BerandaVideo

HAH?? MAKANAN INI ADA KUPING TIKUSNYA??!!

📅 28 November 2025👁️ 545K views👍 8K likes💬 395 komentar⏱️ 10:27
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Tekwan Ocean adalah sebuah gerobak makanan di Palembang yang menyajikan tekwan dengan harga terjangkau dan rasa yang enak.

📝 Deskripsi Video

Katanya makanannya pakai kuping tikus?! 😂 Mencoba tekwan gerobakan hasil rekomendasi ex Nex Team! Tekwan disini punya jam bukanya gak tentu alias suka-suka! Yang bikin tambah kaget, katanya ada menu tekwan yang pakai kuping tikus?! 🤣 Tapi salutnya, bapaknya tetap nonstop ngelayanin pelanggan karena selalu ramai! ⏰08:00-15:00 WIB 💰Rp13.000-Rp25.000 📍Model Tekwan Ocean Dempo Dalam Jl. Dempo Dalam No.918C, 15 Ilir, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30111. ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

Padahal dia gerobak ya, tapi ada titiknya. Kalau ini pakai kuping tikus beneran katanya pakai kuping tikus ini. Mau coba ya. Yo, mamen. Balik lagi sama gua Next Car di makan keliling Indonesia. [musik] [musik] [musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Gua lagi kulineran di Palembang dan salah satu kuliner di Palembang menjadi ciri khas ya di sini itu adalah namanya Tek one. Tek one tuh otek-otek dan bakwan. Nanti kita cari tahu ya Tek one itu apa. Karena gua sih pernah banget kan Tek one. Jadi T one tu sebenarnya kayak empe-empe, ada kuahnya gitu. Nah, Tekan yang satu ini itu direkomendasikan oleh salah satu tim gua yang dulu pernah kerja sama gua, Xnx Team namanya Nando. Dia orang Palembang dia tahu gua ke Palembang jadi dia bilang mesti nyobain nih. Namanya Tech One Ocean. Dari zaman dia sekolah udah buka nih. Tempatnya tuh benar-benar sederhana banget. Gerobakan nih gua tunjukin di sini. Take one Ocean ini di daerah Dempo Dalam. Kalau kalian cari di Google Map ini udah sesuai titik. Padahal dia gerobak ya, tapi ada titiknya. Tech one Ocean lemaknya. Halo, Abang. Bang, halo. Apa kabar? Dengan Bang siapa nih? Dede. Bang Dede. Saya dengar ini katanya tek one-nya punya nando ya. Iya. Iya. [tertawa] Dia yang punya saham. Oh, udah punya saham. Iya. Dia yang punya saham. Dia punya saham. Coba kita dia punya saham di sini. Kita coba call dia ya. Kita call Nando. Benar enggak nih? Halo. Kenapa kok? Halo, Nando. Iya. Katanya lu punya saham nih. Kata abang ini nih. Iya. Memang rugi rugi saha dia mah. [tertawa] Aku juga rugi. Kal masang ra kau di sini. Oh ngomong yang melotot-melotot ya. Saya rugi Pak kalau naam saham gini. Heeh. Dia cuman makan uapnya, Guys. Dia setan [tertawa] dia kalau di ke sini cuma main udah kenyang dia ngudut ini. Ngutang mulu ya dulu ya, Pak? I ngutang mulu nduk katanya doang. Enggak pernah makan. Enggak pernah ngutang enggak pernah [tertawa] makan. Mau ngisap uapnya ba cuma. Ya okelah Do. Gua mau makan dulu nih. Nah, hati-hati kok di sana. Sehat-sehat terus. Ayo, Mangk pindah ke Jakarta tapi jadi tumbal aku. Woi, makin ramai dia besok tuh. Wah, makin ramai katanya ya. Amin. Amin. Jadi Tekwan tuh apa? Tolong kasih tahu ke penonton saya. Gak tahu artinya Twan tuh kalau kata wong jauh tuh tekwalnya kar kawan jadi habisnya sama temannya. Benar enggak? Iya. Jadi habis sama kawan baewan tuh habis. Bukan kita yang makan. Kawan kita yang makan. Nah itu kan bentuknya ada yang coklat ada yang putih. Bedanya apa? Ini model gandum. Gandum. Ini model ikan. Model ikan. Model gandum. Model gandum itu apa? Dari gandum ini. Dari gandum. Iya. Kayak roti kalau yang ikan dari ikan. Iya. Jadi kayak roti yang Oh, ini kayak roti cuma dikasih goa kalau orang Jakarta enggak roti kasih goa ya. Ya udah sama kay pempe enggak ini? Ini sama kalau ini enggak. Oh kalau yang putih sama kayak kirim pempe ini apa ini? Itu Twan model loh. Tekwan yang kecil ini. Tek one kalau ini model. Oh itu model yang kering-kering itu model. Itu lemak bukan? Bukan itu daun bawang. Ini bukan lemak bukan. Apa itu? Itu mungkin dari hasil goreng ini enggak minyaknya enggak pakai kuping tikus. Cantik kuping tikus pakai kuping tikus cantik. Ada kuping tikus ada. Ada ada jamur tapi tekwan yang orang jual ini pakai jamur. Oh kalau ini enggak ada. Ada ya. Kalau ini pakai kuping tikus beneran. Jadi abang malam-malam nyari dulu di gold gitu diguntingnya [tertawa] loh itu ada mie kalau campur mie ya udah aku campur juga lah. Ini udah berapa lama bang? Kata Nando udah dari dia sekolah i berarti tahun berapa tuh? Hampir 30 lah. 30 tahun titiknya di sini terus Bang i enggak berubah ya titiknya di sini terus ada mama W. Halo, Pak. Sering