📄 Transkrip Video
[Musik] Yo men, balik lagi sama gua Nex Carlos di Makan Keliling Indonesia. [Musik] Diam dulu ya. Men, ini gua jam 01.00 pagi ada di bandara. Tebak mau ke mana? Mau ke NTT. Akhirnya gua kulineran ke Indonesia Timur. Ini semua karena gua bisa makan bareng Citilink. Waduh, thank you Citilink sudah mewujudkan impian gua kulineran di Indonesia Timur. Gua senang banget sama Citilink. Kenapa? Karena rutenya banyak, Coy. Rutenya tuh dari Sabang sampai Merauke. Gila. Salah satunya ini gua hari ini mau ke Kupang. Untuk lebih detailnya lagi, kalian bisa cek di aplikasi Betterfly Citilink. Kemarin juga gua pesan tiket gua sama tiket anak-anak di aplikasi Betterfly Citilink. Jadinya praktis deh. Mantap, kan? Sekarang kita masuk aja ke pesawatnya dan menuju ke NTT. Let's go. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Men, akhirnya gua udah sampai juga ini di Kupang, NTT. Waduh, gila. Dan gua senang banget perjalanan itu aman dan lancar karena gua menggunakan Citilink. Karena buat mereka itu safety selalu menjadi prioritas. Tuh. Prioritas di sini yang dimaksud tuh protokol kesehatan ya. Jadi, Citilink itu selalu mematuhi dan mendukung program pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Jadi, pesawat selalu dibersihkan secara berkala dan semua awak kabin itu selalu menjaga protokol kesehatan dengan baik. Dan tentunya safety penerbangan itu sendiri, Citilink selalu menjaga kondisi pesawatnya dengan baik. Dan sekarang saatnya kita hunting kuliner pertama di Kupang. Let's go. Sudah sampai, men, di destinasi pertama kita untuk kulineran di Kupang, NTT. Karena ini masih pagi, masih jam 07.00 lewat. Gila, pagi banget ini. Luar biasa. Akhirnya gua kulineran pagi. Yes. Karena masih pagi, paling enak apa? Makan pagi-pagi. Nasi kuning. Nasi kuning, betul. Di Kupang emang ada nasi kuning? Ada. Ada. Ini, di belakang gua ini. Ngumpet lagi di dalam rumah. Hidden games. Uh, gila. Tapi gua temukan. Bingung, kan, nasi kuning di Kupang kayak gimana? Langsung aja. Gua juga penasaran. [Musik] Eh, ini kawasan apa ya? Tanya gua. Nah, kalau kalian pengen nyari di Google Maps, cari aja Naskun Aci Noni. Karena titiknya langsung ke sini. Nih, tempatnya, men, yang banyak jemuran. Hidden game, kan? Di dalam rumah dia jualannya. Permisi. Silakan, Nak. Dari mana? Saya Citilink. Saya dari Citilink. Saya dari perwakilan Citilink. Saya mau makan dong. Iya, silakan. Ini benar nasi kuning Aci Noni ya? Betul. Wah. Ini tidak ada plang ya? Tidak ada tulisannya ya? Memang tidak ada Semua sudah pada tahu. Kalau kita yang baru datang, nyarinya susah dong. Terus dapatnya dari mana ini? Dari map. Dari map ketemu. Sudah berapa lama, Bu? Sudah 10 tahun. Hah? Sudah 10 tahun. 3 tahun? 