📄 Transkrip Video
Gua pengen ngajak kalian makan ke salah satu kuliner yang gua juga mungkin belum pernah makan nih. Kayaknya teman banget nih gua dipanggil Ayang ini. Ada rahasianya. Ada bumbu rahasianya. Betul. Oh tapi legal ya. Itu tuh kok lu kabur kok lu kabur lu kan lu jangan kabur dong. Kok kok lu kabur sih? Oh, ini yang ini digulung-gulung, Kak. Kayak kayak ular gitu loh. Sudah 8 tahunan gua keliling Indonesia, Da, Abang sampai Merauke. Tapi baru kali ini ngerasain makanan kayak begini ini. Ini juga sama ini. Yo, Mamen, balik lagi sama gua Next Carli. Aslinya kuliner lokal bareng T botol Sosro. [Musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Hari ini gua lagi balik ke kampung halaman men Pontiana, kota kelahiran gua. Gua pengen ngajak kalian makan ke salah satu kuliner yang gua juga mungkin belum pernah makan nih, Guys. Yaitu kuliner khas Dayak Sanggau. Makanya nih di belakang gua udah ada salah satu ikcon kota Pontianak, yaitu rumah adat Dayak. Dan ini lokasinya di ada di Kota Baru ya. Ini jadi salah satu ikcon tempat orang kalau ke Pontianak foto-foto, spotfoto atau mampir untuk lihat-lihat gitu. Gua sih penasaran sebenarnya makanan asli khas Dek Sango tuh kayak gimana. Kita bakal berpetualangan untuk kuliner ke sana. Oke, tapi di panas yang trik ini gua enggak sendirian, Men. Gua selalu ditemenin sama teman makan gua. Siapa lagi kalau bukan teh botol SRO yang segernya pas banget. Ini juga pas banget karena gua bawa kemasan spesial teh botol SRO 2025 dengan judul Menyusuri Cakrawala Borneo karya Adena Farda Briana. Desainnya bercerita tentang bagaimana masyarakat Dayak yang dalam kehidupan sehari-harinya banyak terinspirasi dari hutan tanpa merusak hutan tersebut. Desain ini jadi salah satu kemasan spesial TE Botol Sosro 2025 kategori kebaikan alam Indonesia. Ada 10 karya dari kategori ini yang keren-keren dari ilustrator-illustrator kebanggaan Indonesia. Pokoknya kalian mesti koleksi 24 desain kemasan spesial teh botol sosro sekarang dan lestarikan warisan budaya dan tradisi asli Indonesia. Sekarang langsung aja kita mulai perjalanan kuliner kita kali ini. Let's go. Di tengah Kalimantan Barat, kuliner Day Sanggau tumbuh dari kekayaan alam dan kearifan lokal. Hidangan-hidangan ini bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menyimpan kisah tentang tradisi, persaudaraan, dan cinta pada alam. [Musik] Mari ikuti perjalanan gua untuk menyelami rasa dan ceritanya. Nah, ini dia nih salah satu tempat yang jual berbagai macam kuliner Dayak khususnya Dayak Sangkau. Namanya adalah BPS bukan BPK. Kalau BPK itu babi panggang Karo Medan. Kalau ini BPS, babi panggang sanggau. Kuliner khas Dayak. Tutunya tiup, akalnya Midop. Nanti kita tanya ya. Gua enggak tahu artinya nih. Nanti kita tanya aja. Ini di Jalan Harapan Jaya, daerah Kota Baru. Kalau kalian cari di Google Map udah sesuai sama situ. Karena ini namanya udah jelas babi panggang sanggau. Jadi buat mamen-mamen gua yang muslim mungkin mau skip videonya boleh, mau lanjut terus nonton juga boleh. Yuk kita langsung ke dalam Ardian yang