BerandaVideo

BANTAI TUNJANG SEGEDE INI SENDIRIAN!!

📅 13 Februari 2026👁️ 746K views👍 10K likes💬 645 komentar⏱️ 14:47
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Warung Nasi Padang Dibao Untuang di Jakarta Pusat menyajikan Nasi Padang dengan tunjang yang lezat dan enak, dengan harga yang relatif terjangkau.

📝 Deskripsi Video

Tunjang segede ini, harus bisa gw abisin sendirian!! 😱 Penemuan rumah makan Padang yang legend di Kebon Kacang! Meskipun wilayah ini terkenal akan nasi uduknya, tapi ternyata Nasi Padang di sini juga gak kaleng-kaleng men! ⏰10:00 - 21:00 💰Rp6.000 - Rp51.000 📍Warung Nasi Padang Dibao Untuang Jl. Kb. Kacang XI No.18, RT.8/RW.2, Kb. Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10240 ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

📄 Transkrip Video

Biasanya yang kebun kacang yang terkenal apa biasanya? Nasi uduk ya, tapi gua kagak makan nasi uduk. Uh, segini-gini gini, Bu. Iya, ini saya ada tulangnya aja Bu nanti makannya saya bisa gini ya. Makan cuy. Yo, Mamen, balik lagi sama gua Next Caros di makan keliling Indonesia. Уй! Diam dulu ya. Iya, Om. Gua lagi di daerah Kebon Kacang, Men. Biasanya Kebon Kacang yang terkenal apa biasanya? Nasi uduk ya? Tapi gua kagak makan nasi uduk. Kali ini gua makan nasi Padang. Dan informasinya sih ini udah legend banget ya. Nanti kita kulik-kulik aja ya. I lokasin ini di Jalan Kebon Kacang 11 dekat sama Rusun Kebon Kacang. Di belakang ada Rusun Kebon Kacang nih. Nah, lokasinya ini nih sebelah gang ini. Kenapa kita digang? Karena banyak angin. Kalau di luar ini dia namanya dibau Untuang. Iya. Halo, Kak. Iya. Boleh kenalan, Bu yang punya ya, Bu? Iya. Dengan Ibu siapa? Ibu Ad. Ibu saya naik tukang makan, Bu. Oke. Iya. Ini siapanya, Bu? Anak. Anak. Anak yang nerusin sekarang? Iya. Oh, sekarang sudah dipegang sama kakak. Iya. Dua si berdua. Ini siapa? Anak juga. Iya. Adiknya ini kakak adik tuh di belakang. Jadi ibu udah enggak ini udah enggak pegang lagi. Pegang sih. Masih pegang cuman itu aja masih bantu nanti. Kalau yang masak siapa? Ibu yang masak atau resep masih ibu pegang? Bos, saya mau tanya, Bu. Ini di bau untuang tadi kan masakan Minang. Iya, betul. Ibu dari Minang. Ee, suami dari Bukit Tinggi. Kapau biasanya terkenalnya kalau Bing kita kapau ini lebih masuknya apa? Makanan Minang aja gitu. Iya. Dibau untung apinya dibau untung di bawaan nasib nasinnya biar beruntung terus maksudnya. Oh amin. Nasi beruntung. Ini dari tahun berapa Bu? Dari awal di mana? E tadinya di yang Metro sekarang itu di Metro yang Tanah Abang di situ terus pindah pindah pindah di di dalam tanah abang ya enggak bukan di pinggir jalan di pinggir pakai tenda biru pakai tenda biru kayak lagu Desi Ratosari iya benar ke sebelah sebelah sebelah baru ke sini baru akhirnya sini ini rumah atau cuma jualan aja ee kita buat jualan aja tahun 5 waktu di tendaan masih tendaan dagangnya udah nasi ini nah ini buka Jam berapa, Bu? Kita buka dari jam 10.00 sampai jam 09.00 malam. Tampilannya malah kayak prasmanan ya daripada rumah makan padat ses. Iya beda dari yang lainnya. Yang paling laris menu apa? Kita yang paling rekomen tuh tunjang sama gajebu. Gajebo tuh ini ya apa? Ee santung lamut apa? Ee daging santung lamut kayak gini. Daging sambal. Bagian mananya Bu? Dagingnya ini daging ee apa ya? Kita bermacam-macam. Ada yang daging, ada yang sandung lamur di sini. Ada lidah. Kalau tunjang ya bagian tunjang aja. Kalau tunjang iya kaki sapi gitu. Bagian tunjang. Aduh. Lihat