Beranda › Video

SATE JUMBO INI 8 JAM BARU MATENG!!

📅 28 Juli 2026👁️ 569K views👍 8K likes💬 562 komentar⏱️ 17:22
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Ragei Phonfon adalah tempat makan yang menyajikan sate jumbo dengan rasa yang lezat dan harga yang terjangkau

📝 Deskripsi Video

Pantesan aja rasanya badabest, masaknya aja sampe 8 jam men! Di pertengahan jalan dari Manado menuju Tomohon, ada 1 kuliner khas Minahasa yang banyak direkomendasikan: ragey! Berukuran besar-besar, sate samcan babi ini terlalu menggoda untuk dilewatkan! ⏰ 12:00 - 23:00 💰 Rp 50.000,- 📍Von von Ragey Link 3, Kakaskasen Satu, Kec. Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

Selamat datang di Argentina. 100 ekor yang 100 k sekitar 8 jam. Oh, the best man. The best. Yo, Men. Balik lagi sama gua Next Carlos di Makan Keling Indonesia. Wuh. [musik] [musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Selamat datang di Argentina. [tertawa] Gua udah enggak tahu ini Argentina apa Indonesia karena benderanya semua bendera Argentina. tadi di beberapa titik juga benernya bener Argentina. Ini lagi World Cup sih emang lagi Piala Dunia dengan view Gunung Lokon ya yang ada di belakang itu. Keren ya. Gua tuh lagi ada di daerah Tomohon e dekat mau ke Tomohon sebenarnya masih agak pinggiran lah bukan di pusat kota Tomohon. Kalau misalnya kalian dari Manado menuju kota Tomohon itu melewati satu tempat makan yang sangat-sangat terkenal di Manado. Semua orang suruh gua makan ke tempat ini. Namanya adalah Ragei Phonfon. Wah, makanannya seperti apa? Nanti gua tunjukin di depan. Dan gua enggak sendiri. Gua ditemenin sama orang yang dulu ada di dalam video gua, [tertawa] Melissa. Oke. Baik, Melissa. Melissa apa kabar? Baikbaik kau. Baik. Dia datang sama suaminya Hendra. Iya. Hendra baik juga. Amin. Sekarang udah ada anaknya. Iya. [tertawa] Kex juga udah mau ketiga. Iya, ketiga. Kita sambil sambil jalan aja ya. Kita sambil jalan ya. Soalnya tempatnya tuh di depan waktu kita ngonten itu di Tomohon itu 8 tahun lalu. Iya. Sekarang anak umurnya berapa? S 4 tahun. Satu. 11 bulan tuh udah dua anaknya. Nah, ini kita lagi jalan menuju Rage Fon. Sebenarnya dulu waktu itu kita mau ke sini ya. Heh, cuman tutup kayaknya. Iya, tutup. Saya lupa deh. Kayaknya tutup deh waktu itu. Jadi langsung ke makanan ekstrm. Langsung ke makanan ekstrem. Betul. Di Tomohon ditemenin sama Melissa juga. Ini area yang jualannya paling ekstrem ya. Heeh. Jadi ada monyet. Ada monyet. Babi hutan. Babi hutan. Ada ee kelelawar. Kelawar. Tikus. kan bahkan sampai anjing sama kucing ya. Kalau buat mereka di sini udah biasa sih. Heeh. Jadi ini ya ya budaya mereka sih. Budaya Minasa ya. Orang Minasa ya. Orang Minasa di sini nih tempatnya [musik] ragei kon. W dari bentuknya aja udah jelas ya ini apaan. Samcan. Jadi buat mamen-mamen gua yang muslim kalau mau skip videonya boleh, kalau mau lanjut nonton juga tetap boleh. Yuk kita ngobrol-ngobrol sama yang punya ya. Halo Ci. Halo. Panggilnya apa ya? Cici iya dengan Ci siapa? Ci Eng. Ci Eng. Iya. Saya next tukang makan. Salam kenal ya, Ci. Iya. Rumah makan pon ni punya Ci? Iya. Eh, Kakak. Punya kakak. Oh, Fon tu nama kakak. Iya. Oh, FP tuh nama kakaknya. Tapi masih ikut aktif. Masih aktif. Iya, masih ikut ya. Nah, ini banyak banget yang suruh saya datang cobain makan ke rage di sini. Boleh kasih tahu, Ci, rage itu apa sih? Rage itu sate yang besar. Sate yang besar dan pasti udah pasti samcan gini. Iya. Oh, bukan daging doang bukan. Ah, pasti samcan dan potongannya besar-besar. Gua enggak boleh dekat-dekat nih. Bentar lagi soalnya gua dipotong nih. [tertawa] Lemak soalnya udah banyak nih. Sama kayak ini nih. Lihat. Udah berapa tahun jualannya? 