📄 Transkrip Video
Uniknya dia itu jualannya di Banjar. Banjar nih kayak balai warga gitu. Jadi selain itu semua ada tempat makannya juga. Mana ya ini? Tapi udah mulai jualan dari tahun berapa, Bu? Dari ya sudah jualan 25 tahun yang lalu lah. Tahun berapa ya? Apa nih? Waduh diaduk-aduk gini. Uh. Uh. Makan cuy. Ah, mamen, balik lagi sama gua Next Caros di Makan keliling Indonesia. Diam dulu ya. Iya, Om. Masih kulineran di Bali. Dan ini gua mau makan salah satu kuliner yang direkomendasikan waktu gua bikin utas. Wih, utas atau trad. Gua main trad nih. Lagi bawel gua di trad. Kalian follow dong trad gua. Jadi gua nanya di trad apa makanan rahasia kalian di Bali. Wah, banyak yang kom. Nah, salah satu yang dekat sama tempat gua tinggal nih. Ini mana ya? Nasi Banjar Mbok Mang. Nah, ini tuh di Jalan Kuro Setra daerah Benoa ya. Uniknya dia itu jualannya di Banjar. Banjar nih kayak balai warga gitu. Jadi tempat kayak tempat kalau misalnya orang-orang warga-warga mau latihan nari atau latihan teater atau tek kondo atau apa pun kayak multifungsi, bangunan multifungsi gitu. Ada sanggar, TKK. Nah, ini nih kayak ini nih. Ada sanggar tari, ada kelompok Dasar Wisma Ca. Jadi selain itu semua ada tempat makannya juga namanya nasi banjar bawa emangnya kasih lihat nasiem. Kenalan dong, Bu. Saya next tukang makan. Bu Mang. Bu Mang. Saya yang Mbok Mang. Mbok emangnya ini langsung karena namanya apa? Warung nasi banjar. Mbok emang. Mbok Mang. Ini saya mau nanya nasi banjar tuh apa ini? Apa kayak nasi campur? Nasi campur Bali gitu biasa. Nasi campur kayak rumahan gitu modelnya. Bola-bola itu kan gak ada yang Bali punya. Ini apa? Bola-bola apa? Bola-bola babi kan itu masalah bol bola-bola babi. Heeh. Bola-bola. Oh, berarti di sini jual babi juga? Emang nasi babi aja. Emang nasi babi ya? Iya. Berarti buat penonton gua, mamen-mamen gue yang muslim mau skip yang ini boleh, mau lanjut juga boleh. Ini namanya nasi banjar. Dulu ada langanan nasi tuh karena di sini gak ada namanya dinamainlah nasi banjar. Karena dia satu yang sukanya ke sini. Oh, dia dia yang menamakan nasi banjar. Nah, dia yang menamakan nasi banjar. Bukan ibu yang namain sendiri. Gak bukan yang namain itu udah anak orang Jakarta setiap hari ke sini kayak udah anak sendiri. Udah kayak anak sendiri. Terus dia pulang. Heeh. Perpisahan diberilah benderanjar bokman gitu. Ini semuanya nanti jadi satu di dalam piring. Iya nanti coba lihat. Boleh. Oke. Ini tapi sudah mulai jualan dari tahun berapa, Bu? Dari berapa ya? Emang sudah jualan 25 tahun yang lalu lah. Tahun berapa ya? Kan 25 tahun ya? Tahun 2000 eh 2001 gitu. Wow. Dari awal di Banjar ini. Iya, dari awal. Karena ini sebenarnya kan bangunan multifungsi ya. Iya. Kadang-kadang kalau ini gimana e dipakai kita tutup. Oh, oke. Tapi yang pengurusnya ngerti. Paling pakainya sore. Jadinya paginya kita masih besar. Oh, gitu. Buka jam berapa aja tadi? Bukanya jam 08.00. Jam 8.00 sampai jam jam enggak tentu jam . Jaman gitu lah ya. Berarti jual pagi ya karena sore udah dipakai kadang-kadang kadang-kadang ya. Ini ada sambal ada. Nah, ini s ini sate sate babi. Iya. Terus bola-bola babi tadi. Iya. Terus ini apa nih? Itu babi kecap. Babi kecap. Uh, ada ur itu. Lawar. Oh, lawar. Lawar. Oke. Ini kacang. Kacing kacang. Itu urutan apa? Kalau Bali urutan namanya apa? Dar pakai sosis itu. Oh, pakai sosis. Namanya sambal mata. Iya. Kulit e crispy dan lemak itu. Tiada. Oh, lemak crispy. Oke. Lemak itu yang ini sama lembut pada suka semua nih. Ini bawang doang atau ada ebang? Bawang, ada cabe, ada