📄 Transkrip Video
Gua tuh baru tahu ternyata lebah itu enggak cuma madunya yang bisa dimakan. Larva lebahnya itu udah keluar jadi kayak gini larva lebah. Jadi saya makan larva lebak. Kok bisa ya orang zaman dulu mikir sarang lebak tu bisa dimakan gitu. Kita coba ya. Penasarannya seperti apa. Secara keseluruhan di mulut itu gua tahu gimana cara makan ini yang asik. Y M man. And balik lagi sama gua Next Caros di aslinya kuliner lokal bareng T botol Sosro. Diam dulu ya. Iya, Om. Gua lagi kulineran di Bali, man. Dan gua lagi nyari makanan yang unik. Salah satunya ada di depan gua ini. Gua tuh baru tahu ternyata lebah itu enggak cuma madunya yang bisa dimakan, tapi sarangnya juga bisa dikonsumsi. Saking penasarannya, gua jauh-jauh 2 jam dari D Pasar ke tempat ini karena udah terlalu jarang yang jual makanan ini. Kalau perjalanan jauh kayak begini nih, gua always ditemenin sama teman makan gua. T bottle Sostro original yang segarnya itu pas banget. Minum dulu, cuy. Cuy, 2 jam di mobil, Men. Perjalanan jauh harus banget nih menu, cuy. Segernya pas banget, Men. Karena teh botol Sosro original ini terbuat dari 100% teh, melati, dan gula asli. Sekarang langsung aja kita ke lokasinya, ya. Lawar nyawan. nyawan dalam bahasa Bali artinya adalah lebah madu. Kuliner yang satu ini terbilang langka karena saat ini sudah tidak banyak yang memproduksinya. Salah satu yang masih mempertahankan kuliner ini adalah rumah makan lawar nyawan Piring Mas. Dan hari ini kita akan melihat langsung bagaimana proses pembuatan sarang lebah menjadi lawar nyawan. Ini menarik adalah konsultasi tarot. Ada konsultasi tarot di sini juga coy. Halo. Halo. Selamat datang di Piring Oh iya. Saya Neta. Nita. Neta. Neta. Iya, kenal yang punya saya pewarisnya. Pewaris ini nih baru perawaris ya. Oke. Nama saya Ida Ayu Arneta Saraswati. Pelawarnyawan itu idenya sebenarnya itu dari almarhum nenek saya. Ee karena kita sering ikut pameran, kita pengin ada sesuatu yang baru. Karena kalau di Bali itu kan kebanyakan ee lawar-lawaran itu babi, ayam. Waktu itu ibu saya selaku founder ee menanyakan saran kepada almarhum nenek saya dan beliau menyarankan untuk coba lawar nyawan karena itu amat sangat langka dan belum ada di Bali. Kenapa namanya warung piring emas? Oke, filosofinya itu adalah piringnya aja emas apalagi isiannya. Jadi kita namain piringnya piring piringnya emas. Piringnya emasnya kan amat sangat langka ya. Jadi kenapa bisa langka? coba kasih tahu karena ini bahannya itu dari nyawan. Nyawan itu adalah lebah madu. Jadi, lebah madu itu kan enggak ada di pasaran. He. Langka banget. Makanya kita budidayanya itu di Karang Asem begitu. Oh, sampai budidaya di Karang Asem. Karang Asem kan jauh ya dari Iya, jauh banget dari di Bali Timur. Itu Bali Timur. Heeh. Benar. Jadi, Iya, betul. Ini nih sebelah sini nih. Tuh, ini, Men. Nah, jadi ini dia sarangnya yang sebelum direbus. Iya. Nanti kalau sudah kita proses kita rebus ini jadinya seperti ini. Oh, jadi ini. Iya. Jadi ee larva lebahnya itu udah keluar jadi kayak gini. Larva lebak. Jadi saya makan larva lebak. Kalau yang di sini tuh apa tadi? Kalau di sini itu kungkungan namanya panennya. Itu dari kungkungannya. Kakak mau lihat kungkungannya. Bolehleh. Kita lihat yuk. Yuk. Ayo. Oh, tuh. Jadi dalamnya begitu. Dalamnya ada tempat lebahnya. Eh, apa ini udah aman? Udah enggak ada lebahnya. Kalau Kak Carlos mau panen bisa banget ini. Tinggal diambil aja langsung gigit gitu. Enggak, enggak dong. Ini cuma di apa? Ditarik aja. Iya, ditarik aja. Diambil satu-satu kayak waffel ya. Di depan saya ada lihat ada ahli