BerandaVideo

AMOI CANTIK PENJUAL CHOIPAN INI BIKIN SALFOK MEN!

📅 27 Juni 2025👁️ 1.3M views👍 15K likes💬 990 komentar⏱️ 15:06
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Choi Pan Tho Ce adalah tempat makan yang menyajikan Choi Pan dan rujak udang yang enak, dengan harga yang terjangkau dan porsi yang cukup besar.

📝 Deskripsi Video

Ketemu penjual Choi Pan cantik di Singkawang! 🙏❤️ Choi Pan jadi salah satu makanan wajib yang harus kalian makan kalau ke Singkawang! Dari berbagai penjual Choi Pan, gw tertarik untuk makan di Choi Pan Tho Ce. Pas lagi tanya-tanya, gw salfok sama amoi cantik penjual Choi Pan disini men! Sampai team gw juga pada gak konsen! 😅 ⏰08:00-18:00 WIB 💰Rp2.500(per pcs) Rp25.000(rujak udang + rujak buah) 📍Choi pan Tho Ce Jl. Hermansyah Gg. Dwi Tunggal No.43, Melayu, Kec. Singkawang Bar., Kota Singkawang, Kalimantan Barat 79122. ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

Salah satu kuliner yang khas banget dari Singkawang adalah Coipan. Ada yang beda sendiri nih. [Musik] Aku spesial punya. Spesial apa tuh? Makan, cuy. [Musik] [Musik] Yo mamen, balik lagi sama gua Next Carus di Makan keliling Indonesia. Ui. [Musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Kalau ke Singkawang enggak makan coipan itu rasanya ada yang kurang banget. Salah satu kuliner yang khas banget dari Singkawang adalah Coipan. Kalau kalian nonton video gua dulu, lima rekomendasi kuliner halal di Singkawang, ya itu kan gua ada bikin video itu waktu awal-awal gua merintis itu salah satunya ada coipan di situ. Yang waktu itu gua makan itu adalah coipan keluarga Cang. Jadi kita kayak ke satu cagar alam gitu, itu rumah-rumah jadul gitu namanya tuh rumah keluarga C. Kenapa? Oh, pantesan lihat-lihatin enggak? Gua enggak lihat-lihatin. Gua cuma nyenggol-nyenggol gilbet gini-gini doang ini orang yang dibalik kamera ini tiba-tiba tiga orang matanya ngelihat ke lain. Gua ada apaan sih rupanya nih. Nah, tuh sampai mana kan gua tadi lupa gua. Jadi waktu itu gua pergi konten di keluarga CIA. itu tuh dia udah enggak jualan lagi di situ. Dia pindah dan ada dua, ada yang di sini ada yang di satu lagi di tempat lain. Kalau kalian nonton vlog Next VV, nah itu ada di video yang satu lagi di video Next VV nih. Kalian klik aja ke di sini nih videonya ya. Namanya tuh sama-sama coy Toce C. Dua-duanya sama coy to, tapi ini mereka kakak beradik jadi beda. Yang orisinil yang di keluarga C tuh udah enggak ada coyant. Yang ini adalah yang ada di Jalan Hermansia Gang Dwial. Kalau kalian cari namanya coan apa? Toch juga ya. Tapi jalan Hermans ya. Yuk yuk kita ke dalam yuk. Yuk kalian kita tanya-tanya ya. [Musik] Halo Ci. Halo. Dengan Ci siapa? Ci Lili. Ini tuh namanya itu namanya mama. Biasa orang panggil dia tote. Gitu. Itu foto siapa? Fotonya mama. Oh itu fotonya mama. Nah kan coocenya ada dua. Yang satunya punya adik saya. Adik perempuan. Benar. Satu punya adik perempuan. Ini beda sama dapur enggak? Beda. Masing-masing dapur sendiri masing dapur. Tapi resep sama-sama dari punya mama. Iya. Resep sih sama cuma tergantung terap tangan ya masing-masing. Kalau gigi dari awal sini apa yang dulu yang ada di keluarga CIA itu? Hm. sebelum di sini kita juga di kawasan juga di kawasan keluarga C itu terus pindah sini. Iya. Jadi kenapa jadi ada masing-masing gitu? Karena orang tua sudah enggak ada kita jadi masing-masing. Coipan tuh apa? Kasih tahu Cipan itu apa? Makanan apa? Coipanipan ya bisa dibilang makan tradisional dari orang Tiong ya? Orang HK ya. Orang HK coi itu artinya kan sayur ya. Eh coi sayur ya? Ayo pan ini pan biasa orang bilang mm kue yang dibikin dari beras gitu. Iya kayak paniau terus atau apa pan apaagi