Beranda › Video

BARU KALI INI NEMU NASI KUNING YANG KAYAK GINI!!

📅 21 Juli 2026👁️ 701K views👍 9K likes💬 732 komentar⏱️ 13:01
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Nasi Kuning Salma Saroja adalah sebuah restoran di Manado yang menyajikan nasi kuning khas Manado dengan daun woka, Nex Carlos sangat menyukai makanan di sini

📝 Deskripsi Video

Kembali lagi ke Kota Manado!! Salah satu makanan yang banyak variasinya adalah nasi kuning. Ada banyak kota di Indonesia yang memiliki varian nasi kuningnya masing-masing. Jadi begitu mendarat di Manado, gw mau langsung cobain makan nasi kuning khas Manado dengan balutan daun wokunya! ⏰ 5:30:00 - 20:00 💰 Rp 22.000-27.000,- 📍NASI KUNING SALMA SAROJA Jl. Diponegoro No.9, Lawangirung, Kec. Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

[musik] Ini udah legend dari tahun 77 jadi enak, Men. Jadi rahasia [tertawa] mamen. Balik lagi sama gua Next Carlos di Makan Kelilik Indonesia. [musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Akhirnya kulineran di Manado kembali lagi. Ini ke kedua apa ketiga ya? Eh, ketiga apa keempat, lupa deh. Karena kalau yang pertama gua itu makan yang sampai ke Tomohon. Pergi ke Tomohon. Jadi, Tomohon tuh agak jauh dari pusat kota Manado untuk ngelihat pasar tomohonnya mereka yang sangat terkenal dengan jualan makanan-makanan ekstremnya. Teksturnya itu jauh lebih [musik] tebal. Yang makan ke pasar ekstrem di Tomohon itu. Terus yang kedua kalau enggak salah ke Liupang. Dan kali ini gua mau kulineran ke Likupang. W dengan pemandangan kayak gini, wah gila, Men. Masih ke sini nih kelupangkan Tepal makan beginian. Hmm. Tapi gua sebenarnya ada kayaknya ada satu lagi ke Manado gitu ya. Mungkin ya ketiga atau keempat lah. Ini gua balik lagi ke Manado. Nah, di Manado itu terkenal dengan nasi kuningnya. Nasi kuningnya tuh khas banget. Dulu gua udah pernah bikin nasi kuning namanya nasi kuning Ohio. Ini adalah salah satu kuliner favorit di Manado. Orang Jepangnya datang. Ohao. [tertawa] Selamat pagi. Selamat pagi kan. Terus dia kasbon kan itu di Manado. Nah, sekarang gua pengen makan nasi kuning lagi karena gua baru sampai. Gua pengen makan yang simpel aja enggak enggak terlalu berat gitu. Masih cocok untuk kita makan di sore hari ini jam 3.00. Oke, namanya adalah rumah makan nasi kuning Salma Saroja. Infonya sih ini udah legend dari tahun 77. Ada yang unik dari tempat makan ini. Apa kira-kira nih? Gua kasih lihat ke dalam yuk. Malam ya. Apa? Salam kenal. Iya, salam kenal. Saya next tukang makan. Oh, tukang makan. Kita sambil ngonten, ya. Iya, silakan. Ini dengan Kak siapa? Zafira. Jafira? Iya. Jafira ini nasi kuning sama nasi kuning Salma Saro. Salma saroja sama yang nama Almarhum. Oh, siapa? Almarhum, Bu. Iya. Oh, jadi dari ibu terus diturunkan sekarang ya. Bukan saya kerja diak. Oh, oke. Udah generasi kedua. Udah generasi keduanya si ada enggak? Kebetulan cuma orang kerja sih. Cuma orang kerja semua. Oke. Biasanya pagi-pagi kalau ada biasanya pagi-pagi yang ada ya. Dan ini ada cabangnya enggak? Enggak, cuma di sini aja. Cuma di sini aja. Kamu tahu sejarahnya sama Saroja? Enggak. Saroja itu didirikan tahun 0-an. Oh, 70-an. Benar ya. Tapi belum rumah makan gini. Tapi udah diwok aja. Tapi cuma jualan gini. Ibu yang jualan kan. Heeh. Lama-lama udah jadi kayak gini. Oh. Awalnya enggak enggak di dalam rumah gitu. pinggiran pinggir-pinggir Oh, oke. Nah, dari dulu jualannya memang nasi yang ciri khasnya daun woka. Nasi kuningnya ada diat dibungkus pakai daun woka itu