10. Waduh, 10. Masih pagi. Kalau boleh tahu, ini Aci Noni ini artinya apa, Bu? Ah, ini. Ini ini yang punya. Oh, ini. Mama Noni yang punya ini. Halo, Bu. Sudah tua ya. Apa? Sudah tua ya. Nah, saya penasaran nasi kuning Aci Noni ini. Saya asal dari Ujung Pandang. Dari Makassar? Wah. Saya nikah Heeh. dengan orang Cina. Heeh. Oh, gitu. Di Kupang. Kupang. Berarti ini makanan khas Makassar? Makassar. Separuh Makassar, separuh Kupang. Oh, separuh Makassar, separuh di Kupang. Di-fusion jadi satu, jadi ini nasi kuning Aci Noni. Yang yang bikin Yang begini? Anak saya. Oh, ini saya? Heeh. Coba dulu ya. Pakai ayam juga bisa. Ada ayam juga. Mau. Mau. Saya semua semua. Mau ayam kalau mau. Luar biasa. Waduh. Waduh, ini porsi apaan pagi-pagi? Mantap banget. Gua padahal masih masih pengen nanya-nanya. Sudah dapat aja makanannya. Oh, sambalnya, Kak. Oh, ada sambal lagi ya. Boleh. Sambalnya sambal apa? Sambal tomat. Sambal tomat. Heeh. Ini yang mana khas Makassar, yang mana khas Kupang? Khas Kupang semua lah. Ini Kupang semua. Kupang aja. Kupang aja. Oh. Ini makanannya. Buka dari jam berapa? Dari 05.30. 05.30 sudah buka sampai jam 09.00 selesai. Tuh, jam 09.00. Gila. Berarti kita langsung makan dulu. Makan dulu. Langsung makan aja ya. Iya. Mantap nih. Yee, makanannya ini. Sarapan begini, buset. Lauknya penuh banget ya. Ngumpul semua di piring gua. Ini nasi kuningnya. Ada mi, ada ini kentang, ada perkedel kentang, perkedel tahu, bakwan atau bakwan jagung ya, telur bulat, daging sapi, ayam goreng. Wah, ini enggak boleh lepas nih. Sama ini ayam apa, Pak? Ayam rica. Jadi kayak Jadi ini ayam pedas gini ya, Pak? Ayam pedas. Wah, ini ayam pedas ya. Langsung kita cobain makanannya. Di depan Bapak. Kita mulai dari perkedel kentang. Makan. Makan, Coy. [Musik] Wuh. Nasi kuningnya. Hmm. Sambalnya enak nih. Ada asam-asam asam-asam pedas gitu. Di sambalnya potongan tomatnya tuh besar-besar. Enggak diulek ini ya, Pak ya? Dipotong-potong aja. Potong-potong aja, betul. Perkedel kentangnya. Hmm. Padat banget kentangnya. Hmm. Hmm. [Musik] Ini telur. Wuh. Banyak banget yang videoin ya. [Musik] Hmm. Telur bulatnya pakai bumbu apa, Pak? Kayak balado gitu saya. Hmm, balado ya. Tapi beda bumbu baladonya ya. Ini minya. Minya tuh kayak mi ini. Gua sering bikin mi instan lah gitu. Yang harusnya pakai kuah, gua bikin kering. Nah, ini kayak gini nih. Tapi ini lebih kering lagi. Kalau itu kan ber-oily, ini enggak ini enggak. Minya enggak oily. Ini kentang. Apa enggak mirip mirip makanan mana kentang begini? Mirip makanan Medan. Kentangnya kentang enak kayak begini. Kering. Jadi kayak penggantinya kerupuk lah dia kalau di sini. Ini kan enggak ada kerupuk nih. Nah, ini. Ini yang yang crunchy-crunchy-nya, ini dia. Asam manis pedas kentangnya. Nih, bakwan jagung. Kita kasihin cabe di atasnya. Ayo makan. Makan, Coy. Hmm. [Musik] Ini nasi kuningnya. Kalau yang di sini nasi kuningnya lebih soft gitu. Enggak yang ini yang yang strong banget, enggak. Soft sekali dia. Dagingnya, daging sapi. Hmm. Habis nasi gua. Lauknya banyak banget sih. Kebanyakan lauk. Ayam gorengnya. Hmm. Kalau ayam goreng tepung sudah enggak salah deh. Mana-mana juga pasti enak. Makan, Coy. Hmm, enggak dapat dong. Waduh, hampir hampir. Ini lucu juga ini makanan. Perkedel tahu. Tampilan luar kayak tuh begitu dalam digigit langsung tekstur si tahu langsung ketahuan. Makan tahu. Sambalnya enak sambalnya. Sambalnya digoreng ya, Pak? Digoreng biasa aja. Dioseng. Iya iya. Makanya banyak