pancake. Pancake bukan dong pancake. Pancake itu mah bukan adonan nih kayak giniah. Ya udah langsung lihat aja n boleh lihat ya ci bolehak ada beda sendiri ni. [Musik] Kok Cici enggak pakai bajunya belum jadi. Bajunya belum jadi. Aku spesial punya. Spesial apa tuh? Nah, itu kan mama aku. Oh, anak bos, guys. Anak bos. Ini lagi bikin coipan apa kok beda ya bentuknya? Beda tangan beda tangan. Beda ini ya? Iya. Ini bangkong ya? Ini rebung. Oh. Kok ada apa aja isinya yang di sini? Ada isi rebung, isi kuai sama isi bongkuang. Kalau lebih favorit nih orang makannya bengkuang. Bengkuang ya emang paling favorit itu. Jadi dia penuh dengan aroma bawang putihnya itu ya. Sehari bisa produksi berapa? Eh enggak tentu sih ada waktu ramai gitu misalnya imlek kayak Imlek C gome gitu. Heeh Fitri agak ramai itu bisa habis berapa potong? 1000 kita 1.000 loh di ini dikukus kan ya berarti ya kukusnya. Nah ini tempat kukusnya nih. Ini yang udah jadi yang dikukus. Oh ini yang udah jadi. Sudah jadi. Oh memang memang agak beda ya sama yang ya adiklah punya adik ya. Bentuknya kayaknya bentuknya agak sedikit beda. Ini kayaknya kulitnya lebih tipis lagi nih. Iya bikinnya dikukus ya. Iya dikukus. Nah halal enggak ini? Halal. Halal. Halal ya. Jadi karena karyawan kita semua muslim. semuanya muslim. Semua muslim. Jadi tahu ya, Kak ya? Iya tahulah. 100% halal. US dijamin tuh sama kakak itu tuh. Ini buka dari jam berapa, Ci? Ee bukanya pagi jam 0.00 tutupnya sore jam .00. Pagi jam 08.00 tutup jam .00. Tiap hari buka? Iya, tiap hari. Tiap hari buka. Itu dia. Sekarang kita mau pesan dulu. Sampai ketemu lagi di meja makan. [Musik] Akhirnya pesanan gua datang juga. Satu loyang coipan ini isinya campur ya pasti ya. Ada bengkuang, ada kucay, ada rebung. Dan ini gua dikasih buat nyobain rujak. Ada dua rujak. Rujak buah sama rujak udang katanya. Ini gua pesan mangkongnya yang lebih banyak jadi ada 25. Kucinya ada 10. Rebungnya berapa ya? Harusnya lima deh. Sebelum makan kita do dulu ya. Nih kita coba aja langsung ya. Yang dekat aja. Aduh makan cuy. [Musik] Kan di sini banyak yang jual coyipan ya termasuk yang punya adiknya. Bedanya sama croce yang satu lagi ini kulitnya lebih pitis yang di sini. Kalau yang di sana lebih agak tebalan. Untuk wangi bawang putihnya itu mirip cuma untuk isian rasa isian bengkangnya itu sedikit berbeda. [Musik] Sekarang mau coba yang kucai ya. Ini kucay. Kalau yang bangkuang itu dalamnya bangkuang. Kalau kucet itu dalamnya sayur [Musik] k makan sayur itu sehat banget jadinya sayur ini rebung ni kita coba ya yang isinya rebung gua tuh enggak terlalu suka rebung karena lumpia Semarang rebungnya tuh cukup bikin apa ya ganggu iya buat gua buat gua Iya. [Musik] Aroma rebungnya tuh enggak terlalu menohok. Kalau kayak lumpir Semarang itu kan bahkan belum dimakan aja aromanya kan udah menusukkan. Kalau ini enggak. [Musik] Sekarang kita pakai cocolan nih. Cabecab tuh cabainya nih. [Musik] Nih [Musik] mantap cabainya. Cabenya itu pedas dan asem. [Musik] Pedas banget gila. [Musik] makan [Musik] kalian kalau penasaran sama depan boleh cobain ni gua enggak mungkin makan sendiri ya gua bukan lagi mau mukbang ya ini gua Gua pesan ini banyak buat makan rame-rame berarti lu lebih milih yang isi bengkuang. Iya dong emang paling best sellernya tuh pasti bengkuang di mana-mana ya. Namanya cai kue atau coyokan. Oke kita coba ya rujak udang ini. Oh jadi diserut ini kayaknya mangga ini. Mangga yang ubi ubi ya? Ubi mentah dipakaiin sama kemangi. Kita coba nih rujak udangnya. Gua baru pertama kali nih nyobain rujak udang yang katanya dari ubi ya. Dikasih sama udang yang sudah direndam cuka. Cobain nih. Makan, cuy. [Musik] [Musik] The