📄 Transkrip Video
Lanjut lagi, Men. Kita di jalur nikmat Ramadan ini. Dari Kediri itu gua pengen melanjutkan perjalanan ke Jombang. Itu satu lihat banyak tuh. Konsepnya apa nih? Konsepnya nih makan ju makan cuy. Enak makan, cuy. Yo, mamen, balik lagi sama gua Next Carus di episode spesial jalur nikmat Ramadan bersama Tebotol Sosro. Lanjut lagi, Men. Kita di jalur nikmat Ramadan ini. Dan kalau misalnya kalian belum nonton episode kemarin yang di Kediri, kalian nonton dulu nih di sini. Nah, dari Kediri itu gua pengen melanjutkan perjalanan ke Jombang. Dari Kediri ke Jombang itu kita melewati satu tempat makan yang ada di Jalan Perapatan Bangi daerah Purwo Asri untuk makan yang namanya panggang ayam Banging. Wah gila. Gua udah enggak sabar nih buat makan itu. Dan tentu saja selama kulineran di jalur nikmat Ramadan ini, gua ditemenin sama teman makan gua yang selalu setia menemani gua kapan aja di mana aja. Tehol Sosro original terbuat dari 100% teh, melati dan gula asli. Jadi enggak perlu diragukan lagi untuk kesegarannya. Minum, cuy. Hah, segar banget, Men. Jangan gua langsung semangat untuk kulineran. Langsung aja kita datangin kuliner pertama kita di episode kali ini. Let's go. Dengan siapa? Saya Bu Siti. Bu Siti, saya mau tanya dong. Ini manggang aim Bangi benar, Bu? Iya, betul. Bangi itu nama daerah ya? Nama dusun. Ini lagi masak proses makan di mana, Bu? Ini boleh masuk, Bu? Iya, boleh ya? Itu ni itu satunya. Iya. Mau liit banyak tuh. Uh, tuh dia sekali panggang satu ekor. Satu ekor nih ya, Pak? Iya. Wow. Sehari berapa, Bu? Bisa berapa ekor ini puasa? Ini 100. Puasa 100 ekor. Kalau hari biasa? Hari-hari biasa ya 150. 150 ekor tap. Ayam kampung. Ayam kampung. Oh, ayam kampung. Bukan ayam boiler ya. Bukan. Bukan. Terus bumbunya bukan bumbu kecap ini pasti bukan bumbu bumbu itu. Bumbu apa? Kunyit gitu. Malah enggak ada kunyitnya, Bu. Kok bisa merah ya? Oh, lah lomboke dari Lombok. Lomboke Lombok tuh cabe. Cab Lombok besar cabe merah cabing. Itu berapa tahun Bu ini, Bu? Ini sudah lama ya. Tahun berapa ya? Ya sudah ada ne 35 tahun ya? 35 tahun. Tiap hari buka jam berapa, Bu? Ee tiap hari bukanya jam .30 sampai jam .00 sampai. Wah, lebaran nanti, Bu? Lebaran pertama tutup, kedua itu sudah buka. Oh, ya udahlah. Udah enggak sabar pengin makan. Iya, makan dulu ya. Iya, makan dulu. Sampai ketemu di meja makan. Ini dia panggang ayam. Oke, sebelum makan kita doa dulu. Kita mulai dari mana ya? Wih, tahan. Wah, jenjang banget kakinya, Men. Makan, cuy. Wow. Benar-benar tidak biasa seperti ayam bakar pada umumnya atau ayam panggang biasanya pakai bumbu kecap ini enggak ada sama sekali. Jadi enggak ada manisnya sama sekali. Rasanya itu gurih aja. Gurih dari rempahnya dengan sensasi pedasnya. Hm. Hm. Ini karena dia sebelum dipanggang itu dia enggak marinasi. Jadi secara tekstur dia benar-benar masih kayak ini loh. Kalau misalnya sudah dimarinasi atau diungkep itu kan dia jadi lebih empuk kan. Nah, ini enggak makin masih lebih bertekstur gitu loh. Tidak semudah kalau lagi