📄 Transkrip Video
Gua lagi kuliner di Palengeglang, Men. Di belakang gua udah ada ayam goreng yang orang-orang Palandeglang suruh gua pada makan ini nih. Ayam kampung empuk ayam kampung tapi tanpa presto ya. Ungkap jam .00 sampai tengah malam. 3.00 sore sampai tengah malam. Ih gila. Itu berapa jam men? 9 jam. Saya pernah makan ayam gua di mana? Kayaknya enggak ada yang kayak gini deh. Enggak ada yang kayak gini. W dari 97 kayaknya. Oh, 97 udah mau 30 tahun makan, cuy. Yo, Men. Balik lagi sama gua Next Carlos di Makan Keliling Indonesia. U. Diam dulu ya. Iya, Om. Gua lagi kuliner di Palenglang, Men. Di belakang gua udah ada ayam goreng yang kayaknya orang-orang nungguin ya orang-orang Pandeglang suruh gua pada makan ini nih. Lokasinya udah sesuai sama titiknya. Ayam goreng PLN. Ada dia ada dua cabang tapi yang orisinilnya itu yang di depan seberang PLN. Ai kita lihat. Halo, Kak. Halo. Kenalan dulu. N Bayu. Saya naik tukang makan. Iya tahu. Saya tiap kali nonton soalnya. Wih. Wih. Jadi tahu kenal saya. Nah, ini saya mau nanya apa benar ini ayam goreng PLN? Iya, ayam goreng PLN atau ayam goreng teh Yanti yang aslinya sebenarnya namanya teh anti ya. Iya. Orang bilang ayam goreng PLN gitu karena seberang PLN. PN. Tanti itu siapa? Tanti kakak saya. Oh, Kakak yang mulai berarti Teanti dong. Enggak ibu mulai. Oh, yang mulai ibu dari 97 kayaknya. Oh, '7 udah mau 30 tahun. Iya. Uh, lama banget memang jualannya cuma emang ayam goreng doang. Ayam kampung goreng doang. Enggak ada yang lainnya? Enggak ada lagi. Paling sa tempe, sayur asem. Tempe, sayur asem sama sate ya. Sate jeroan g. Oh, sate jero gitu yang biasa usus gitu. Iya, usus. Kati ampela disatuin bakar. Emang bukanya jam berapa? Eng dari jam 08.00. Dari jam 08.00 pagi sampai jam sampai habis. Paling jam . gitu. Oh, jam .00 udah habis gitu. Oh, bentar lagi dong. Cuman ini masih ada selesai buat saya cuma jam . karena kita sekarang kan ada cabang juga dekat banget cabang 500 m doang gitu cabangnya. Kenapa dekat? Kenapa enggak agak jauh? Tapi enggak kepegang gitu. Tapi enggak kepang ya. Yang cabang lebih gede tempatnya? lebih gede dia ruko kalau yang kabang apa yang spesial ayam goreng ini nih sampai orang-orang di Pandegas suruh saya makan ke sini saya pernah makan ayam goreng di man kayaknya enggak ada yang kayak kayak gini enggak ada yang kayak gini enggak ada yang kayak gini nah yang enggak ada yang kayak begini tuh apakah yang bikin beda bumbunya bumbunya kah bumbunya udah pasti lah ini kalau saya lihat sih dari aromanya kayak bumbu kuning biasa bumbu kunyit gitu atau ada kunyit-kunyit juga ada lempas-lempas juga tapi mungkin ada tambahan rempah lain gitu Iya. Bumbu rahasia lah. Ais. Nah, ini bumbu rahasianya ini yang bikin beda sama yang lain nih. Iya. Selain itu, apa lagi yang keunggulannya? Dia sudah pasti empuk lah ayam kampung pasti. Empuk. Ayam kampung tapi tanpa presto ya. Tanpa presto bisa empuk. He. Di dimarinasi dulu ya, mungkin diungkep dulu. Enggak diungkap jam 3.00 sampai tengah malam. 3.00 sore sampai tengah malam. Ih gila. Itu berapa jam, Men? 9 jam. Oh, lama juga. Pantesan itu kali yang bikin empuk, ya. Iya. Kalau sambalnya sambal apa? Sambal dadakan. Sambal dadakan. Iya. Sambal mentah. Sambal tomat terasi. Sambal tomat. Iya. Tomat rasi cabe. Uh. Pasti seger banget nih sambelnya. Bisa berapa ayam kampung ini di sini? 50. Wuh. Kalau yang cabang 80. Cabang 80 lebih baik. Kalau yang cabang tu sampai malam soalnya. Sampai malam soalnya ya. W total-total bisa 130 m kampung habis di sini. Insyaallah mantap ya. Sama kalau tehnya ikut jaga engak? Ee biasanya dia jarang-jarang dia ke yang cabang yang paling sering. Heeh. E saya yang di sini teteh yang di cabang. Teteh yang di cabang. Oh ya. Jadi masing-masing aja ya. I masing-masing. Ya udahlah udah enggak sabar ya. Iya makan. Sampai