20 tahun. 20 tahun. Ini masih masuk eh tomohan enggak atau masih karena tomohan kota masih. Tomohon. Iya. Ini tomohon ke atas kas apa tuh? Kampung. Oh kampung. Kampung. Oke. Oke. Waduh. Asem, asem. Uh, udah mulai matang. Ini buka jam berapa, Ki? Tadi buka jam 12.00. Oh, jam 12 buka sampai jam jam 11.00 malam. Sampai jam 11.00 malam. Tiap hari buka ya? Iya. Nah, ini jualannya cuma sate rage doang atau sama sop brandebon? Sopren? Iya. Ee selain itu cuman itu. Oh, cuma sate sama sop brandebon aja. Oke. Jadi orang makan udah cuma itu aja ya? Iya. Sama sayur. Sama sayur. Gua udah kayak diasep gua [tertawa] ini. Kalau ada orang yang mau makan daging gua, udah smokey ini gua. [tertawa] Ada dibumbuin enggak ini, Ci? Iya direndam. Oh ini dibumbuin. Saya pikir ee langsung bakar aja. Enggak direndam sama jeruk. Oh tetap dimarinasi dulu. Iya. Biasnya dimakan pakai sambal. Iya. Iya. Sambal apa? Sambal. Sambal. Sambal. Iya. Sambal ric. Iya rica. Sambal rica. Iya. Oh pakai sambal rica. Bisa berapa ekor babi hari-hari? 100 ekor yang 100 kilo. Babi? Oh satu ekornya 100 kilo. Iya saya juga saya juga 100 cuk. Sonya banyak kirim ke Jakarta. Oh banyak yang kirim ke Jakarta juga bisa. Yang pik pik yang kok dan yang big k ind itu pakai apa divakum enggak ada tentang beli sendiri. Kalau orang beli bawa pulang Jakarta bisa divakum. Bisa tidak divakum? Bisa. Oh, bisa juga pakai batok ya? Iya. Iya. Batok enggak pakai arang ya? Enggak. Cici kuat sekali nih. Enggak kepedasan. Enggak matanya enggak pedas. Ini kena asap. Makan sesuai arah angin. Kalau angin begini ke sana. Oh, jadi kita ke dalam ya buat pesan ya. Gua udah pesan menampai ketemu di meja makan. [musik] [musik] Ini yang kita pesan sate ragenya. Dia udah dapat udah dapat sayur ya. Sayur. Terus ini kita tambah sobr. Ih langsung ini apa lemaknya ya? Lemaknya langsung apa? Beku. Nah ini lemaknya. Ini brandbon. Betul. Uh. Tulang. Ini dimasak apa sih kalau em apa brand baon kuah. Kuah kuah pakai bawang putih, bawang merah. Pakai bawang putih, bawang merah gitu ya. Cengke, pala, kangkung. Ini apa? Nasi. Nasi bungkus. Nasi bungkus. Bedanya apa? Kayak kayak kayak lontong kan? Ee ini ada daun nasi. Daun nasi. Daun nasi. Daun nasi. Yang di sini bilang di mana? Dia bilang daun nasi kok. Jadi beras di langsung dibungkus di daun terus dibukus. Kalau di Makassar Makassar ee buras tapi buras pakai santan ini gak cuman nasi. Oh oke. Jadi dikukusnya lama. Dikukusnya dikukusnya lama. Sebelum makan kita doa dulu ya. Oke sekarang kita mau mulai dari mana nih? Melisa mah udah enggak usah pikir panjang lagi dari sini ya. Mulainya orang biasa makannya gimana? Langsung satu-satu langsung gigit gitu. Aku coba ori dulu dah. Makan, cuy. Hmm. Kayaknya ini bumbunya simpel aja deh. Kayak cuma pakai garam. Garam micin. Micin