📄 Transkrip Video
Tapi susah banget nyari informasi tentang kuliner di sini. TikTok kita gak bisa, Google Map gak bisa, Google juga gak bisa. Jadi kita tuh ison aon. Itap. Ini pakai pakai apa? Yo mamen. Balik lagi sama gua Next Carlos di Makan Keliling China. [Musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Gua masih di kota Wuhu, China, man. Karena kalau buat kalian yang nonton video sebelumnya, jadi gua tuh diundang Cherry buat datang ke pabriknya dia di kota Wuhu. Nah, tentu saja gua enggak melewatkan kesempatan untuk kulineran. Tapi susah banget nyari informasi tentang kuliner di sini karena TikTok kita enggak bisa, Google Map enggak bisa, Google juga enggak bisa. Jadi kita tuh mau enggak mau kita nanya orang lokal, kita nanya staf hotel, kita nanya ee guide-nya kita, kita nanya aja. Jadi, gua minta tolong dong kasih tahu lokasi orang lokal kalau nyari kuliner di Buhu tuh di mana. Nah, ini salah satu yang dekat sama hotel nih. Ini area gua apa ya area ini namanya? Iya, pakainya tulisan Mandarin. Aduh, pakai tulisan mandarin lagi. Kalau ini Zong Cengcaifu Street namanya tuh kira-kira Zong Cengaifu Street. Nantilah nanti gua kasih titiknya di bawah. Yuk, kita kulinaran yuk. [Musik] Jadi kita random jalan jalan jalan jalan dan gua lihat di sini ada yang pakai kerudung makan di sini. Wah berarti ini kemungkinan halal gitu ya. Jadi tadi gua tanya yang jual ini halal enggak? Katanya halal katanya. Ini pas terus ditunjukin makanannya di situ tuh makanan. Ternyata nasi kebuli gitu [Musik] tuh. Chang ini awan awan. Iya. Ini tuh kayak kayak nasi kebuli sebenarnya tuh. Nasi rempah gitu. Iya. [Musik] Ohow. Oh, kayak nasi yang kita makan di itu, Ki Wendy. Oh, coba. Oh, coba. I try. I try. Oh, boleh dikasih coba ya. Oke, lu cobanya banyak ya. Gua disuruh coba tapi kayak udah seporsi ya gitu ya. [Musik] Hmm. Iya. Nasi kebully. Jadi nasinya dia pakai wortel dan seperti biasa khas khas dari kebulinya itu loh biasa masak bareng nama daging ini dagingnya nih [Musik] yang oh kambing. Kambing. Kambing. Kambing. Ini daging kambing. Makanya masih ada bau-bau perengus. Khas banget ya. Khas kambing gitu. Buat tanya apa menu bestseller di sini? [Musik] [Musik] This good is this good? [Tepuk tangan] [Musik] Oh. Oh, sama nih kambing nih. Kambing. Kambing juga this one. Oke. Oke. Eh, ini ini oneong. Oh, harga 100 big. Oke. Oke. Jadi bisa makan ramai-ram. Oke. Oke. Oke. This one. This one. [Musik] Oke, ini satenya udah datang. Tuh. Kalau gua lihat ya bentuknya ini kayak sate-sate yang gua makan di konten-kontennya. Bobon sama Pak Wedu Cagur tuh. Nih bumbunya tuh sama bumbu jadi bubuk. Bubuknya itu tuh kayaknya khusus banget gitu loh. Ini ada empat jadi satu orang satu ya. Gua enggak ngerti kenapa dia empat apa seporsi empat apa dia lihat kita satu orang eh ada empat orang ini dia bakarnya pakai kayak besi gitu. Kalau di Jogja kayak sate kelatak pakai jari-jari. Ya kita coba ya. Makan makan cuy. Doa cuy. Ayo sebelum makan. Sebelum makan kita doa dulu, ya. Huh. Makan, cuy. [Musik] Ayam. Enggak, bukan ayam nih. Kambing ya. Kambing rasanya itu ini jauh lebih enak enggak? Oh, karena bukan cuma bubuk