punya. Iya. Wus. Panggilnya apa nih? Kalau di Jawa ada Mas. Kalau di sini apa? Kalau perempuan dipanggil Ayong. Ayong. Iya. Cowok apa kayaknya? Ay. Ay. Bukan Ayang. Oh bukan. Ayay. Ayay. Iya. Ayang. Oh, gokir Ayong. Ayang gitu. Ayang. W teman banget nih gua dipanggil Ayang ini wanita-wanita dari Dayak. Mang ini lagi numbuk apa nih? Daun ubi. Daun singkong. Kalau suku Dayak itu daun singkong apa donubi? Sama kalau orang Dayak di kampung itu sebutnya Donubi karena di baubi. Dan dipakai buat apa nanti? Jadi sayurnya itu daunnya ditumbuk dengan beberapa bumbu ya. Ada bawang putih, jahe, ada lengkuas dan ini kalau di kampung itu terung pipit. Biasa kita kenal lenca ya. Kalau di Sunda ya orang Sunda ngenalnya lencak biasanya dijadiin sambal. Betul. Iya. Cuma kalau tumbuhnya di Kalimantan namanya terung pipit dan enggak bisa dilalap langsung. Kalau lencah mungkin bisa. Kalau ini agak gatal kalau mentahnya kalau ditumbuk dimasak itu jadi enak. Enak. Berarti Bang Ardian ini asli Dayak? Dayak mix saya mix sama apa? Dayak sama apa? Sama Tionghoa. Karena memang kalau di Kalimantan banyak ya maksudnya orang-orang Dayek yang yang marit dengan Tionghoa tuh banyak banget. Banyak banget. Salah satunya teman gue juga dari sanggo. Berarti sanggau asli. Nah, ini babi panggang sanggau tuh apa sih? Kalau di Medan ada babi panggang Karo. Kalau di Ambawang ada bipang Ambawang. Betul. Babi panggang sanggaunya apa? Saya cerita dulu mungkin di Sanggau itu terkenal orangnya itu pada suka manggang. Setiap hari Sabtu Minggu punya kebiasaan weekend itu mereka suka manggang-manggang. Manggang tuh apa aja dipanggang? Semua bisa. Karena kebiasaan itu memang orang Sanggau itu terkenal jago-jago manggang. Kalau babi panggang sangu ini mungkin lebih mencirik khas panggangannya orang Dayak seperti apa. Nah, kalau zaman dulu orang Dayak itu manggang enggak ada yang bisa crispy. Sebatas dia memanggang sampai matang. Bahkan kalau zaman dulu tuh enggak ada bumbunya. Kalau ini ada bumbu. Ada ada rempah. Ada bumbunya. Ada rempahnya dan ada satu rahasia ya? Rahasia. Oh rahasia. Bising ada rahasianya. Ada bumbu rahasianya. Betul. Oh. Tapi legal ya. Tapi bumbu legal dong. Legal dong. Legalal dong. Kayak gimana sih coba? Kak coba. Aku aku tumbuk coba aku yang tumbuk. Oh tapi nanti kasih contoh dulu sekali ya. Kasih bawang bawang garam-garam sedikit. Enggak nama doang nih. Belum gini. Benar enggak? Betul. Atau gini orang atau orang gini? Gini [Musik] y ada yang keluar. Gimana? Salah itu ya. Harusnya enggak boleh sampai keluar-keluar ya. Iya. Gini benar enggak ya? Menyamping. Oh menyamping gini. Iya gini. Iya. Atau salah ya aku ya. Coba coba abang cocokan dulu Bang. Oh sama sama sama tumpah juga boleh nih. Jangan ya Eri awas lu edit gua jadi kayak kungfu panda ya. Awas ya gua pegang kayak hij ini. Tumbuk aja ya. Tumbuk aja biasa. Tapi lama-lama jadi gini. Iya. Iya. Coba K. Oh, sama tumpah-tumpah juga dia. Oh, kirain enggak boleh samp tumpah sama sekali. Kalau ini bakar apa nih, Mang? Ini babi panggang. Babi panggangnya? Iya, betul. Dikasih ini enggak? Bumbu. Marinasi dengan bumbu. Berapa lama marinasi? 