tu jeruk pakai jeruk enggak? Dia mungkin ada jeruk, ada cupang mungkin. Huh. Huh. Asam gurih. Asinasin asin gitu. Terus crunch. Nah, itu N ini sekarang bagian ininya nih. Bagian Samcam makan cuy. [tertawa] Makanannya sedar. Hah? Siram cabe. Hm. Iya, siram cabe udah kayak babi goreng ya. Heeh. Sebenarnya tapi ini kan dipanggang. Nah, itu dia udah kayak digoreng ini. Tapi sebelumnya ini mungkin direbus kok. Iya, dimarinasi. Dia udah marinasi katanya. Kita coba ya. [musik] Ini ambil makan cuy. Hmm. Sambal apa ini dia sambal rica. Ini rica bakar ya. He. Bawang merah. Hm. Jahe. Hm. Cabe. H. Mungkin sedikit bawang putih. Salah satu yang khas dari sambal-sambalnya Manado tuh ada jahenya ya. Jahe. Kalau makanan HK tuh khas bawang putih. Hmm. Kalau ini tuh lebih jahe. Jahe mungkin ada perasan lemon. Lemon cui. Perasaan lemon cui. Di sini. Iya. Enaknya ada asem. Asamnya asam sedikit. Ini pepaya apa? Ee daun pepaya. Daun pepaya. Heeh. Eh. Oh sori. Bunga pepaya. Bunga pepaya. Iya. Aduh. Ambil lagi deh the best man. The best. Yang enak tuh dia dagingnya masih lembut juga. Lembut. Heeh. Apagi ada. Tapi ada garing-garingnya karena tipis potongan agak tipis potongannya. Oh, ada yang tipe tebal-tebal. Heeh. Heeh. Ini agak tipis. Tipis tapi lebar ya. Heeh. Cobaan berbebon. Ini sup bernebun pakai rempah-rempah bawang putih, bawang merah. Warna warna coklatnya ini dari mana? Dari brenebon. Brenebon itu apa? Kacang merah. Kacang merah. [musik] Oh, kacang merah. Kacang merah. Jadi ini kacang merah. Atasan dagingnya tuh warnanya kayak merah gitu. Merah coklat. Ah, kacang merah. Terus pakai [musik] cengkala, daun seledri, daun bawang. Wuh, ngerti loh dia. [tertawa] Karena hobi masak. Oh, kamu hobi masak juga ya? Iya. Akhirnya enggak anabel kan makan, cuy. [musik] Uh, gila, lembut banget dia dagingnya. Lembut banget. Buset. Lama enggak masak ini? Sebenarnya kalau presto, tapi biar lebih lama lebih lembut. Biar lebih lama biar lebih lembut ya. Heeh. Kalau pres mungkin beberapa jam cuman kalau masak lebih lembut, lebih lama lebih. Iya. Jadi mending mending masaknya lebih lama supaya lebih lebih meresap lagi ya. Lebesap. Heeh. slow cooker. Biasa kita masak slow cooker dari malam nanti pagi baru. Jadi teknik masaknya ini kok biasanya rebus dulu ini daging sama kacang merah. Heeh. Nanti dia udah empuk. Heeh. Nah, terus nanti masak masak lagi bawang putih, bawang merah, daun bawang. Heeh. Masak dulu pakai minyak tumis terus dicampur sama ee kuah kaldu yang udah ada brenebon sama ee apa? Kaki. Kaki biasa. kaki atau tulang rusuk lagi. Kacang merah tuh brandebon. Heeh. Kalau bilang brandebon. Brandon pakai lagu siapa? Oh pamas ya. Wah enak loh. Kok masih sisa diet? Diet. Ya udahlah makan ini satu [tertawa] diet. Kalau ini bikin bumbu gimana? Cabe rawit bawang merah. Hm. Sama jahe. Cuman jahe duluan ditumbuk biar [musik] agak halus. Oh. Terus ini ee bawang merah sama lica atau cabe rawit. Cabe rawit baru ditumbuk. Uh, gila. Terus dimasak. Kalau sudah selesai, udah agak masak, udah enggak langu baunya, terus ditambahi mungkin ini tambah lemon. Lemon cui. Itu lemon cui. Lemon cui. Lemon cuy. [tertawa] Terus tambah ee garam micin sih paling. Kebanyakan sih di sini pakai garam micin. Engak mau buka restoran