yang khasnya itu, tapi enggak tahu ya. Bumbunya tuh lebih basah gitu. Kalau yang kemarin-kemarin kita makan kayak kering ya. Ini lebih basah bumbunya. [Musik] H apa mungkin jus dari dagingnya ya? Gua gak tahu karena dagingnya juga pas dimakan tuh masih moist gitu loh bukan yang kering banget. [Musik] Mantap. Coba, Ki lu sini. Nih. Ni cobain nih satu nih. Oke. Makan, cuy. Mirip-mirip kan bumbunya. Kalau bumbu yang bubuk itu sama ya. Heeh. Tapi iya benar sih. Lebih lebih rich lah rasanya tuh. Lebih rich gitu. Heeh. Kayak juicynya keluar tu. Iya. Moist dari dagingnya tuh masih ada. Enak enggak? Enak. Enak ya? Pakai nasi tapi gua pakai nasi lebih enak. Nasi itu tadi tuh. Oh iya iya. Gilbet. Gilbet lu gantian. Ganti. Ayo bet. Coba bet. Gila di Cina tim gua pada masuk kamera semua nih. A B cobain B. Majingan enggak yang dipakai nama bubut? Masih, Mas. Coba makan, cuy. W, coy. Hmm. Oh, ini lebih smoky yang dibobon kan digoreng. Masa sih lebih smokey? Oh, yang dibobon digoreng ya? Bobon digoreng. Oh, ini enggak. Ini enggak. Ini enggak tahu ada Ki bukan di smoky ya? Ada tipis kali mulut lu kali ada arangnya. Capung capung coba nanti pemain pemain nih pung [Musik] enak ya tapi sama enggak sama yang yang kita makan di bobon bubuk cabainya sama bubuk cabenya sama asinnya sama asinnya asin ada asin ini pakai pakai apa wijen juga ya ada tap iya ada wijennya tapi tapi tapi tapi enggak sebanyak banyak enggak aromanya tuh enggak yang sampai banget penuh gitu jadi kayak pelengkap aja dia bikinnya sama ya benar lebih moist lebih lebih basah lebih lebih jus lebih jus enak enak kan ini namanya Shinciang Shinang ini namanya Shinchang avant kalau kalian cari nanti gua masukin ya alamatnya di bawah oke ini pesanan gua yang ayam Mirip sebenarnya kalau dari tampilan ya, ini mirip banget sama yang gua makan sama Bogor. Nah, ini kebullyinya lagi. Ini gua pesan buat anak-anak nanti bagi-bagi. Ini namanya Shincha Chicken ya. Sincha. Uh, gila kuahnya sih merah banget ya. Gua enggak tahu nih pedas apa enggak. Gua basahin dulu dah. Jadi ada kentang, ada ayam. Gua coba deh kuahnya nih. Coba ya. Nyerup cuy. Ini pedas sih dan rasanya itu gila itu kalau kalau diseruput langsung kayak begini sih gila lumayan lumayan nendang cocoknya pakai nasi emang ya kita coba ya makan cuy [Musik] pedas pedas sih tapi kayak pedas lada sih ini kayak cabe merah tahu enggak cabe merah kan warnanya merah tapi enggak pedas Terus gitu. Susah dijelaskan sih bumbunya tuh bukan bumbu bukan rempah kita banget. Hmm. Kalau yang kemarin tuh masih kayak gua bisa bilang itu kayak ayam kecap gitu. Maksudnya arahnya ke sana. Kalau ini enggak. Tapi ini kalau pakai nasi putih ya lumayan bisa bisa. [Musik] Aduh, gua kalau ke sini lagi mungkin gue yang gua pesan ya. Satenya. Satenya enak tuh. Sama enak. Kalau kamu sama nasi ya pakai ini aja. Ni. Gua mau makan bareng tin dulu. Udah kelar makan, Men. Kita udah pada makan semua. Ini totalnya tuh 165 UN. Kalau di China tuh semua cashless. Jadi selalu pakai scan gitu. Ya, kita nyari-nyari lagi jajanan. Iseng aja dulu ya. Isenglah kita muter-muter ya. Nyari jajanan, ya. Yuk, yuk. [Musik] Ini ada stroberi, ada