makan yang udah diungkap gitu. H dadanya nih. Wah. Wah. Iah, Man. Tuh. Mantap, man. Mantap nih. Dan lebih mantap lagi karena gua ditemenin sama teh botol soser original. Wah, mantap. Pedas banget. Huh. Uh. Karena apapun makanannya minumnya teh botol soso. Sudah sampai di Jombang, Men. Dan ini dia kuliner selanjut yang kita datangin di Jalan Panglima Sudirman, Jombang. Namanya adalah bakso Mama. Ini katanya di Jombang cabangnya udah banyak nih. Tapi dia udah legend juga dari tahun-anasinya. Ini kelihatannya kayak lagi ini ya, enggak banyak orang ya. Karena ini lagi puasa. Kalau misalnya enggak puasa, wah ini lebih ramai. Ayo kita cek ke dalam. Fajar, Mas. Fajar. Iya. Fajar yang punya. Iya, yang punya. Wih, cabangnya katanya udah banyak ini. Cabangnya ada delapan. Ada delapan di Jombang semua? Enggak. Ibaratnya di Mojokerto, Kosono, Mojosari, daerah Jawa Timur. Ini benar-benar bakso nih kalau ini nih. Soalnya kalau Jawa Timur orang ngomongnya pentol karena ini bakso kalau ini benar bakso ya? 100% bakso. 100% sapi. Mas Fajar ni tahu enggak dari tahun berapa nih jualannya? Ini buka pertama tahun 1987. Wuh 7, Men. Itu berarti berarti orang tua. Orang tua dulu ya, Mas Fajar generasi kedua. Iya, generasi kedua. Terus kalau ininya bukanya dari jam berapa sampai jam berapa? Ee kalau Senin sampai Jumat tuh jam 09.00 sampai jam 09.00 malam. Oh, oke. Kalau Sabtu tutupnya .30 minggu. Nah, nanti lebaran ada tutup atau enggak? Lebaran buka. Hari pertama juga buka. Hari pertama buka. Oh, buka, Men. Jadi kalau kalian yang mudik, jangan lupa ya mampir buat nyobain bakso Mama. Iya, bakso Mama. Uh, mantap. Udahlah, langsung aja deh sampai ketemu di meja makan. Ini dia pesanan gua. Bakso besar, kikil, dan ada tetelan dan pangsit. Aduh, gua doyan banget pangsit nih. Tapi sebelum makan, kita doa dulu ya. Iya. Huh huh. Doyan gua sama kulit masinya. Makan, cuy. H. Kita coba dulu kuahnya ya. Makan, cuy. W. Uh. Huh, gila mantap banget, Men. Nih kuahnya tuh kayak ada keremahan-remahan bumbu atau daging gitu. Ah. Uh, mantap. Kuahnya aja. Mantap. Nah, ini bakso uratnya yang besar. Ada yang lebih gede lagi dia. Yang jumbo lebih gede lagi dia. Makan, cuy. Huh. The best man. The best. H nikmat gua kaldunya. Tekstur dari basa sapinya. Wah, ini benar-benar daging banget nih. Bisa dilihat dari isiannya dalamannya. Ini baru bakur hmm bakso halusnya enak, Men. Mantol. Agak beda sama bakso uratnya lagi ya. Coba buat pasin lagi. Dan dia di bakso halusnya tuh dia pakai merica juga jadi berasa ramnya. Wah ini cobain dulu deh. Ini tetelan daging. Coba ya. Enak. Tetelannya kayak daging. Daging kali. Ini kalau eh kikil apa urat. Urat ini kikil. Otot. Otot ya. Kikil atau urat ya? Kil. Wah mantap banget ini, Men. Mantap banget. Dan lebih mantap lagi karena gua ditemenin sama teh botol Sostro original. Dan gak lupa pakai es batu biar makin mantap. Uh, mantap banget. Karena apapun makanannya minumnya teh botol SSRo. Dan ini dia kuliner berikutnya yang gua datangin namanya adalah Sate Ringin Contong di