BerandaVideo

JUALAN 24 JAM GAK PERNAH TUTUP SEJAK 1947!!

📅 14 November 2025👁️ 1.3M views👍 13K likes💬 611 komentar⏱️ 14:02
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Martabak HAR di Palembang merupakan tempat makan legendaris yang sudah berdiri sejak 1947, menyajikan martabak dengan kuah kari dan nasi minyak Malbi yang lezat.

📝 Deskripsi Video

Selain Pempek, belum sah ke Palembang kalau belum makan Martabak HAR! Martabak HAR di Jl. Jend. Sudirman No.1078 ini jualannya 24 jam ga pernah tutup sejak tahun 1947, gokill! Pada tau dong bedanya martabak HAR dengan martabak biasa?? Selalu ditutup pake Tehbotol Sosro Original biar balikin segernyaa, karena apapun makanannya, minumnya Tehbotol Sosro! https://www.instagram.com/tehbotolsosroid/ ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

Ini di belakang gua. Iya. Mirip martabak sih. Yang bedanya sama martabak biasanya apa? Ini mah lebih kayak makannya India ya. Iya emang orang India. Oh yang punya orang India. Enggak bisa nih. Teman makan gua enggak ada di sini. Gua enggak mau makan. Nah gua sekarang mau nyar coba makan gaya orang-orang Palembang ini. Pakaiin nih. Y mamen. Balik lagi sama gua Next Carlos di aslinya kuliner lokal bareng Tebotol Sosro. [Musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Gua lagi kulineran di Kota Palembang. Gila, ini jam .00 sore dan macet banget jalanan. super duper macet dan hiduk pikuk karena ini di tengah-tengah kota dan gua berada di salah satu kuliner yang legendaris di Palembang yang setiap gua ke sini, setiap ke Palembang pasti pada ngomong, "Bang martabak, Bangtabakar, "Bang martabak, martabak." Ini di belakang gua udah ada martabak yang katanya udah legend dari tahun 1947 di Jalan Jenderal Sudirman. Dekat banget sama Masjid Agung dan juga LRT yang baru aja lewat tuh ya. LRT Palembang. Dan gua enggak tahu kira-kira martabak ini apa yang beda dari tempat ini sama tempat yang lain ya? Nanti kita bisa lihat sendiri. Kalau kalian cari di Google Map ini udah sesuai sama titiknya. Kulineran keluar kota enggak lengkap rasanya kalau enggak ditemenin sama teman makan gua. Siapa lagi kalau bukan teh botol Sosro original terbuat 100% dari teh melati asli dan juga gula asli. Minum cuy. Gila segernya Teh. Botol SOSR original ini udah benar-benar setia banget kayak teman setia gua karena dia menemani gua kuliner kelam mana aja udah selama 3 tahunan ini gila you are the best s original ayo man let's go kita ke martabak ni tempatnya nih n ini nihuh mantap ber ini mah kayak martabak-mtabak ini kayaknya karena gua melihat ada kuah kari Bentuknya ini kayak lebih kayak canai daripada martabak telur biasa gitu. Ayo kita lihat aja tanya martabak lamo sejak 1947 pakai apa? Eh, lagi azan ya? Komat ya. Eh, parasyit mana? Parasyit. Parasit. Abang boleh ngobrol dong Bang. Iya. Dengan Bang siapa nih? Bang Udi. Bang Udi lagi bikin roti. Eh bukan roti ya, lagi bikin martabak. Ini mah saya lihat kayak roti cana ya. Lain Pak beda. Kalau canang ada isi telurnya. Kulit dikasih telur misalnya. Ee tapi adonannya begitu juga ya dibikin? Iya mirip martabak sih. Yang bedanya sama martabak biasanya apa? Kalau martabak biasa kan pakai sayur segala macam. Kalau sini telur pakai kuah kari di Oh benar. Pakai telur pakai kuah kari. Iya. Ini mah lebih kayak makanan