mansia tuh stroberi. Ih, itu jeruk tahu enggak? Tuh, jeruk dibungkus kayak jeruk dibungkus, stroberi dibungkus di gula kayaknya. Ada babi goreng nih. Mau gak? Ada ini. Oh iya. Sotong. Sotong. Ada ayam goreng. Tapi gua penasaran sama babi goreng ini. Gua minta tadi gua ngomong gua boleh enggak pesan porsi kecil? Gua pengen makan. Kita bagi-bagi aja langsung makan. Oh boleh. Kata dia 20 yen. Sekitaran Rp40.000. Ini gua penasaran nih. Jeruknya dibungkus, digulain. Tangulu tu namanya. Oh, namanya tangulu. Jadi Ongki nyari tahu ini katanya namanya Tangulu. Jadi buah digulain katanya. Coba ya. Penasaran enggak? [Musik] I ma. Iya. I I tu satu. I I I I. Oke. Oh sun yen 3 dolar. Oh, okeen. Oke. Thank you. [Musik] Oh, ada bungkusnya ya kayak permen ya. Iya. Ada kertas bungkusnya nih. Jadi dia buah kayak buah jeruk dibalur sama gula. Cobain ya. Oh, keras cuy. Iya. Kok permen. I permen. Kayak kalau di Korea tuh stroberi digulain. Oh. H uh ini enak, Men. Jadi gulanya memang manis. Dalamnya jeruknya jeruk asli dimakan tuh digigit manis dari jeruk tambah manis dari gula tuh yang jadi satu. [Musik] Nih nih nih kita beli ini babi panggang nih. Ada sayur ya? Dapat lalapan. Oh iya dapat lalapan ini makan cuy. Wih wuduh ini di Korea berarti tuaj. Oh, di Korea rasanya aneh coba. Aneh udah mamam. Kalau garingnya tadi mah udah enak garingnya. Uh, garing benarnya sampai ke situ ya. Heeh. Enak kok. Enak ya. Enak. Salah kali. Salah bagian kali lu. Salah bagian ya. Kita coba lagi ya. Engak ada lemaknya. Lemak semua itu. Tapi apa yang kurang ya bumbunya? Ti bumbu ini kayak tadi. Bumbu bumbu tabur khas banget nih. Coba bet coba bet udah habis ya itu. Hmm. Ih. Hmm. Eh btw kalau ada yang nanya ini kenapa krwunya pada makan babi semua? Kita semua ya. Eh eh Gilb Kristen nih. Yang yang lainnya semua Katolik ni pung cobain pung. Wih, kriuknya sih dapat ya kriuknya ya. Enak nih. Tapi. Hah? Enak. Yang gua ambil enak. Ada kriuknya, ada lemaknya, ada dagingnya. Menurut gua tuh masih enak kayak ada yang kurang gitu. Enaknya tuh enak tapi kayak bisa lebih enak gitu loh. Sekarang kita mau coba capada dulu lah. Canda. Best seller besteller. Oh, tutup. Oke, oke, oke. Thank you, thank you. Udah tutup, udah tutup, udah tutup. Kelamaan udah tutup. Kelamaan kelamaan bayar di sini. Jadi tutup dia yah. Padahal gua pengen minum. Pengen gede banget cap panda gitu. [Musik] Oh, itu kayak di Korea. Iya, susu Korea. Susu susu pisang. Ah, beli ini aja lah. Susu pisang. Jarang aja di enggak jadi, Men. Enggak jadi beli. Enggak tahu paymentnya enggak bisa tadi. Padahal dari tadi kita pakai payment pakai itu bisa, tapi yang kali ini pas di sini enggak bisa tadi. Jadi enggak jadi beli deh. Kita akhiri aja lah vlog ini. Nanti kita vlog lagi ya di tempat lain ya. Tur tadi masuk tadi. Hah? Tadi masuk oh lagi ini di sini masuk tadi. Lagi marah-marah coy di ini. Jadi enggak cuma di Indonesia doang. Di China pun konten gua meng-capture sesuatu yang random banget. Pal suaranya kecil masih bisa dengar enggak? Gua dengar kayak kucing keinjak kok hanget ya? Gua kelewatan, Mang. Ngobrol mulu sih lu. Kelewatan dingin banget. Dinginan lama-lama. H