tarot di sini. Oh iya betul. Itu itu siapa kalau yang tarot? Kalau yang ahli tarot itu ibu saya. Hah? Oh Bu Dayu tadi. Iya. Bu Dayu founder piring masnya. founder P sekaligus ahli tarot ahli tarot tapi dia pernah enggak sambil mempersiapkan lawar sambil bacain tarot gitu multitasking yaak pertama kali ada lawar nyawan itu di tahun 2011 jadi itu awal mulanya kita ikut pameran dulu baru di tahun 2016 kita akhirnya buka restoran di Desa Sang jadi bahan-bahan utama dari lawarnyawan itu ee lebah madunya sendiri dan kalau di sini itu kita Ada yang sayuran dan ada yang tulen. Kalau yang tulen itu dia hanya pakai lebah madunya saja dan kelapa. Nah, ini sekarang kita mau ngapain? Kita mau ke proses pembuatan apa dari ngerebus sarangnya. Heeh. Oke. Jadi kita rebus dulu. Iya. Jadi tinggal kita masukin dulu. Jadi ini kan dia masih ada di dalam-dalam tuh larvanya. Jadi nanti kalau sudah direbus dia jadinya akan seperti ini. Tuh sudah mulai keluar dia lap. Iya. Betul. Oke, ini Kak Karno coba kecium ya aroma. Iya, aroma sarang lebah. Siapa yang menemukan pertama kali makanan begini? Apa dari dulu? Pertama kali. Iya, betul. Emang dari zaman dahulu udah ada. Betul. Karena ini sebenarnya makanan para raja dulu. Para raja. Hari ini saya jadi raja dong karena makan ini. Kok bisa ya orang zaman dulu mikir sarang lembab tu bisa dimakan gitu? Apa mungkin dia punya khasiat enggak? Punya khasiat enggak? Punya dong. Proteinnya sangat tinggi. Sekarang tinggal kita saring aja. Saring tuh begini aja. Iya betul. Jadi kita tiriskan, kita saring ke sini. Kemudian baru sekarang kita lanjut ke proses untuk pembuatan lawarnya. Apa nih ingredien dari bumbu kita? Ada bawang putihnya, bawang merahnya, ada jahe, kunyit, kencur, ada lada hitam. Jadi ini nanti di lalu jadinya nanti seperti ini. Kalau kita ngasih namanya itu bumbu sun cekuh. Sune itu bawang putih. Oke. Cekuh. Cekuhnya kencur. Dimasak ini maksimal tuh 4 jam untuk dia warnanya tuh bisa pekat se. Oh, habis habis ulek-ulek dimasakmasak di s. Iya. Yang akan pertama kita buat itu yang tulen. Jadi kalau tulen itu artinya dia murni lebah madunya aja sama kita pakaikan sedikit kelapa nanti. Ini kita buat yang tulen dulu ya. Tulen. Lanjut kita masukkan kelapanya. Hanya lebah sama kelapanya saja. Kalau yang suka pedas kelapa sambal emb bukan. Oh ben sambal goreng. Ben mbak tuh apa? Bawang goreng. Oh mbak tuh bawang goreng. Kak Karlo suka pedas atau enggak kira-kira aja deh. Level sedang dulu. Level sedang. Ya, sedang aja ya. Masukkan sedikit garam. Terus di sini kita ada pakai jeruk lemu. Limau. Limau lemu. Nah, ini tuh sebenarnya penyedap rasanya juga. Ini kalau di Bali itu namanya m gadang. Jadi merica hijau ya. Mirip andaliman sih sebenarnya kalau dia. Mungkin beda bahasa aja kali ya. Heeh. Benar. Jadi ini optional sebenarnya. Jadi ini kita kepik aja. Terus yang terakhir ini dia bumbunya. Bumbu sene cekuh alat piring Mas. Tuh, kita masukin ya. Segini dulu. Ayo, Kak Karlos mau ngadon mau menjadi orang lokal Bali ngadon-ngadon gitu aja gitu. Iya. Wih. Wih, wih. Uh. Wih. Wuh. Aduh. Jago nih. Jago nih. Jago. Bedak-bejak maks. Wis. Salbe. Salbe. Oke, sudah tercampur semua. Lalu kita plating. Oh, langsung diplating. Iya. Sudah jadi ini. Oh, ini udah jadi. Sudah jadi. Hmm. Sudah jadi. Ini yang lawang yangulen. Jadi nanti pakai nasi, ada sate lilit ayamnya juga sama ada kuah nyawannya juga. Kalau yang sayur itu ada beberapa ingredien. Oke. Ini ada sayur pakis. Heeh. Kacang panjang sama kelapa. Oke. Oke. Kelapanya sedikit aja. Oh, ke kelapa sedikit. Terus kita masukkan nyawannya. Nih. Nyawan. H