enggak? Sebelum COVID itu ada buka sebenarnya. Oh, gara-gara COVID ya? Heeh. Gara-gara COVID tutup nih. Lasman nikmat banget gua. ngap mesti coba kalau kalian ke Manado atau ke Tomohon udah kelar makan men kenyang banget nih semua udah makan juga saatnya kita bayar-bayar kok kita udah kelar makan nih gimana K rasanya itu bisa ya padahal dibakar tapi kayak kayak digoreng. Oh, itu kan proses sebelumnya dimarinasi dulu. Iya. Biasa tuh kalau udah dibakar tuh kadang alot loh kalau dibakar ini. Tapi empuk itu gimana? Bisa proses marinasinya lama. Proses marinasinya lama itu nih berapa jam? Sekitar 8 jam. Oh, [musik] jadi itu babi berendam dulu dia selama 8 jam ya. Enggak, enggak keriput ya dia kan kita berendam 2 jam aja udah kayak keriput. [tertawa] Dimarinasi tuh sampai 8 jam terus baru dibakar ya. Oh, pantesan bisa empuk kayak gitu. Mantap. Nah, ini tadi kalau kita pesan kan sepaket ya. Iya, sepaket. Sepaket tadi nasi, dua tusuk sama sayur. Sayur untuk satu orang. Untuk satu orang sepaket itu berapa? Rp50.000. itu Rp50.000. Jadi nasi dua tusuk e sama sayur itu kalau soft brand nebebon satunya porsi Rp30.000. Seporsi Rp30.000. Sh brandebon seporsi Rp30.000. Kita total berapa ini tadi? Sudah dibayar sama siapa tadi? Wah, [tertawa] wah ini pelakunya. Udah, udah bayarin. Waduh. Udah, udah aman, aman. Gua udah curiga. Siapa yang bayar? Enggak. Kenapa? Karena tamu harusnya tamu. Astaga. Rumah. Ayo, berapa tusuk lagi kita? [tertawa] Aduh, susah nih kalau kayak gini nih. Biasanya orang yang udah sdewasa biasanya. [tertawa] Karena kalau waktu remaja rebutan kabur, kalau udah dewasa rebutan bayar kita ya. Aduh, terima kasih jadi repotin nih. Udahlah dia enggak dia enggak makan. [tertawa] Kenapa kamu? Oh, aku tahu kenapa dia saya tahu alasan dia enggak makan. Dia mau yah gitu ya. Iya. [tertawa] Udah enggak makan ya dia malah traktir. Makasih banyak luasama. Thank you ya. Sama-sama. Sukses terus. Amin. Lebih sukses juga. Iya. Melisa juga nih. Melissa. Eh, ternyata Melisa punya TikTok namanya. Kuliner Manado by Melissa Christi. Uh, kuliner Manado by Melissa Christi. Jadi, kalau kalian mau nyari kuliner Manado ya tuh tinggal buka TikToknya Melissa aja. Thank you, thank you. Seali lagi. Thank you, thank you, thank you. Ya, sampai ketemu lagi. Thank you, thank you. Oke, kita balik lagi ke ini. Jadi, kita udah dibayar kok. Iya. Udah. [tertawa] Enggak j akhirnya enggak jadi bayar-bayar tuh. Baru kali ini gua kecolongan nih Mas Hendra itu kok. Thank you ya. Sudah boleh diliput tempatnya nih. Mudah-mudahan video saya bermanfaat bisa datangin rezeki ke sini ya. Jadi orang yang kalau mau dari Manado mau ke Tomohon mampir dulu gitu ya kan. Semoga sukses selalu, sehat selalu. Sukses juga. Terima kasih. Sama-sama. Thank you kita balik main. Thank you mam nonton episode kali ini. Uhuhilah panas trik begini. Tapi anginnya di tomohon tuh adem gitu loh. Karena dia agak tinggi dari laut jadi anginnya adem. Ah sampai ketemu lagi di episode-episode yang lainnya men. Ciao. Nah ini Hendra suaminya ikutan juga udah lama enggak ketemu ya. 8 tahun lalu pertama ke Manado dibawa ke Tomohon ke pasar itu kan kalau kalian nonton episode yang itu rambut masih gondrong sekarang kita ketemu lagi. Yeah.
← Kembali ke Beranda