terasi. Udang. Oh, terasi. Udang kering enggak ada. Bukan. Oh, bukan e ya. Bukan ebi. Bukan. Oh, bentuknya aja kayak banyak yang ngantri nih. Aduh, jadi enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Ya udah, gua pesen dulu. Nanti sampai ketemu di meja makan. Ini dia seporsi nasi campur dari warung Banjar. Kondimannya banyak banget ya. Sate, urotan, lemak, terus ada bola-bola babi, urap. Eh, bukan urap, lawar. Nah, ini apa ya tadi ya? Tum. Tum. Sambal mata, sambal lembe. Enggak sabar. Sebelum makan kita do dulu ya. Huh. Let's go. Let's go. Sendok apa ini? Sendok ngamain karena ini tari tampilannya tuh cocok banget buat apa deh? Waduh, diaduk-aduk. Kita mulai dari babi kecap dulu ya. Kalau babi kecap aja udah lolos. Makan cuy. Hah? Ini babi kecap tuh kayak gini enak. Aduh. Ini gua pakai bola-bola ini daging. Sambal buahnya enak. Tabel matanya enak. Wah. Duh, porsinya kecil ya. Itu nasi setengah enggak? Ini porsi normalnya dia. Oh, iya ada yang komen khatannya kalau dia pesan 1, seteng nasinya. Wah, gila ini. Aduh, enak, man. Kita rasanya itu loh, lihat dah, langsung penuh tempatnya. Enggak heran ya, ramei ya. Terima kasih yang sudah merekomendasikan ini. Ada enak banget ini. Apa ya? Kayak sop tapi pakai kunyit gitu. Aduh kacaunya. Kacaunya kacau. Enak. Ini salah satu nasi campur yang enak yang pernah gua makan. Enak men. Kalau kalian bisa makan ini, kalian mesti coba nih. Udah kelar makan, Men. Sekarang saatnya kita bayar. Bayar, Kak. Ini sekarang saya pengen bayar. Heeh. Kita kalau di sini seporsi berapa? Kalau di sini seorsinya 25 yang komplit 25. Komplit 25. Emang ada yang apa lagi? Ada porsi double sama versi jumbonya. Ada berarti kalau double itu apa? Kayak double nasi biasa tapi lauknya diubblein kayak satu porsi tapi double. Oh, gitu tuh. Harusnya itu gua double tuh. Harusnya itu gue main double. Aduh kalau jumbo. Kalau jumbo nasi lebih, lauk juga lebih. Nasi lebih, lauk juga lebih. Kalau yang double tuh berapa? Kalau yang double 50. Yang jumbo. R. Yang jumbo Rp40.000. Rp40.000. Loh, kok muran jumbo? Kan jumbonya cuman e nasi lebih, lauknya lebih dikit. Kalau yang double nasi biasa lauknya yang double lebih banyak lebih banyak daripada yang jumbo lauknya. Iya, betul. Oh, pantes ya. Jadi dua kali lipat. Nanti besok-besok nyobain yang double biar puas. Mau sih biar biasa. Luar biasa. Terus ada lagi enggak? Ada di sini orang bisa milih-milih enggak? Maksudnya saya enggak mau pakai semua gitu. Boleh. Boleh request? Boleh request boleh ya? Jadi boleh request misalnya ada yang enggak mau banyakin yang ini. Banyakin itu. Boleh. Boleh request. Boleh. Oke. Ini saya bayar ke siapa? Ke sini boleh. Dihitung. Belum. Belum dihitung. Oh iya. Berapa kita? Lima. Lima. berlima. Heeh. Nakinya 5 153. Iya. Oke. Kebanyakan enggak apa-apa. Bagi-bagi aja. Terima kasih banyak ya. Sama-sama. Salam buat Bang ya. Nanti kita lagi apa lagi ibadah ya. Oke terima kasih banyakih banyak ya. Terima kasih sudah boleh diliput ini. Mudah-mudahan video saya bisa bermanfaat ya. Datangin rezeki ke sini. Terima kasih saya jalan dulu. selalu sehat selalu. Sama ini siapa di Instagramnya? Nita next Carlos. Oke, nanti tak cari di Instagram ya. Oke, terima kasih. Oke, thank you mamen sudah nonton episode kali ini. Seru banget nih. Ah, puas makannya. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya men dah coob. Aduh, kita mesti ngonten lagi sih. Pengin banget nambahnya. Sebenarnya cukup tuh nambah nasi. Dipakin babi kecapnya, sate babinya, bola-bola babinya, sambal embe. Udah itu aja sebenarnya udah semua semua. Yeah.