tunjangnya mana tuh? Segini-gini gini, Bu. Iya. Ini yang besar untuk satu. Jadi satu orang ambil segini aja relatif ya. Kalau yang ee suka sendiri habis. Ada yang berdua, ketiga boleh. Kalau yang ini besar banget. Iya. Kalau yang kecil tuh telapaknya Rp45.000. Yang besar. Yang kecil Rp40.000. Tapi orang makan sudah langsung begitu ya. Bukan di enggak dipotong-potong. Oh, dipotong-potong lagi. Iya, terjatuh permintaan. Nanti satu boleh deh, Bu. Eh, kayaknya ini banyak yang mau makan. Boleh diamanin, Bu, nanti. Oke, siap. Ini saya ada tulangnya aja, Bu. Nanti makannya saya bisa gini ya. Enggak usah, enggak usah. Iya, tapi banyak sih. Maknya ada sop daging, ada tambu di sini. Tambu dalam telur ya. Eh, telur sama. Ini ada yangang jengki. Jengki. Jengkol. Jengkol. Jengkol. Kan sejuk makan ikan ikan ikan tongkol ya cadar perkedel ini apa ikan bakar sama ayam bakar oh ikan bakar sama ayam bakar ini ambil e kita sis pesan dulu nanti baru kita antar mau pesan nanti diantterin oh ya udah yuk yuk udah banyak yang mau pesan nih mau pesan apa aja oh kalau saya sih mau coba tunjang sama ini tunjang sama gajab ini masakannya Minang asli atau udah mulai penyesuaian sama Benar-benar enggak ada yang karena menyesuaikan lidah sini mungkin ada ada manisnya lebih manis dikit gitu enggak? Oh, enggak sih? Kita enggak bumbu oriang ya. Kita coba aja L ya. Kita yang ini enggak pakai santan kita yang pasti semuanya semuanya bukan semuanya yang itunya gajbo itu yang enggak pakai santan kita tunjang sama gajbo enggak pakai santan pakai itu di asam pade gitu. Oh asam padi. Iya biasa malah pakai santan ya. Sant biasanya kalau kita asam pade ya. Kita terkenal e ini masakan padang rumahan. Ya udah makin ramai guys makin ramai. Ya udah gua pesan dulu ya. Sampai ketemu di jam makan. Tadi jurusan juga ada ini dia main tunjangnya. Uh, gila seekor. Eh, seekor. Ini tadi gajebo. Gajebo. Dan ini gua pesannya rames gitu ya. Jadi dalam piring tuh udah ada sayurnya gitu dan beberapa sambal dan bumbu-bumbu. Sebelum makan kita doa dulu. Kita mulai dulu dari yang ringan-ringan dulu. Danubi ya. Eh Donubi apa daun singkong nih? Makan cuy. Huh. Otentik men. Otentik Minang nih. Tunjang nih. Uh, busetang makan, cuy. warung aja. Lembut banget, Men, tunjangnya. Dan dia kayak dimasak tunjang asem pedas gitu loh. Ada asamnya. Udah,udah pasti pedas ya. Udah udah gitu aja. banyak. Oh, enggak usah berarti banyak. Wah, aja sama yang punya dinosaurus itu beda dia rasanya ini agak-agak mirip cuma rasanya beda. Kalau Padang itu kan identik warnanya kayak kuning gitu ya bumbunya terus pakai santan. Kalau ini dia yang tunjangnya tuh dimasak asam pedas gitu. Kolesterol. Kolestolak kecil. Enggak segede yang dipanjang ya? Enggak segede yang di mana? Tunjang tunjang dinosaurus. Tunjang dinosaurus itu ya. Itu kita makan masih enggak habis ya. Tapi satu orang satu masih bisa ya. Cita rasanya tuh asem gitu loh. Bahkan cabe hijaunya juga ada asemnya gitu. Wah, mantap. Hah. Lu kalau mau makan tunjang tapi yang kita rasanya yang enggak pakai santan ini enggak pakai santan men. Makanya jadi dia rasanya itu lebih ke asam pedasnya. Aduh, kalau kalian pecinta tunjang tapi yang dimasaknya kayak asam pedas gini, ini cocok banget buat kalian. Dan ini gajebo. Wah, ini yang ada lemak-lemaknya lagi. Aduh, kolesterol. Oh, kolesterol. kuat sama hm kuningnya aja uh otot bumbunya beda rasanya sama ini lebih apa ya di ikan tuh asam pedas kayak kue itu. Kalaua ini lebih ke tunjangan sama