India ya. Iya emang orang India. Oh yang punya orang India? Iya. Iya. Haji Abdul Rozak. Oh hari itu singkatan dari Haji Abdul Rozak ya. Biasa kan kalau mata telur tuh langsung dikocok gitu. Ehakocok dan pakai sayur. Ini biar dibiarin gitu aja. Iya. Terus kasih kuah kari pakai kentang. Oh pakai kentang juga irisan kentang. Kentang daging di dalam. Selain jualan martabak apa? Jual martabak nasi. N minyak. Oh, nasi minyak kan bener kan tuh. Hah? Ada kambing. Ada apa? Ada Malbi. Malu. Salah dengar gue. Malbi. Maldi itu daging rendang tapi manis. Iya. Benar ya, Pak? Ya, benar. Benar. Wuduh. Nasi minyak tuh yang khas tuh nasinya. Benar enggak, Bang? Iya. Jadi cuma nasi minyak sama martabak aja ya, Bang? Iya. Paling laris apa? Paling laris ya inilah martabak ini ya? Martabak itu apa, Bang? Iya. Itu apa? Hah? Oh, ini nih minyak samin yang yang dijadi bahan untuk nasi minyak juga ya, Bang? Iya. Kok kayak butter ya? Lemak putih ya? Iya. Buka jam berapa, Bang? 24 jam buka. Ini 24 jam. 24. Abang tidur gimana? Oh, si Pandang. Ternyata tidur juga Abang. E, ada hari libur enggak? Ada. Seminggu sekali. Seminggu sekali. Setiap hari apa? Lain-lain dia. Siap. Minggu dari Senin sampai Jumat. Wi. Oh, enggak, maksudnya tempat tempatnya. Oh, buka terus abangnya sih aku. Makanya gua kaget bukanya ganti-gantian kadang bisa suka-suka gitu. Nih ternyata libur abangnya, Bu. Bukan libur tokonya. Tapi martabak ini cuma telur doang atau ada yang daging? Isi daging. Ada daging. Ada spesial. Daging berarti apa aja? Oh, spesial. Isi apa? Isi sayuran ya sama daging. Kita cobalah. P favorit daging apa enggak? Iya, itu besteller. Nanti kita cobain aja L ya. Bagi-bagi ya. Sampai ketemu di meja makan. [Musik] Ini dia seporsi martabak dan juga nasi minyak Malbi. Pakai daging Malbi nih. Jadi di martabak harnya ini ada kuah kari dan juga ini nih. Buset cabe semua. Biasanya kalau kita di martabak telur tuh kayak ada kuahnya gitu. Nah ini mungkin sangma lah. Uh. Sebelum makan kita doa dulu ya. Ini enggak bisa nih. Teman makan gua enggak ada di sini. Gua enggak mau makan. Udah ada teman makan gua. Aduh gila. Segar dingin di botol. Huh. Dam. Gua mau coba dari originalnya dulu ya. Martabak H. Nah, ini baru kayaknya di pinggir agak kurang banyak ininya ya. Makan, cuy. [Musik] Sekelibat tuh kayak agak mirip martabak telur. Tapi ada yang bikin ini jadi lebih beda. Gua coba ambil tengah ya. Tadi kan pinggir. Nah, ini bagian tengahnya. Kalau kalian lihat nih, di dalamnya ada kentang, ada daging. Kita coba ya. Makan cuy. Oh, ada. Hmm. Hmm. Hmm. Hmm. Hmm. Hmm. Hmm. Hmm. Kayak ada bumbu-bumbu karinya gitu loh. Walaupun ini belum diculupin ya. Kayaknya dari dagingnya deh. Di situ udah ada karinya dikit yang diaduk di telur tadi. Ini pakaiin ini. Dih, ada dagingnya. Sama kentang kamu kentang. Coba ya. Makan, cuy. Rasa orisinal ini langsung ketutup semua sama kari. Padahal karinya tuh bukan yang strong banget gitu loh. Nah, gua sekarang mau nyar coba makan gaya orang-orang Palembang. Diguyur semua. Bam bam bam bam bam. N terus ini muka gimana nih? Tadi tadi dituangin biar semuanya enggak enggak enggak selera di gini kali ya? Iya. Iya kita coba dulu ya. [Musik] Kita coba yang udah langsung diguyur. Makan cuy. Hm. Ini benar-benar otentik banget rasanya tuh. Otentik. Kayaknya di