tu sama bumbu terus. Waduh beda ya. Ada teknik. Ada teknik banget. Beda coy. Nah. Oke. Sekarang yang terakhir. Bawang goreng. Oh iya bawang goreng. Heeh. Supaya lebih gurih. Uh. Sudah jadi. Lawar nyawan. Lawar sayur. Lawar nyawan sayur. Betul. Nah, saya mau nanya ini kalau makanan-makanan seperti ini itu hitungannya halal apa enggak? Kalau di piring Mas kita sebagian besar lawarnya halal karena enggak ada lawar babi di sini. Enggak ada lawar babi. Sekarang kita makan pakai nasi dan kondimen-kondimen yang lain ya. Sampai ketemu di meja makan. Ini dia nih. Jadi kalau di sini lawar nyaman itu dimakan bersama kondimen kayak sate lilit. Nasinya tuh kayak ada campuran nasi merahnya dikit gitu. Ini sopnya. Nah, masih ada kayak ininya nih. Nyamannya nih. Nyawan nyawanang. Nah, kalau kurang pedas lu merasa kurang pedas masih ada sambal. Dan ini kedua lawarnya tadi. Ini yang pakai sayur. Lawar nyawan sayur. Ini yang lawar nyawan tulen. Oke, sebelum makan kita ada dulu ya. Mulai dari mana? Sate dong. Salah. Enggak. Ini dong, ini dong lawarnya dong. Kita mesti nyoba lawarnya. Aduh. Ini lawar yang gua bikin tadi. Yang gua panen tadi. Sarang yang gua ambil tadi. Yang gua rebus sendiri, yang gua bujek-bejek sendiri. Kita coba ya. Penasarannya seperti apa. Makan, cuy. secara keseluruhan di mulut itu tuh rasa dari base bumbu genapnya si nyawannya ini juga kalau misalnya gua enggak tahu nih enggak diceritain nih dari apa, gua juga enggak tahu sih ini kalau ini tuh dari sarang lebah gitu karena udah udah ketutup dengan bumbu genepnya itu otantik banget ya khas tuh ini ken Kencur wangi kencurnya itu khas banget. Sekarang gua coba yang sayur. Makan cuy. Enak banget ini bisa gua katakan ini lebih balance. Kalau ini kencurnya kan keluar banget kan aromanya, rasanya ini lebih balance mungkin karena pakai sayur tadi. Biasanya kan sayur itu kan pahit ya identiknya sayur kan ya menurut gua sih menurut keyakinan saya. Tapi begitu udah dipadukan tadi dengan bumbu-bumbu tadi, bumbu genapnya itu balance, coy. Wow, mantap rasanya. Dan secara tekstur juga berbeda sama yang satu ini. Hah? Iah. H enak, Meng. Enak. Untuk pertama kalinya makan lawar dan juga makan lawar nyawan di dalamnya kayak ini beresnya. H sekarang ini satenya. Hm. Sebelum ini sate lilit ayam dan rasanya agak manis. Kalau kita makan pakai lawar makin kaya secara rasa makin kaya. Wow. Nah, sebenarnya di di meja ada disediain ini. Ini tuh kayak untuk menambah tekstur aja. Ini kayak kayak remahan peyek kalau gua lihat ya. Kalau gue lihat enggak tahu nih. Ceset. Iya, kayak remahan peyek gitu dan dia menambah tekstur. Kalau gua tahu gimana cara makan ini yang asik ini campur ini campurin ini juga. Sop kita coba dulu. Hah. di otak tuh udah enggak kebayang tuh si sarang lebah tadi dan patut diacungin jempol di sini ada itu base bumbu genapnya itulah yang bikin semua makanan itu jadi enak coba sambalnya ya dan tadi lawarnya tadi bisa kalian request tingkat kepedasannya sesuai selera masing-masing. Uh, pedas. H pedas tapi enak. Itulah sambal kita enggak mau terusin tapi enak mau engak ada dia kita hidup kita enggak bisa jalan gitu loh. Kita bergantung sama dia. Seperti kisah cinta kalian. Udah tahu rasanya pedas masih diterusin hubungan ini. Hah? Jadi bikinnya gini nih. Ini dikuahin dulu. Sah. Tambahin ini lawar ori. Tambahin lawar sayur. Lawar sayurnya enak, Ben. Enggak berasa pahit sama sekali. Tambahin ini. Amin sambal. Ini cara makan yang asik. Huh. Makan cuy. Wi, mantap. Hah. Kalian mesti nyoba sih ya walaupun jaraknya 2 jam ya, De. Dek pasar ya. Ini salah satu makanan