best. Kaget gua. Benar-benar di luar ekspektasi rasanya. Gua udah takut rasanya. Wow, enak banget. Ini tuh kayak kelihatannya kayak pakai banyak petis, tapi ini enggak pakai petis. Luar biasa ini. Luar biasa. Pertama kalinya gua makan beginian dan gua suka kemanginya itu nolong banget dan porsinya tuh balance jadi enggak banyak. [Musik] Kalian kalau misalnya makan di sini wajib coba yang ini ya. Rujak udangnya ini. Dan sekarang ini gua mau nyoba rujak buahnya. Dia ada pakai petis. Kalau rujak buahnya mangan cuy. [Musik] Jagak kuahnya juga enak. Dia pakai petis tapi petisnya itu beda sama petis Surabaya. Ini aku enggak nyangka, Bro. Rujak udangnya itu. Iya. Iya, untung ada VV. Jadi, kali ini gua lagi jalan sama VV. Kalau misalnya kalian pengen lihat kita ee makan selain di sini, itu ada di channel itu. Kita makan yang lain lagi. Enggak apa-apa cek di atas ini ya. Iya. Nih cek nih. Aku jelasin dulu ya. Iya. Apa? Ini adalah parutan ubi yang dikasih udang yang direndam dalam cuka. Bayanginnya kayaknya udah coba. Tapi coba dulu. [Musik] Terus ada kemangi. Wangi kemanginya yang mencolok ya. Ini ubi. Ubi ya? Ubi benar. Ubi ubi enggak kayak ubi ya. Aku kira malah kayak pepaya muda. Aku pikir kayak mangga muda tadi. Iya kayak mangga muda. Pepaya muda gitu. Enak ya. Enak loh ini. Tapi petisnya enggak sekuat yang ini. Enggak, enggak ada petis. Ada dikit katanya katanya. Emang ada di koko tadi? Ada kan? Hah? Ini enggak pakai peti kan? Enggak enggak pakai peti. Iya. Oke. Iya. Dari ubi ya ci? Iya. Dari ubi jalan. Ubi jalan. Oke. Dia pakai kemangi sama longkah bawang putih. Hmm. Hmm. Oke. Oke. Kalau saya sih suka untuk pertama kali coba sih enaknya ya. Oke. Ampak kami. Sekarang kita mau ngabisin dulu. Mau bagi-bagi pada makan dulu semuanya. Kelar makan men. Gila, kenyang banget. Semua pada kekenyangan. Enggak ada yang sanggup habisin. Kita udah makan berapa orang ya? Bers 10 orang masih kenyang. Buset dah. Sekarang saatnya kita bayar pembayar ki. Saya udah kelar makan. Ah, kenyang ini. Berapa harganya kalau satu coipan itu? Satu coipan per pisnya Rp2.500. Pokoknya mau pesan banyak hitungnya satu. Iya, perc. Oke. Biasa satu loeng ngisi berapa? Kalau yang besar isi 60. Wah, kalau rujak? Iya, rujak udang itu per porsinya Rp25.000. Kalau rujak buah? Rujak buah sama Rp25.000. Itu harga-harganya. Nah, kita total berapa tadi? Eh, ini untuk next Carlos. Untuk saya kenapa spesial hari ini kita gratis jangan. Iya orang dagang semua saya bayar. Enggak spesial tu buat. Terima kasih. Ini sekarang saya bayar dulu. Minum ini berapa? Itu milih berapa? Itu milih kita buat oleh-ole. Iya. Jangan jangan jangan jangan usah dari kita sesuai ket ini kan di sini di sini kan jualan ini susah nih dapat ini. Kalau per kaleng sih Rp40.000 nih susah-susah dapat nih ini. Kalau kalian nonton video gua yang sama Angga di Bangkinang cara ngolah miliadiin sarden balado. Nah, kalian buka aja videonya pakai sarden ini baru bisa bikin balado kayak kayak gitu. Kamsah semuanya ambil aja ya. I terima kasih keuntungannya ya. Sama-sama. Mudah-mudahan video saya bisa bermanfaat, bisa datangin rezeki ke sini. Jadi semua orang yang datang ke Singkawang bisa tahu ada yang namanya CPAN dan cobain makan ya. Iya makasih. Makasih ya. Sukses ya. Iya. Amin. Amin. Main kita pulang. Oke mamen. Thank you nonton episode kali ini. Jangan lupa untuk nonton video gua yang lain. Dam menen co. Ini namanya kacang. Kalau di sini ngomongnya tepusi air tahu. Kalau dibet tahunya tu puchci. Aduh sampai kecelek gua anj orang mah belajarnya tuh yang yang lebih umum dia dia belajarnya tuh yang minta maaf kayaknya tahu banget bakal bikin banyak kesalahan Hey
← Kembali ke Beranda