ya, kadang ada yang suka plesetin Kue itu beda. Itu artinya celana dalam kalau ke. He, kalau kalian penasaran itu apa, nanti gua bakal tanya. Ini adalah salah satu makanan peranakan yang khas banget dan enggak tahu sih di kota lain ada enggak. Yang pasti sih di sini salah satu yang khas banget. Lokasinya ini di Jalan Ismail Marzuki. Namanya itu adalah Ali Chaque yang di belakang. Kalian googling aja di Google Map. Ini udah sesuai sama titiknya ya. Yuk, kita langsung ke dalam aja yuk. [Musik] Halo, K. Halo, Bo. Bun. Minyak kok. Oh, B minyak. Enggak bisa. Namanya siapa? Ee Didi. Didi. Ini benar enggak cai kue Ali atau Ahya? Iya, ini cai kue Ali dan kok kuue Ahya. Jadi yang jual cai kue Ali, yang jual kue Ahya. Iya. Ahya. Itu nama Bibi. Dulu yang jualan Bibi karena Bibi sudah rumah jadi saya ngelanjut. Ponakan ponakan. Ponakan. Kalau Ali itu siapa? Ali itu paman yang jual. Suaminya si Ahya. Beda. Oh. Oh. Beda. Beda lagi. Beda lagi. I ini kalian berarti lapaknya barengan. Barengan. Jadi ada tiga vendor di sini. Ada tiga vendor. Ku cai kue, minuman beda-beda. Kok kue, cai kue, minuman. Minuman beda lagi. Minuman siapa lagi? Paman juga itu. Paman. Ini kok kuue goreng ya? Iya. Kok kuue goreng ini kok benar. Coba kasih tahu dulu ke penonton saya, Kok Ke goreng itu apa sih? Kok kue goreng itu makanan khas Pontianak khususnya dari makanan peranakan ya. Makanan peranakan. Ee makanan khas Cuioci Ciu lah namanya. Ciu. Cuma udah halal. Oh halal. Halal. Cuma udah halal tuh maksudnya berarti dulunya enggak halal. Nah dulunya enggak halal itu sekitar ee belasan tahun yang lalu yang bikin enggak halal tuh dulu apa? Ee dulu sor yang pakai minyak minyak babi. Babi. Sekarang pakai minyak sayur. Semua sudah bisa untuk semua kaum. Untuk semua kaum. Sor semua kalangan ya. Bahasanya poncenak susah banget bahasa Indonesia ya. Tio meh tio. Bahasa tiocu tuh. Rasanya beda enggak? Beda lah. K. Kalau pakai minyak bak dulu lebih wangi ya. Lebih wangi. Nah. Cuman kalau dulu pakai minyak bak dia enggak bisa dingin. Makan mesti panas. Harus panas-panas dimakan. Karena kan kalau minyak bak itu kan minyak hewani ya. Iya. Minyak hewani. Jadi kalau kalau dingin tu gumpal. Betul. Kok kuenya itu apa? Kok kue itu kue yang lembek. H kue yang lembek. Iya teksturnya lembek bukan k kue bukan lain kok kue. Kue ini c seperti yang ada di kue kat kue. Oh enggak kue. Kue maksudnya kue itu tepung beras ya. Kue kue itu tepung beras. Tepung beras. Nah tepung beras. Kalau ko itu lembek artinya ko itu lembek. Kue yang lembek. Kalau koko lembek-lembek nih. Kalau gua bilang ini kayak karot cake. Mirip enggak? E mirip kok. Cuma kita enggak pakai karot. Kita gantinya ke keladi. Habis itu gantinya keladi. Kucay sama tepung berasnya. Kalau kita kirot, kita mainnya di bumbung. Oh, ini ini bumbunya. Ini bumbunya. Oh, lobak asin. Nah, ini ada cabang enggak? Enggak ada. Kita belum buka cabang. Saya coba dulu ya. Saya coba dulu. Kalau oke boleh ya. Buka cang. Kalau oke sih di Jakarta tuh jarang. Apalagi kalau ini udah jadi halal. Wah, itu enak banget tuh. Semua bisa coba jadinya. Kalau jarang mungkin ini kok karena bahan bakunya di Jakarta agak susah cari kucai kan keladi pun mau keladi khusus. Iya betul keladi khusus ya. Iya khusus dia mau pakai yang tangkainya warna merah. Tapi bisa dong kalau misalnya di bahan mentah kirim dari bisa sih. Yang kita takut itu kucai. Kucai enggak tanam. Kalau kayak bahan-bahan sih bisa di enggak bisa diganti sayur lain ya. Paling diganti sawi kok tapi kan kurang enggak wangi kucah itu apa ya? Kalau Indonesianya bahasanya apa? Kalau orang biasa bilang daun pre ya namanya daun apa? Daun pre dia kayak daun bawang kurus-kurus dia beda. Coba gu dipetik dulu patahin. Oh dipatin. Nah ada wanginya kan? Oh iya kucai banget wanginya. Ini buka jam jam 5.00 sore sampai jam 10. malam. 