juga, Pak, langganan sini katanya pakai kuping tikus ini. Kacau juga ya wong Palembang [tertawa] nih ya. Malah kok cuma kupingnya. Oh, ini ini begini nih. Nih model loh. Katanya. Iya ini model kecil. Iya itu dibebun sini biar medok. Kalau ini keras ngembang ini. Tekwan biar ngembangkan medok. Saya mau nasi goreng ada malam di ujuk [tertawa] kan? Pernah kan? Buka tiap hari jam berapa? Jam kalau lagi rajin. Kalau lagi malas jam [tertawa] 09.00 baru timbul. Beda sejam doang. Tutupnya tutupnya biasalah. Jam berapa? Hah? Biasa jam berapa? Pasti ada. Biasa suka-sukah tutupnya kan enggak ada pintunya. Enggak ada pintunya. Jadi tutup. Eh mau tutup tutup. Iya. Jadi maksudnya sore sore sore jam 3. Jam gitu udah udah tutup ya. Apa nih? Aku mau satu pakai ini Twan ya. Campur aja semua pakai mie. Oh iya. Sampai ketemu di meja makannya. Ini dia nih gua campur bumbunya. Gua campur juga tuh bumbu minya tadi bakal campur-campur. Ini ada modelnya ada tekannya. Ini take one nih yang gua pikir tadi lemak itu ternyata tek one. Jadi ini gua pakai mie bumbunya gua masukin semua model yang ikan sama tekan. Makanan sederhana Palembang. Sebelum makan kita dulu yang makan pada bawa mobil semua. Sini mampir turun atau enggak makan di mobil. Uh, makan cuy. Kuahnya jadi manis kecap karena gua pakaiin bumbu ini. Terus sebelumnya dikasihin kecap juga kan makanan anak sekolah ya. Makan. H. Sambal hijau ini. Sambal hijau nyabur kali ya. Ini enak sih. Kalau modelnya itu kayak makan pempek tapi ken banget dia tebal. Nah ini tek one nih gua coba ya. Teko. Itu juga sama kayak tempaduan tepung sama ikan. Cuma beda komposisi-komposisinya aja. Ini makanan sederhana yang nikmat. Nihat gua kalau sekolah juga mungkin makannya begini. Ini si modelnya tuh kayak ada isiannya dalam flor ya. Lebih kenyal, lebih tebal si ini punya model daripada tekonnya. Kuahnya sendiri tuh bukan kuah yang bukan yang kaldu banget maksud gua. Iya kayak bumbu-bumbu raci gitu. Ini makanan sederhana banget sih. Ini cabainya enggak berasa di gua. Ini kan warnanya kan kuahnya itu kayak gelap gini ya. Kalau misalnya kalian membayangkan gua kayak makan jiko enggak. Ini enggak kayak gitu. Terusiko tuh beda. Asem-asem. Ini bikin kecap. Mau dibilang kayak makan mie kuah, mie goreng kuah enggak juga sih. Karena udah ada campuran-campuran lagi. Ambil. Hah. [musik] Udah kelar makan, Men. Sekarang saatnya kita bayar-bayar. Nama Ocean lu dari mana itu? Warnet. Hah? Warnet. Dia dulu ada warnet tahun. Oh dulu warnet 2000. Jadi yang kasih nama yang makan itulah yang kasih makan Ocean namanya keren banget. Ada bahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya Ocean gitu. Mungkin dari abangnya dong. Hah? Enggak mungkin dari abangnya. Iya. [tertawa] Jangan gitu dong. Lu tahu terlalu ini banget underestimate nih. Masa dibilang ini, Bang. Enggak mungkin dari abang namaang [tertawa] memang sudah dibelain. Tapi kan kalau Palembang kan otean artinya lu omelan. [tertawa] Oh bukan bukan bukannya laut atau samudra ya. Osean tuh. Ocehan ocehan. Omelan. Omelan. Ocean. Jadi gitu kena ocean. Aduh [tertawa] kena ocean kena omelin gitu [tertawa] banyak kan kena berarti kena oen abang juga ya bukan yang main sama. Oh kena kena oama. [tertawa] Iya iya benar i jadi kita kalau di warnet suka dinyari kan sama kita sampai ke warnet tuh. Waduh udah dikejar bawa sapu dari jauh udah dikejar sampai ke warnet. Oh di sini lu katanya. Udah deh, habis itu kabur. Seporsi berapa? 13. Kalau yang ikan gendum 10, Taiwan 13 juga. Kalau pakai mie R.000 my tambah R.000 lagi. Kayak saya tuh ada dua. Ada. Oh, itu separuh jadi 25 itu. Oh, tapi Bang dari tadi saya lihat enggak berhenti Abang ya. Ada aja terus yang makan. Oh. Oh. Itu dia ngantar ke mana? Mobil. Oh, ke mobil. Iya. Kebanyakan tuh sini yang naik mobil terus dia makan di mobil gitu ya, Bang. Abang enggak takut piringnya dibawa kapur? Serentak. Enggak enggak ya. Kecap yang dari [tertawa] gak tarik lagi. Piring enggak kecap? Kecapnya enggak balik ya. Iya. Kalau [tertawa] piring banyak. Nah, ini Bang saya bayar ya. Nah, iya terima kasih banyak. Sama-sama ya. Kasih banyak ya, Bang. Sama-sama lancar. Amin. Ya, semoga video saya banyak manfaatnya bisa datangin rezeki ke sini. Iya. Mudah-mudahan. Jadi, buat Bang siapa tadi? Dede [musik] buat Bang Dede sehat selalu, sukses terus saya jalan dulu. Salam buat ini pemegang saham tadiando ya. Nando. [tertawa] Seru banget, Men. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya men co y men. Balik lagi sama gua next. [tertawa] S
← Kembali ke Beranda