ketemu di meja makan. Ini dia men. Gua pesan dikasihnya seekor. Mana ini sambalnya? Sambal dadaknya. Ada lalapannya. Lalapannya tuh daun singkong. yang direbus dan nasi. Sebelum makan kita ad dulu ayam goreng kampung. Aduh gila nih paha. Aduh gua demen banget ini serundeng. Ini kulit serundeng. Ih uh berlipah tuh serundengnya langsung kali ya guys makan cuy. Waduh, gila kelempukannya luar biasa. Meresap sampai ke daging bumbu-bumbu itu. Karena dia udah diungkap dari 3 sore sampai tengah malam. Buset, gua suka banget bumbunya. Uh, enak, man. Salah satu ayam goreng terenak yang gua makan. Uh, gila benar-benar ya perpaduan kebukan dan serasanya itu loh yang bumbu-bumbuit kelihatannya tuh kayak sederhana emang sederhana tapi itu tasah untuk menemukan kombinasi yang pas kayak begini ini cabainya sambal sambal sambalnya sambal Dadak ditambah sambal lagi aduh semakin perfekt kelihatannya sederhana kayaknya bumbunya deh. Tapi secara rasa ini tidak sesederhana itu. Enak banget sambal. Ini untuk tahunya tuh. Tahunya pakai kayak kayak tahu sutra gitu ya. Tahu yang lembut gitu pakai sambal. Uh, panas tempenya. Peknya sebenarnya enak, cuma potongannya terlalu tebal. Ini baru yang goreng nih. Mantap. Ini tuh tipikal serundeng-terundeng yang gua doyan dibandingkan serundeng kelapa ya lebih demen yang kayak begini. H. Aduh, enak sambelnya lagi. Sambal itu segar banget, Men. K. Dia sambal badak yang dibikin fresh, enggak yang digoreng lagi. Udah kelar makan, Men. Kenyang banget. Anak-anak juga udah pada makan. Pada suka. Mantap, kan? Uh, pada bilang enak banget. Emang ayamnya enak banget sih. Kalian kalau ke Pandegelang wajib coba makan sini. Yuk, sekarang saatnya kita bayar-bayar. Sudah ada kelar makan nih. A gimana? Mantap. A tapi emang enak banget sih ini maksudnya kayak mungkin salah satu penyebabnya itu yang diungkap Iya. Lama lamanya itu ya. Makanya itu ngeresep sampai ke dalam banget. digoreng juga. Saya juga senang tuh apa serunding ininya apa bumbu-bumbunya itu mantap banget asinnya. Saya suka asinnya enak. Jadi enggak buka di tempat lain insyaallah. Oh mau insyaallah masih mikir masih mikir-mikir dulu. Banyak tapi main tawaran buat buka. Buat buka di mana? Di Jakarta gitu. Enggak cuma dia minta aja. Buka dong gitu. Buka dong. I buka dong. Nawarin belum kalau bisa buka di Jakarta. Uh. Mantap lagi ya. Nah, di sini hitungannya gimana? Per potong apa per porsi atau ada paketan? Ada kayak saya tadi kan seekor itu ya. Enggak. Oh, itu bukan seekor. Yang tadi diampan itu biasanya gitu. Kalau empat orang diampan empat juga gitu. Oh, dinampan empat potong gitu. Oh, berarti hungnya per potong. Iya, per potong. Per potong. Itu berarti berapa? 35 sama nasi ayam, nasi, sambal lalap. Lalap. Rp35.000. Ayam, nasi, sambal lalap. Tuh ayam kampung lagi tuh. Mantap enggak? Mantap. Mantap banget. Mantap. Mantap banget ya. Kalau tanpa tahu tempe. Tahu 2000-an biasanya ada sar asem ya. Asem sar asem berapa? K cuma Rp5.000. Cuma Rp5.000. Mantap ya di Pandeglang masih mantap-mantap ya harganya ya. Masih murah-meriah ya. Jadi orang biasa makan udah ya sepaket itu aja ya sepotong. Nah tinggal nambah. Kalau nambah ayamnya doang. Kalau di sini 30 potong 30 ya. Oke. Kita total berapa? Enggak usah itu jangan, enggak usah, enggak usah jangan dihitung, dihitung aja dihitung. Makasih terima kasih banyak. Makasih sudah boleh diliput tempatnya. Mudah-mudahan ini video saya bermanfaat, bisa datangin rezeki ke sini. Amin. Semoga semakin ramai. Amin. Amin. Amin. Sukses selalu. Sehat selalu. Ya, saya jalan dulu nih sampai bungkus pulang gua. Let's thank you mamen sudah nonton episode kali ini. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya, men. Dadw. 1 2 3 ambil to. Iya. 1 2 3. Sip. Dia pergi dulu. Dia pergi dulu. Satu dua. Satu dua. Nah, terima kasih. Sama-sama. Ah.