ya. Nah, itu ciri khasnya itu dari dulu ya. Iya, dari dulu sampai sekarang. Sampai sekarang enggak habis-habis ya daun wokanya ya? Iya. Enggak, karena daun wok kan ada di Sulawesi sebentar aja. Kalau misalnya yang itu dia semacam daun lontar. Oke. Daun lontar atau daun pisang mungkin gak beda. Dia cuma semacam daun lontar. Daun lontar ya. Ada contohnya kan daun wokanya. Ini udah ada di meja ini, Kak. Ini dia nih daun woka. Ini lebar enggak dia daunnya aslinya? Iya lebar. Dia lebar Oh dibuka untuk bungkus nasinya. Terlihat kecil ya daunnya. Terlihat kecil tapi ternyata daunnya kalau dibuka yoi. Tuh jadi lebar. Bisa jadi kipas ini ya. Oh ini daun woka. Iya itu daun woka. Cuma ada di sini utara. Oh, itu satu gitu buat satu ini, Kak? Iya, buat satu bungkus. Oh, jadi orang ke sini udah beli pesan satu nasi kuning udah isiannya semua ini. Bukan yang milih-mili bisa milih-mili gitu enggak? Emm, kita seporsi udah pakai ikan daging udah lengkap semua. Tapi kalau mau request boleh untuk enggak pakai daging. Tapi biasanya kita seporsi udah pakai semua udah lengkap. Biasanya udah lengkap ya. Isinya di dalam ini ada apa aja biasanya? Em nasi kuning. Heeh. Ada ikan. Heeh. Daging. Heeh. Semur itu udah campur sama kentang ikan. Ada ikan. Ada daging lagi? Ada. Oke. Sama ada kriuk-kriuk namanya. Kayak ada ubi-ubian. Ubi jalar. Ubi jalar. Ubi jalar. Oh. Sama ada kentang goreng. Sama kentang goreng dan bawang goreng. Dan bawang goreng. Ikannya ikan apa? Ikan laut. Ikan laut. Kita campur ikan laut. Iya. Disuwir gitu. Oh disuwir. Jadi kayak cakalang bukan? Iya. Cakalang. Oh cangkalang. Pengin demen makan cakalang. Ini bukanya jam berapa? 0.30. Jam 5. Itu udah buka pagi. 0.30. Oke. Sampai jam malam. Sampai jam 8.00 malam. Tiap hari buka. Iya. Tapi kalau misalnya ada yang mau pesanan kan biasanya untuk orang bawa ke Jakarta, ke Bali terus selalu ambil .30 jam boleh. Masih terkuat untuk dibawa ya tahan 1 kali 24 jam. Banyak banget yang selalu datang bawa ke sana. H siapa nih? Oh buat oleh-oleh ya? Iya. Ada yang sampai ke Amerika. Iya. Ada yang tahan. Kalau apa? Dia bisa lebih lama tahan kalau taruh di kulkasan. Oh. Kalau taruh di kulkasan kalau mau dimakan dipanasin di microwave pakai daun yang enggak usah dibuka aja. Langsung taruh sama daun. Iya. Langsung sama daunnya. Langsun. Oke, itu dia. Sekarang kita langsung makan aja ya. Udah lapar soalnya gua. Sampai ketemu di meja makan. [musik] [musik] [musik] [musik] Ini dia sebungkus nasi kuning yang dibungkus dengan daun woka. Mari kita buka ya. Kita lihat. A e. Waduh gila. Hmm. Gila. Ini seporsi banyak enggak sih? Banyak banget, Men. Ini, Men. Sebelum makan kita doa dulu, ya. Tapi gua penasaran dia sudah ada dari tahun 7. Tapi apakah ini asli Manado atau ini ibunya itu bawa dari daerah asal dia? Penasaran juga asalnya dari mana. Makan, cuy. Berbeda sama nasi kuning ya kalau diambil lauknya satu-satu. Dalam satu suapen bisa kita pilih-pilih mau pakai lauk apa. Kalau ini kayak udah bercampur semua gitu. Jadi dalam satu gigitan itu dagingnya ada, ikannya ada, kentangnya ada dan nasinya itu dia nasi nasinya itu bukan nasi yang pulen banget. Cocok banget nih. Lagi aja kita stok dulu petarap. Oke kita lanjut ajannya udah selesai. Jadi kita lanjut. Ini ada telur bulat nih. Nah. Huhu. Nasi kuning itu wangi men. Dalam satu sendok itu udah udah kecampur semua. Ini juga ayam. Mantap. Ini gua mau coba sambalnya. Mantap. Mantap. Mantapannya. Kita coba campurkan dengan sambalnya dia. Sambal apa kira-kira? Sambal merah ini? H wangi