pedal diulang hanya menghulang kayaknya sama deh. Ini cabe merahnya enak rupanya. Tambah dikit. Iya. Iya. Ternyata sambal merahnya enak, Pen. Maknya gua mau makan lagi pakai nasi. Enak sambal merah itu enggak kayak di rumah makan pandang. Hah? Cuma rasanya familiar. Makan apa ya namanya ya? Cabe hijunya juga enak. Habis kalau ada di bawah bapak nanti udah kelar makan menah kenyang banget gua menurut gua kepedasan juga merah bibir gue kayak pakai gincu. Sekarang saatnya kita bayar-bayar. Iya. Ah, saya udah kelar makan nih. Kenyang saya dari tadi kebalik-balik mulu, Bu. Bilangnya asam pedas padahal asam pade ya. Beda enggak sama sih. Oh, aslinya sama. Iya, pantesan ada asamnya, ada pedasnya juga. Tu tadi kan saya makan tunjang sama makan gajib. Itu kan sama-sama kuahnya merah tuh. Tapi beda enggak kalau ee yang beda kan? Sama sih pada saya sama cuma Iya. Yang beda cuman di Gaj itu pakai asam. Pakai tadi kayak mirip-mirip gitu, tapi ternyata bedanya ada di situ ya. Iya. Ee kalau makan di sini ada yang porsian ada atau paketan gitu atau ee enggak sesuai apa yang sesuai apa yang diambil aja ya. Jadi kalau kayak tadi nasi rames tuh nasi rames itu kita Rp6.000. Oh Rp6.000. Iya nasi rames. Nasi. Iya sama ini sama nasi sayur sambal kuah itu R.000. H kalau pakai tunjang berapa, Bu? Ee pakai nasi 51 tunjangnya aja 45 yang gede banget itu. Bisa juga di dipotong dipotong dipotongin jadi udah dipiring tinggal makan aja. Kalau enggak jebo satu jebok perpotong kita 18 enggak ya untuk di Jakarta Pusat loh ini ya? Ya Bu ya. Jakarta Pusat merah saya Bu merah ya. Iya enak. Biasa Padang itu cabe merahnya tetap yang irisan Bu yang cabainya. Iya. Kebetulan kalau kita lado merahnya kita lado yang buat telur. Jadi kita ng Iya, Mas. Ah, iya. Biasanya buat telur tuh rasanya telur balado biasanya. Ini ada telur baladonya juga ada. Ada. Ada. Kita telurnya telur bebek semua kita, Pak. Oh, telur. Telur bebek. Iya. Uh. Bu ee total nih tadi saya makan berapa, Bu? Enggak apa-apaak. Enggak apa-apa. Nanti juga makan. Enggak apa-apa. Makasih banyak. Boleh enggak buat masukin? Boleh, boleh, boleh. Ada ada Instagram dibawa Untung. Oh, Instagramnya dibawa Untung. Iya. Mau foto bawa foto. Banyak banget loh. Enggak, enggak. Enggak enggak apa-apa. Enggak apaapa. Makasih banyak sudah boleh diliput tempatnya. Mudah-mudahan video saya bermanfaat, bisa datangin rezeki. Amin. Amin. You makin sukses, makin Amin. Amin. Makasih banyak pokoknya. Sukses terus, sehat selalu ya. Makasih ya. Saya jalan dulu. Ayo, M kita jalan, Men. Thank you, Mamen, sudah nonton episode kali ini. Seru banget. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya, Men. Dah, Cao. Rumah makan di bawah Utang ini. Iya. Dikenal dulu tangkalan taksi, presiden taksi yang kuning tahun '0-an di ujung sana dekat kardus. Dulu katanya di Metro Tanah Abang. Nah, iya Metro. Benar. Dulu ini pelanggannya ini adalah pelanggan para sopir taksi dulunya. Dulunya sekarang tapi sudah mereka bisa bertahan kayak gini. Apa makanan itu satu rahasianya apa? Pertahankan rasa. Jadi dari dulu makan sampai sekarang masih sama berubah. Berubah dagingnya empuknya bumbunya. Bumbunya juga sama kikilnya ya. Kikilnya juga tunjang. Tunjang ya. Ah, tunjang ada tunjang yang gede tuh yang bisa diseruput pakai pipa nih. Oh, tapi hati-hati kolesterol jangan khawatir di sini enggak ada kolesterol. Karena gak pakai santan ya? Karena gak pakai santan. Kita suka nonton kok udah follow belum? Yeah.
← Kembali ke Beranda