1 hari. Kalau ini panggangnya udah langsung panggang aja. Enggak usah enggak dikasih bumbu lagi. Enggak ada. Langsung ada pilihan enggak? Maksudnya bagian dagingnya tuh cuma pilih dipilih yang bagian ini doang gitu. Untuk panggang memang kita prioritaskan tuh pakai yangcan atau mungkin yang ada lemaknya. Jadi jadinya seimbang gitu. Hari ini lagi enggak berburu babi kan? Enggak sih. Wah, saya takut ditangkap soalnya dekat banget dia langsung peluk gua. Ini buat besok nih. Persediaan besok. Ada menu lain lagi enggak? Ada ular. Ular. Ular piton di dapur. Itu kok lu kabur lu kabur lu kan lu jangan kabur dong. Wih, wih. Eh, kok kalau kabur si kan? Gua lagi framing, lagi framing. Lu kan lu kan ini dong yang dekat dong. Ambil yang dekat dong. Zoom, zoom yang dekat tuh. Tuh. Ini yang yang motong cewek yang ngebunuh. Cek. Heeh. Siapa? Ini dia dengan Kak siapa? Kini. Tadinya masih hidup. Iya. Terus kakak tangkap di hutan enggak gimana? Emang udah datang. Oh, pesan selalu. Ada memang ular ada tapi kakak yang bunuh. [Musik] Luar biasa. Enggak takut? Enggak. Dia lebih takut sama cowok-cowok bermulut manis. Sama janji manis ya. Nah ini kok lu ekspresinya gitu banget siil. Oh ini yang ini digulung-gulung kak. Kayak kayak ular gitu loh. Kayak di kok saya ini saya tengah kalau ini ada kepalanya ini. Oh iya boleh. Ini di tahun berapa sih kalau boleh tahu bukanya? Ini 2021 bukanya tiap hari? Setiap hari Kamis libur dari jam 11.00 sampai jam 09.00 malam. Ya udah kita langsung pesan aja nanti gua mau pesan beberapa menu. Sampai ketemu di meja makanu. [Musik] Gila ini dia pesanan gua banyak banget. Ada babi goreng, ada babi panggangnya. Ini dia ularnya dimasak kecombrangnya daun ubi tumbuk. Nasinya dibungkus pakai daun tungkus. Ini nyukang teri tumbuk. Babinya dimasak di dalam bambu itu. Tapi karena bambunya khusus, jadi dipindahin ke dalam muknya ya. Ya udah, langsung aja deh nasinya. Buset, apakah dia punya alasan untuk membungkus nasinya? Tuh. H nasinya jadi wangi. Ini sebenarnya lebih banyak tadi udah gua kurangin setengah. Kita mulai dari berdoa dulu ya. Mari kita coba nih pakai nasi langsung aja dari kita mulai dari babi panggang sanggaunya makan cuy [Musik] sensasinya tuh kayak makan babi panggang karo wangi smoke apa dagingnya berbumbu dagingnya Apalagi kalau lu dapat bagian yang ada lemaknya. Bagian kulitnya tuh agak alus digigit tuh ngelawan dia. Beda kalau misalnya udah jadi crispy. Wah mantap. Oh enggak sambal. Kita coba ya sambalnya. Hmm. Sambalnya tuh sambal merah gitu. Pakai kayak pakai sambal bawang, sambal merah kayak sambal untuk ayam goreng. Ini gua cobain nih ya. Ini babi goreng nih. Enggak kelihatan. Hmm. Ini makannya apa sih? Dicocol ya? Enggak, dia dimakan pakai nasi. Jadi ini ternyata dimakan pakai nasi nih. [Musik] Hmm. Sensasi kayak makan abon gitu tapi basah gitu loh. Soalnya dia ada terinya gitu. Uh enak ya. [Musik] Cuma dia gak ada tekstur aja kangnya udah ditumbuk sampai kering. Ya, sekarang gua coba nih daun tumbuknya. Daun yang tadi gua tumbuk sendiri. [Musik] Unik nih