Jalan K. Ha. Wahid Hasin masih di Jombang. Ringin. Gua tahu artinya apa ringin tuh beringin. Karena ini nih seberang gua ada pohon beringin besar banget dan ada tulisannya ringin contong. Jadi gua tahu ringinnya pasti beringin. Contongnya apa ya? Kita tanya aja ya. Langsung ke dalam. Halo, Mas. Halo. Halo. Hei. Konsepnya apa nih? Konsepnya nih. Ini konsepnya ini setiap sebulan sekali kok pakai dress dalam sebulan satu kali. Jam sebulan satu kali. Kalau bulan ini hari ini nih. Iya hari ini. Pas banget ya. Pas banget bro. Pas banget ya gua datang. Pas gua datang dia lagi pakai drot ini dress duster. Dter. Nah ringin contong itu saya tahu ringin beringin. Contong tuh apa? Contong kalau condong tuh tandon air itu kok. Oh, ada juga di tandon air tuh apa kayak tangki air dan ringin contong tuh nama ini kawasan atau nama kawasan juga ikon. Kawasan juga icon ini ya. Ini sate apa, Mas? Kalau di sini ada sapi, kambing, sama ayam. Kambing yang merah ini berarti yang merah ini kambing loh. Dan ada yang full daging, ada yang campur lemak. Iya. Ayam juga sama. Ayam ada yang ini daging paha, yang ini daging kulit. Bukanya dari jam berapa ini? buka. Kalau puasa ini dari jam 11.00 sampai jam .00 pagi baru tutup. Kalau lagi enggak puasa, lagi normal. Jam 09.00 sudah buka, tapi jam 11.00 sudah tutup. Jam. Oke, langsung kita pesan aja damai ketemu di meja makan. Ini dia semua pesanan gua. Gua pesan sate kambing sama sate sapi. Sate meranggi. Kalau ini sate kambingnya pakai bubuk kacang. Ini ada yang lemak. Pakai lemak. Dan ini yang full daging. Kita cobain ya. Sebelum makan kita ada dua dulu. Mulai dari mana nih ya? Cap cup tuh. Hah? Cap cup. Cap cip cup belalang kuncup. Wah daging dulu. Coba nih. Sate kambing full daging pakai bumbu kacang. Makan cuy. Bumbu kacangnya beda ya. Ada campuran deh kayaknya. Mantap banget keman cuy. Enggak bisa berkata-kata. Ini gua mau coba yang ada lemaknya nih. Makan cuy. Mantap. Biasanya selain ada bawang ada rawit ya biasanya ya lombok gitu. Ini enggak ada. Ini bawang merah doang. Nah, kalau yang ini sapi dibikin maranggi dan ini full daging makan cuy. Kalau ini daging sapinya nih ada lemak makan, cuy. Ah, lagi ya. Pada simpel aja nih. Cuma bumbunya udah dimarinasi ala-ala Maranggi di Purwakarta ya. Makan cuy. Paling demen nih gua berbur lemak ya. sapi maragi lemaknya gua suka rasanya tapi kalau teksturnya lebih empuk nih lebih mantap lag nikmat banget lebih nikmat lagi karena gua ditemenin sama ini botol sosro original dan jangan lupa pakai es batu biar makin segar nih Oke. Wuhu. Mantap. Karena apapun makanannya, minumnya teh botol sosro. Minum, cuy. Thank you, Mamen, sudah nonton episode kali ini. Pokoknya gua bakal lanjut kulineran lagi di Jombang dan juga kota-kota berikutnya. Jadi, ikuti terus episode spesial Jalur Nikmat Ramadan bersama T botol Sosro. Karena apapun makanannya minumnya Teh Botol Sosro. Wuh. Gila merahnya asli banget ya. Bisa dengar kemericik suara air. Kayak lagi di tempat refleksi tu. Huh. Tuh ngelihatnya tuh. Ohuh. W.