banget sambalnya. Uh dan pedas. Uh langsung gua campur aja semua jadi enak, menanginya jadi bertambah gitu. Uh. H tektikal sambal merah yang ada di ini di Indonesia Timur begini. Gua penasaran wanginya dari mana. Karena dia sambal merah tapi dia enggak pakai terasi. K ada udangnya h banget kenyang spsi ini. H pedas ya. Tapi gua suka banget sambalnya. Enak sambalnya tuh bikin nasi kuningnya jadi makanan sederhana banget nih. Gila. Lu bisa kebayang ya buat orang-orang Manado yang udah lama merantau di Jakarta waktu masa kecilnya tuh dia sering makan di sini masih gun daun walok ini. Jadi kalau ada kerabat yang pulang dia pengen nitip ini. Sensasinya [musik] gua tahu gua paham. Titip dong nasi kuning dan luka itu. Hah enak kan? Ini tinggal di bawah doang. Nah, biasanya itu makanan-makanan yang dibungkus pakai daun entah itu daun pisang, daun lontar itu tuh biar menambah aroma gitu. Jadi makan yang dibungkus pakai daun tuh bisa nambah aromanya. N tapi karena gua enggak tahu daun wok itu gimana karena gua kalau dicium ini kayak enggak ada aromanya kayak daun kelapa tahu enggak daun kelapa. Daun kelapa kan enggak ada aromanya kan. Ini juga kayak enggak ada aroma ya. Gua enggak tahu apakah ini kalau dibungkus lama baru keluaranya. Gua juga kurang paham. Ini last Batman nih. Suapan terakhir untuk kalian. Makan cuy. Oh. Udah kelar makan main. Kenyang banget gua. Sekarang saat kita bayar-bayar. Halo, Kak. Iya. Udah kelap. Udah kelar makan tegang nih. Udah udah udah udah siap nih makan. Udah siap makan. Udah kelar makan. Udah kelar makan. W saya mau nanya dong. Seporsi daun woka itu. Oh kalau satu porsi itu berapa? Satu porsi. Pakai telurnya 28. Pakai telur 28. Kalau tanpa telur 22. Kalau tanpa telur 22. Jadi kalau pakai telur 28. Tanpa telur 22. Ada enggak orang yang maunya yang lain gitu? Biasanya tanpa apa tanpa apa gitu. Oh request bisa. Iya request bisa. Bisa biasanya paling sering apa? Ada yang biasa kan enggak makan daging. Oh, jadi ikan aja. Berapa tuh kalau yang pakai ikan aja? Sama harganya, cuma beda di situ. Oh, sama. Jadi nanti ikannya di double. Oh, iya. Oke. Jadi berarti pokoknya kalau enggak pakai telur 22 tambah telur 28. 28 eh 27. Eh, 28 27 27 lupa. 27 pakai telur 27 enggak? Telur 22. 27. Eh, enggak pakai telur 22. Itu tadi saya mau nanya sambalnya pakai ada pakai terasi tidak? Enggak pakai terasi. Ada pakai ee apa? Udang-udang kecil enggak? Udang eb enggak? Enggak. Enggak. Jadi kok bisa wangi kayak begitu ya sambalnya ya? Ada rempah-rempahnya. Ada rempah-rempahnya nih. Rempah-rempahnya apa? Rahasia. [tertawa] Kita total berapa makan tadi? Berat 168. 8 bayar ginya bagi-bagian aja. Oh, enggak apa-apa nih. Aduh, rezeki ya. Sama-sama. Terima kasih banyak. Amin. Udah boleh diliput tempatnya. Mudah-mudahan video saya bermanfaat. Amin. Bisa datangin rezeki ke sini. Bisa jadi rezekinya enggak cuma yang punya, tapi semua yang kerja di sini juga dapat rezekinya ya. Amin. Amin. Makasih banyak. Iya. Tapi enak kan? Enak. Suka. Cocok. Cocok sama saya. Mantap. Saya boleh tahu enggak ee Ibu Salma tuh aslinya memang Manado atau dari asliang asli Mano. Asli Manado. Asli Manado. Oh, Mano. Jadi makanannya memang makanan Manado nih ya. Nasi kuning Manado. Oh, aku pikir bawaan dari mana kah? Apa dari Makassar apa dari Kalimantan Timur? Ya wis kita jalan dulu. Sehat selalu. Sukses selalu ya. Dadah. Dah. [tertawa] Hah. kelar sudah. Thank you mam nonton episode kali ini. Sampai ketemu lagi di episode-episode Manado yang lainnya. kacau
← Kembali ke Beranda