daunnya kayak berasa fresh banget. Proses yang tumbuk daun tuh cuma itu aja langsung disajiin. Tumbuk langsung ditumis kok masih ada tumis lagi. Fresh dari wangi daunnya masih masih berasa ya. Walaupun dia ditumis lagi habis ditunggu ditumis tapi tumisnya karena enggak terlalu lama rasa fresh dari daunnya tuh berasa banget ya. H enggak bakal mirip kayak kita makan sayur misalnya kangkung. Kangkung tumis gitu. Wah, beda ini. Benar-benar fresh banget. Wah, ini nih jantung pisang. Anak apa ya? Jantung pisang. Makan, cuy. Hm. Huh. Ini sekali makan nih kemelek nih. Ternyata dia sensasinya tuh asem-asem gitu pakai son kit nih. Hambar nambar terakhir nih ular. Adaduh dimasak apa nih ular? Kenapa diain gua nih? Dimasak bumbu kecombrang. Aduh gua nih kulitnya masih ada nih kulitnya. Eh lembut juga. Hmm. Ya, ini kayak masakan rumah gua nih. Nyokap gua biasa bikin suka bikin babi bumbu kuning gitu. Enak nih ini juga nih pedas nih. Babi gorengnya. Gila ini gila enak ini. Uh. Uh. Wah. G apa nih? [Musik] Sedikit asem. Enggak seasem si jantung ini. Tapi dia ada rasa jahenya nih. Kelihatan nih dari potongan-potongan jahenya yang besar-besar juga. Wah, ini makanan makanan sehat banget nih. Hmm. Udah 8 tahunan gua keliling Indonesia Abang sampai Merauke. Tapi baru kali ini ngerasain makanan kayak begini. Ini ini juga sama ini. Kalau ini ular pernah ngerasain dan mirip kayak masakan Manado juga. Mantapnya BB kalau kalian pengen nyobain sih. Habis habis man enak banget nih. Malah lumutnya goreng loh buat gua. Wih, lebih-lebih pagi dibakar. Uh, mantap. Nang sekalian masih nyobain sih datang ke sini. Gua cuci tangan dulu, Men. Canggung tapi tanggung satu lagi. Udah cuci tangan, man. Yah, udah bersih, udah kenyang banget gua. Mari kita tutup dengan yang mantap dan segar. Apalagi kalau bukan teh botol Sostro original. Ini es batunya mana? Nah, itu dia nih. Biar makin segar. Uh, minum, cuy. Segernya mantap banget, Men. Mantap. Wow. Gua juga ngerasain ada sedikit rasa sepet yang khas banget dari teh aslinya. Soalnya teh botol Sterro original ini terbuat dari 100% teh, gula dan melati asli. Jadi apapun makanannya minumnya teh botol soso. Udah kelar makan, Men. Sekarang saatnya kita bayar. Bayar, Bang. Udah kelar makan nih. Siap. Itu kan ada slogan tutuhnya tiok. Akalnya midok. Ini bahasa dari dari jangkang. Hanggau ya. Hanggau. He. Sutuh itu artinya kita mau mukul. Kulit kayu tutunya. Tiok-tiop itu pohon tiop. Kulit kayu tiop. Zaman dulu orang Dayak itu buat selimut, buat pakaian tuh dari kulit kayu. Jadi filosofara ditutuh itu tadi dipukul-pukul sehingga dia dipukul-pukul. Oh bukan tumbuk kayak bukan. Filosofinya adalah orang daya itu mampu bertahan hidup dengan akal gitu. Cari akal untuk hidup. Ternyata itu artinya ya. Saya pikir ada berhubungan dengan makanan gitu. Enggak ada. Enggak ada ya? Enggak ada. Tapi itu juga ada sih sebenarnya kayak kita cari pakis di hutan. Cari rebung untuk hidup. Betul. Mesti makan dulu baru bisa bikir gitu. Bisa berpikir. Saya pikir slogannya kira-kira seperti itu. Oh, ternyata beda ya. Kalau kayak tadi yang