yang setidaknya kalian mesti cobain. Minimal sekali coba. Gua udah kelihat cuci tangan dan sudah selesai makan juga. Mari kita tutup makanan ini dengan siapa lagi kalau bukan teh botol sosro original. Wah, biar makin segar jangan lupa pakai es batu. Wuh, mantap. Uh. Udah enggak perlu diragukan lagi, Men. Kesegarannya luar biasa. Karena teh botol Sosro ini terbuat dari 100% teh melatih dan gula asli. Minum, cuy. Hah. Manis dan sepatnya itu pas banget, Men. Dan gua bisa ngerasain sedikit rasa sepat yang khas dari teh aslinya. Karena apapun makanannya minumnya teh botol sosok kelar makan men. Kenyang banget sumpah begah. Sekarang saatnya kita bayar-bayar. Halo Bu. Nah, ini ini yang memulai saya Bu Dai Prita. Nah, ini mamanya Gek Neta. Gek ya. Kalau di sini harganya itu per apa hitungannya? Ee kita semua hitungannya per paket. Kalau paket tuh isinya e satu paket itu ada dua versi. Eah kalau yang pakai sayuran itu Rp40.000 ee nasi. Terus lawarnya lawar nyawan. Nasi. Lawar nyawan. Kemudian ada sate lilit ayam. Ee sate lilitnya tiga. Sate lilit tiga. Terus Heeh. Terus ya ada tambahan kriuk-kriuk sedikit. Oh kriuk-kriuknya untuk penggembira. Kemudian kembali ke kuahnya atau supnya. Supnya. Oh iya supnya sup. Kalau itu biasa udah jadi satu piring semua. Ee pisah-pisah. Oh pisah-pisah juga. Oke, tetap paket itu. Nah, kalau yang satu lagi yang satu lagi lawarnyawan tulen. Nah, ini memang sultannya. Sultan. Sultan. Kenapa sultan? Karena dia murni lebah madunya aja yang kita adukin dengan Oh, iya. Enggak ada enggak ada enggak ada tambahan sayuran itu harganya agak-agak itu. Oh, agak-agak berapa tuh? Sepaket sepaket tu agak jadi agak-agak itu harganya Rp75.000. Rp75.000 itu untuk yang tulen ya. Kemudian seperti biasa ada tambahannya ada sate jumlahnya lebih banyak tusuk sate lima tusuk kali ini dan yang lainnya nasi kriuk-kriuk itu. Betul ada kuahnya juga. Dan kuahnya juga itu atau ada lagi enggak apa lawarnya maksudnya ada makanan lain selain lawar gimana? Oh ada tadi lupa loh memperkenalkan sate kakulnya kita kakul itu sawah. Heeh. Tadi lupa itu semua yang kita makan tadi totalnya berapa, Bu? He. Oh iya, Bu. Ini kan saya lagi kerja sama nih. Heeh. Dengan teh botol SRO ya. Jadi yang menurut saya makanannya itu enak ya. Bbs atau enggak ada obat itu. Nah, ini dapat stiker asli enak rekomendasi teh botol X next Carlos. Wah, ini berarti saya tanya boleh gimana? Enggak apa-apa enggak apa-apa. Dia udah marah tuh ikan sananya ngelihatin dia. Wah, katanya asli enak kata dia. Wow, asli enak. Bu, makasih banyak nih, Bu, sudah boleh diliput tempatnya. Mudah-mudahan iya mudah-mudahan video saya bermanfaat, bisa datangin rezeki ke sini. Amin. Amin. Amin. Makin banyak yang tahu lawar nyawan. Terima kasih Kak Karlos yang namanya sudah wuh sudah dikenal masyarakat banyak dan kita juga merasa senang sekali e bahagia kedatangan Kak Karlos di Piring Mas hari ini. Sukses terus juga motonya juga bagus. Motonya juga cita-cita kurus hobi makan terus. Yang penting happy. Yang penting happy. Benar itu yang paling penting. Saya jalan dulu ya Bu ya. Terima kasih. Sukses selalu, sehat selalu. Mari kita pulang. Perjalanan kuliner gua bersama Teh Botol Sosro selalu membawa kejutan yang menarik. Dari kreativitas orang Bali yang memanfaatkan setiap bahan yang ada, lahirlah lawar nyawan yang unik dan juga menarik. Ikuti terus perjalanan gua bersama Teh Botol Sosro dalam melestarikan keahlian kuliner Indonesia. Karena apapun makanannya, minumnya teh botol Sosro. Tawon wis. Wah, asli nih. Asli tawonnya asli sama kakak dapat door price hujan. dua