Jakarta jarang ada yang begini. Tapi dia beda jauh kan sama martabak biasa. Setelah dicampur-campur semua beda banget sama martabak yang biasa kita temukan di Jakarta. Hm. [Musik] Lu bisa lihat sendiri ya, tempat ini jadi ramai. Berarti penikmatnya banyak. Yang suka tempat ini banyak. Sekarang gua mau nyobain ini. Nyobain nasi minyak punya anak-anak ini. Gua minta warnanya kayak nasi kuning tapi rasanya jauh banget dari nasi kuning. Ini acar nanas. Ini acar timunnya. Dan ini Malbinya. [Musik] Mal itu kayak rendang tapi manis. Ah, kita coba ya. Sepiring nasi minyak makan, cuy. [Musik] Nasi minyak ini. Ini minyaknya tuh dari minyak samin kayaknya. Jadi rasanya tuh beda banget. Nah, kalian cuma bisa temukan ini di Palembang. Hm. Malbinya sih bikin makanan ini jadi enak nih malbinya nih. Wah mantap menbi. Enggak semanis Mal gua makan. Malbya lebih manis. Enggak. Ini lebih aman lebih. Huh gila mantap mennya. Nanti gua pengen makan rame-rame nih sama tim gua. Kalau udah makan yang berminyak gini paling enak ditutup dengan apa? Minuman yang mantap dan segar. Apalagi kalau bukan teh botol Sotro original. Dan jangan lupa pakai es batu. Wuh. Oh. Engah. Minum, cuy. [Musik] Segernya. Wah. Ha. Karena teh botol sosro original ini terbuat dari 100% teh melati asli dan juga gula asli. Gua bisa ngerasain sedikit rasa sepat yang khas banget dari teh aslinya tuh. Karena apapun makanannya minumnya teh botol sosro. Kenyang banget, Men. Sekarang saatnya kita bayar bayar. Pak, saya mau nanya. Ini kan ada martabak itu sebelah sana ada martabak juga. Sama enggak? Beda. Manajemen, pemilikan beda semua. Kok bisa gitu? Ya karena kalau dulu tuh dia itu ikut kerja dengan Pak Haji Rojak. Terus dia bikin sesuatu yang sama di dekat Pak Haji karena udah dianggap saudara. udah dianggap saudara. Tapi itu mungkin sudah berlangsung lama kali ya. Iya. Dan orang-orang tahu mungkin yang asli sini sama di simpang sekit. Oh di sini sama di simpang sekip. Simpang sekip yang ada gambar rojak. Oke. Uh pas lagi azan. Kita stop dulu ya. Kalau martabak spesial itu berapa? Spesial itu 65. Kalau nasi minyak Malbi. Malbi 37. 37. Kalau misalnya yang ini kan martabak telur bebek atau telur ayam. Martabak telur ayam berapa seporsi? Telur ayam 26. Kalau telur bebek 36. Kalau tadi 65 karena ada daging pakai daging eh spesial pakai daging sapi ya komplit ya. Nah, itu dia harga-harganya ya. Ini saya bayar dulu, Pak. Ini lebih udah enggak usah dikembaliin. Tadi saya ada apa ada traktir ini, Bapak baju merah ada traktir ini pengamen juga sisanya ambil aja. Terima kasih Pak. Makasih banyak. Iya, sama-sama. Saya jalan dulu Pak. Makasih banyak sudah boleh diliput tempatnya ini. Mudah-mudahan video saya bermanfaat. Bawa rezeki ke sini. Amin. Amin. Bawa rezeki ke semua yang kerja di sini. Ya, sukses terus. Sehat selalu, Pakah, ya. Ayo, Man. Kita jalan, Man. Oke, Mamen. Thank you sudah nonton episode kali ini. Ikuti terus video gua bareng Tebotol Sosro yang lainnya. Damen C. Halo. Depannya ada martabak, Kak. [Musik] Mana dia jual martabak depan warung martabak. Tegang banget si abang. Tegang banget. Takut dia takut. Salah takaran karena kalau lebih dikit langsung dipecat ya. Dibet sekarang diet. Dilbet diet sekarang bet diet. Serius beneran dia diet. Aduh banget bang. Yeah.
← Kembali ke Beranda