saya makan itu, itu hitungannya porsian semua ya? Porsian semua. Babi panggangnya berapa? Babi panggang yang tadi itu jumbo Rp75.000. Itu jumbo. Rp75.000. Rp75.000. Kalau ularnya 48. Ular 48. Babi gorengnya juga jumbo tadi 75. Babi goreng jumbo 75. Kalau teri tumbuk kampungnya itu Rp20.000. Buka. Jantung pisang itu Rp30.000. Pancu babinya itu Rp59.000. Daun ubi tumbuk Rp27. Nasi kalau nasi Rp7.000. Kenapa dibungkus harus dibungkus? Daun tungkus itu metode pengawetan sebenarnya. Heeh. Dia supaya tahan lama, tidak mudah basi dan bisa dibawa dalam jangka waktu yang panjang. Cuma daunnya enggak setiap hari ready kalau di BPS. Oh, gimana? Jadi kadang enggak enggak enggak dibungkus kayak gitu. Kadang enggak enggak dibungkus. Jadi karena dia daunnya ada musimnya tergantung musim ya. Jadi oke. Totalnya kita berapa semua? 397 ini aku pakai Kris ya. Oke, karena kex yang datang kita kasih ada enggak ada gak bisa gak ada enggak ada yang enggak ada semuanya mau kayak gitu enggak tetap bayar aku. Jangan jangan jangan dong jangan jangan jangan ini free nih K ini free. Jangan, jangan, jangkah jangan, jangan. Saya bayar aja saya bayar aja. Serius nih? Iya saya bayar aja. Serius saya bayar aja. Serius ya? Saya terima niat baiknya. Tapi saya bayar aja. Kapan-kapan deh kalau kapan-kapan saya datang lagi baru boleh. Sudah udah udah ya. Oke, Ko. Kok lebih enggak apa-apa. Makasih banyak ya, Ko. Sama-sama. Terima kasih banyak sudah berkunjung ke sini. Sama-sama. Semoga sehat selalu, sukses. Amin. Amin. Tapi saya belum selesai. Oke. Siap. Karena saya ada kerja sama dengan teh botol Sro nih. Jadi saya lagi kerja sama dengan teh Botol Sosro. Setiap video yang ada teh botol Sostronya menurut saya tempat makan yang enak itu. Ini dapat stiker teh botol Sro Enak. Rekomendasi teh botol X Max Carlos. Terima kasih banyak. Dan ini salah satu yang enak dan boleh dicoba. Enggak cuma ini, tim T botol Sosro bakal datang kasih plakat penghargaan. Siap dan akan dipromosikan di media sosialnya T bot Botol Sosro. Siap. Terima kasih banyak. Ini saya tempel mana nih? Tempel di sini. Beh, thank you K. Asli enak. next ya. Thank you sekali lagi saya nih. Mudah-mudahan video saya bermanfaat, bisa datangin rezeki ke amin. Amin. Amin. Terima kasih banyak sukses terus, sehat selalu. Siap. Ayo kita balik. Perjalanan rasa ini membuat kita menjadi lebih dekat pada kearifan lokal kuliner Dayak Sanggau. Bukan sekedar hidangan tapi juga menjadi wujud cinta pada budaya dan juga tanah leluhur. Bersama gua dan T bot Botol Sostro. Ikuti terus perjalanan gua dalam mempertahankan keahlian kuliner Indonesia. Karena apapun makanannya minumnya teh botol soso. Kirain ada orang main kecapi gitu. Enggak kena royalty ya, Mas ya? Apa? Musiknya enggak kena royalti ya? Enggak aman musiknya. Aman enggak kena royalti K? Berarti ada ular sini ada. Tolong boleh usir enggak ularnya? Aku mau makan. Masa gua lagi makan dipatok ular nanti. Enggak lucu kan? Kok masih utuh ya? Kepalanya masih ada juga. Masih ini dia yang dia dia pegang. Iya. Bagusnya di atas kepalanya. Coba enggak usah. [Musik]