5.00 sore sampai jam 10.00 malam. Iya. Jam hari Senin sampai hari Sabtu. Minggu kita off. Ini apa ya? Itu EB. Eb ya? Oh Ebi. Oke. Iya toppingnya Ebi. Nah kalau loba asin kita langsung masukin pasti omset. Iya. Nah ini ini ininya ini. Nah ini. Nah ini kucingnya kucingnya. Oh, potongan-potongan gini potongan ini kita potong kecil lagi di seng ngiler enggak nih dari tahun berapa ini? Kalau ini sih dari nenek kok ya. Kalau nenek kan dari tahun dulu di sini enggak? Enggak pindah-pindah kok dulu. Oh pindah pantesan. Iya saya dulu kan SMP SMA di sini tapi ini masuk ke sini kan 2013. Kalau saya baru jalan 3 tahun. Ya udah. Ini daging enggak pakai berarti ya? Enggak ada. Enggak ada daging. Iya. Cuman EB aja sih. Oh iya iya EB aja. Ebi berarti Mbak mah enggak udah pasti enggak ada. Ya udah sampai ketemu di meja makan. [Musik] Akhirnya sampai juga. Dan gua tambah es kacang merah. Di sini ada jual liang teh dan es kacang merah. Ini dia kuenya. Sebelum makan kita du dulu ya. Aduh, mulai dari ini dulu deh. [Musik] Agak beda nih kacang merahnya. Kalau di Palembang es kacang merahnya tuh dia bentuknya agak-agak panjang kayak lambung gitu loh. Kalau ini bulat bulat-bulat kayak kacang hijau, kecil-kecil dan rasanya pun berbeda. Dia enggak terlalu manis ininya kacang merahnya ya. Oke, sekarang kita coba. Ini dia nih namanya K kue goreng. Nah, ini tanpa eby. Kalau ini ada Eby. Jadi, begitu datang ebnya tuh wanginya langsung hmm teng ke hidung gua set gitu. Wanginya cukup strong ebnya. Jadi kalau kalian yang suka Eby pasti doyan ini. Kalau gua kan seleranya tanpa Eby. Jadi gua bikin lagi satu tanpa Eby. Tapi gua mau nyoba dulu ini yang ada eb-nya ya. Lihat makan cuy. [Musik] Inilah namanya k kue goreng. Biasa orang yang yang enggak digoreng tu namanya apa? Kok itu kok kue juga sih, Bang? Kok kue doang kan? Terus dia tuang kecap kayak kecap gitu kan biasanya. Itu tradisional sih koyang. Oh beda ya. Nah soalnya kan kalau yang mereka kukus kan kokonya udah manis sama asin. Oh kalau ini enggak ya. Ini plain ya. Oh, tapi itu namanya apa? Koke juga biasa orang bilangnya cam kue. Kam K kue. Nah, karena di atasnya ada topping Eby. Iya, iya, betul. Biasanya tuh orang tinggal makan aja udah ada rasanya. Kalau ini digoreng lagi. Dan ternyata kokenya tuh plain. Makan, cuy. [Musik] Nah, ini potongannya tuh enggak boleh besar-besar karena koko ini yang ini rasanya tuh plain. Jadi, bumbu yang menyelimuti dia tuh cuma yang di luarnya aja. Makanya kalau potongannya besar-besar takutnya tuh jadi rasanya tuh terlalu plain. [Musik] Manis gurih si manis dan gurih. Telurnya bikin bikin ini jadi beraroma terus rasanya tuh ada manisnya karena ada kecap manis. Mungkin yang gua makan ini itu yang cai kue. Eh cai kue kucayai. Kucay tales sama yang tepung beras original. Original tepung beras doang. Nah kalau yang kucai ini ada wanginya. Wangi-wangi dari kucanya itu. Kalau yang tepung beras kayak itu ya. Topoki. Hah? Yang tepung beras kayak topoki. Bal ya? Begal ya. Beda sama topoki lu bilang ini kayak topoki ya, yang tepung beras dan tepung beras. Tapi ini kan sebenarnya dari tepung beras juga. Oh. Nah, topoki itu lebih kenyal. Kalau ini enggak. Ini tuh lembut banget. Nah, lu duduk deh. Coba yang kecil sama yang gede. Yang ini aja. Ah, enggak mau. Oh, dia enggak bisa makan udang ya. Nah, ini kecil ada. Eh, trok kecil, Ki. Teruk kecil itu kecil. Ini aja nih yang gede ini lah gede yang gede ini lah gede. Lu sih kelamaan kelamaan tu ambil aja K yang itu. Yang itu aja makan cuy. Belum pernah belum pernah makan ini baru pertama kali. Lupa kok kayaknya ya kayaknya belum sih. Enak gak t enak sih. Enak emang enak. Udah ingat belum rasanya? Belum. Kayak apa ini? Kayak makan apa? Kayak makan lontong ya. Teksturnya kayak