minyak nih. Nah, ini gua agak takut nih. Katanya pedas. Pedas biasa aja. Oh, pedas biasa. Makan, Coy. [Musik] Hmm. Hmm. Mirip-mirip si ayam pedas itu. Cuma ini memang lebih wajar pedasnya. Tapi taste-nya mirip. [Musik] Hmm. [Musik] Tinggal lauk. Lauknya yang sisa. [Musik] Hmm. Gila, men. Sudah belum tidur, makan langsung banyak banget. Buset. Hmm. Dari tadi yang beli enggak berhenti loh. Ramai gitu. Polisi pada beli di sini. Hah? Polisi-polisi. Iya, Pak polisi pada datang makan. Polisi goreng semua negara. Wuh. Orang-orang Bandung. Ngisi tenaganya di sini. Ngisi tenaganya di sini, Coy. Makan nasi kuning, pakai sambal. Habis, Men. Begah. Pak, ini resepnya didapat dari mana, Pak? Waduh. Ini enggak disebut nih resepnya. Kita gali-gali. Gua habisin dulu deh, Ma. Begah banget dah. Men, sudah kelar makan-makanannya, nih. Sudah kenyang banget, nih. Deni juga sudah, tuh. Sudah kenyang, Den. Kenyang, Deni sudah kenyang. Irfan kenyang, ya? Kenyang dong. Melahap banget semua pada makannya. Saatnya kita bayar-bayar. Habiskan. Kenyang banget, Guys. Halo, Bu. Mau bayar dong, Bu. Sudah kenyang nih. Iya, saya mau bayar dong, Bu. Jangan dulu. Saya bayar saja, Bu. Enggak apa-apa. Bukan. Enggak apa-apa, Bu. Baru juga sampai. Oh, gitu. Waduh. Kalau gini saya jadi enak, Bu. Ya sudah ini harganya saja biar informasi. Enggak, informasi, Bu. Informasi. Informasinya gimana? Porsinya besar isinya? Banyaknya, ya? Heeh. Yang kayak tadi. Heeh. Karena saya banyak lauknya mungkin. Iya, kalau misalnya standarnya itu nasi. Berarti nasi, nasi kuning. 15. Enggak telur, ya? Oh, nambah-nambah, nambah. Ya iya, memang begitu sih, ya. Kalau nambah ayam? Lengkap ini? Nambah ini 30. Bakwan juga? Oh, sama. Kalau dadar juga sama? Oke, oke. [Musik] Aduh, sama-sama, Bu. Saya jadi enak, Bu. Makasih, Bu, ya. Saya terima niat baiknya. Mudah-mudahan rezekinya makin banyak. Banyak yang nonton, banyak yang tahu. Jadi, makin ramai lagi. Makasih, ya, Bu. Ayo, Bu, kami. Yang ngantri sudah banyak. Lu ngajak ngobrol mulu. Kebanyakan ngomong dia. Yang ngantri banyak, nih. Lu lihat kan tadi ngantrinya banyak. Karena tadi pas gua nungguin mereka makan saja, itu orang pada datang terus, Coy. Naik mobil turun, naik mobil turun. Kayak turun grup lagi. Sudah kayak konser apa saja ini ngumpul-ngumpul grup band gitu. Mantap, luar biasa. Padahal enggak ada pelang, ya? Cuma ada jemuran handuk warna cokelat. Nih, kalau handuknya warna biru, berubah gua. Sudah enggak ada yang kenalin lagi. Belum apa-apa sudah keracunan. Dicomelin lagi mamen. Bang. Bang, lu. Nih, meleguk masih gini. Bang, lu. Biasanya kan yang nyinyir kan gitu. Bang, lu sudah banyak duitnya. Ngapain lu gratis-gratis? Masa orang mau niat baik gua halangin. [Musik] Gua juga senang sih. Oke, Men. Thank you sudah nonton video ini. Pokoknya tungguin saja petualangan gua makan bareng Citilink di kota lainnya, oke? Kota berikutnya tuh, tebak di mana? Indonesia Timur juga. Paling ujung. Jayapura. So, tungguin saja, ya, videonya, ya. Sampai ketemu lagi, Men. Dah. Ciao. Kang sayur. Baling. Dah. Dah. Lu tahu lu perut gua doang pasti. Enggak lah.