lontong. Enggak, lontong lebih ini lebih lembut dari lontong. Lebih benyek lontong kecokat tapi lebih versi lebih benyek dikit. Versi lebih benyeknya. Nah, terus ada telurnya. Ini yang enak. Udah udah udah udah udah. Oh, ganti. Tukar kameranya. Makan cuy. [Musik] Wah, apa? Oh, pertama kali makan. Pertama kali. Enak enggak? Enak. Kayak makan apa ya? Kayak makan apa menurut lu? Mereka semua rata-rata pertama kali baru makan di Pontianak tuh baru nyobain makanan sama gua kayak sotong pangkong. Mereka baru pertama nyobain. Tapi rasanya kayak familia. Terus banget. Enggak berhenti kayaknya. Enggak berhenti. Enggak ada review. Enggak ada review. Kayak makan apa? Kayak makan apa ya? Oh, cepat lupa ya rasanya ya. Coba yang ebi. Yang ebi. Nah, kalau ebi itu udah ada campuran Ebi. Lebih suka enggak? Uh. Hmm. Langsung. Kalau orang suka Eby pasti demen banget nih. Enak enggak betet yang ada Eby [Musik] lebih enaknya ini orang yang ada Eby. Yang Eby sih. Nah kan kalau orang suka Ebbi pasar paling cuma ditabur doang ya. Iya. Ngerubah rasa enggak Ebing? Ini ngerubah kayak ada bau-bau ada ada ada taste tambahan gitu. Benar kerja lagi. Kerja eh pung pung coba pung coba ni. Hm. Baru pertama kali. Baru pertama kali makan. Tekstur kayak gini kayak apa ya? Kayak apa? Kayak carrot cake sebenarnya. Kalau di luar negeri enggak pernah makan carrot cake. Enggak pernah juga. Enak. Enak karena ada telurnya juga sih. Enakan ada telurnya ya. Jadi telurnya coba Eby. Coba deh di telurnya jadi kayak lauknya kan. Telurnya jadi kayak betul si kokonya jadi kayak penggadit nasi ya. Iya. Lebih pilih mana ini namanya? Oh, lebih enak berarti lebih enak ini. Nah, sekarang orisinil. Ayo satu lagi. Nah, ini kita sekarang kedatangan salah satu komedian terkenal dari Netflix, Ronnie Cheng. Citanya kita food vlogger. lah napamtiam lembek. Iya tiam-tiam manis-manis manis-manis. Jadi kalau enggak salah ini masakan eh cuci. Iya sebutannya kuliner kuliner kuliner habis. [Musik] Ini gua mau tanya untuk orang yang baru pertama kali makan the best enggak? Enak sih. Tetap B best the best ya. Yang enggak pakai EB tapi yang enggak pakai Eby. Yang EB yang Eby. Coba ini sih the best nih. Untuk orang yang baru pertama yang nyoba ini langsung suka kalian. Tapi cobain sendiri kalau misalnya kalian datang ke Kalimantan ke Ponti Anak, cobain makanan peranakan yang namanya kok kue goreng ini. Dan ini ee halal, enggak pakai minyak babi dan enggak ada daging. Jadi aman. Oke, kita akhiri. Udah kelar makan, Men. Gua pelanggan terakhir sudah gua berantas konsumsi di sini. Apa Komisi Pemberantas Konsumsi? Beli dong di merchandise next colony. Ini merchandise terbaru nih. Kalian klik aja tuh yang ada di keranjang ya. Sekarang saatnya kita bayar bayar. Udah kelar makan? Udah kelar makan. Enak kok. Kenyang. Mantap. Jadi buat kalian yang belum pernah coba kok kue goreng kalau ke Pontianak mampir cobain sendiri. Halal. Halal ya. Seporsi berapa? Kalau pakai telur kita Rp20.000. Pakai telur Rp20.000. Enggak pakai telur Rp7.000. Bu itu udah pakai EB. Udah pakai udah komplit semua. Jadi cuma pakai telur sama enggak pakai telur aja harganya. Itu doang harganya. Kita semua berapa totalnya? Ininya ambil aja enggak enggak apa-apa. Dikit doang. Dikit doang. Enggak enggak udah. Thank you ya. Thank you, K. Thank you. Thank you K sudah mau untuk promosiin. Iya sama-sama. Ini mudah-mudahan video saya bisa bermanfaat ya. Bisa datangin rezeki ke sini ya. Amin. K. Thank you. K. Sukses terus ya. Thank you K. K. Sama-sama. Sudah bisa salam. Udah cuci tangan. Oh udah cuci tangan ya. Selamat juga baru juara ya IPL. Oh iya IP. Oke thank you kok ya. Oke. Oke Mamen. Thank you sudah nonton episode kali ini. Sampai ketemu lagi di episode yang lain ya. Dwim gimana nih? aja. Okey.
← Kembali ke Beranda