📄 Transkrip Video
Masih kulineran di Majalengka, Men. Saya next tukang makan. Iya. Oh, tahu ya, Bu? Yes. [tertawa] Luar biasa ya. Bisa bertahan selama itu 50 tahun. Bayangin, Men. Udah berapa ekor kambing yang ditangkap, diikat, dipotong. Makan, cuy. Dagingnya empuk karena dia pakai jadi makin nikmat setelah dipadukan semuanya. Yo mam man balik lagi sama gua Next Carlus di aslinya kuliner lokal bareng TBL Sosro. Wuh. [musik] [musik] Diam dulu ya. Iya Om. Masih kulineran di Majalengka Men. Majalengka digoyang. [musik] Hei. Oh, berarti kalau yang orang-orang ngomong Majalengka digoyang itu di sini tuh. Majalengka. Gua ke Majalengka pengen makan salah satu kuliner yang legend banget. Ini lokasinya di daerah Sindang Kasih Majalengka. Namanya adalah warung sate Hajah UI yang ada di Majalengka dan itu udah sesuai sama titiknya dan dia posisinya di dalam. Tapi kalian bawa mobil juga bisa. Yuk, let's go. Kayak ada yang kurang. Hah? Apa ya? Oh iya, Ki. Teman makan gua mana? Wah, G nih teman makan gua. Siapa lagi kalau bukan teh botol sosro? Kali ini gua bawa yang Less Sugar. Cocok banget ini buat nemenin gua kuliner ke mana aja, kapan aja, di mana saja. Minum, cuy. Ah, gila segar banget, man. Ini udah enggak perlu diragukan lagi karena teh botol sos Less Sugar ini rendah gulanya dan terbuat dari 100% teh melati dan gula asli. Jadi kesegarannya sangat pas banget. Mantap. Bikin gua semangat untuk kulineran. Let's go. Kucing. Kucing lagi tidur. Kasirnya. kasir ini [tertawa] kasir. [berteriak] Halo. Dia habis kayaknya habis capek banget dia habis nyatet-nyatet ini pencatatan penjualan. Hei. Halo, Ibu. Halo. Boleh kenalan? Boleh. Dengan Ibu A. Saya next tukang makan. [tertawa] Iya. Oh, tahu ya, Bu? Yes. Buan baru tahu siapanya Haji. Cucu. Cucu. Wah, gila. Ini berarti udah generasi ketiga Haj Ui. Itu berarti mulainya dari tahun berapa? Saya lahir 77. He. Jadi dari ibu lahir Haj Ui udah jualan. Mulai jualannya. Mulai jualannya. Iya. 77 tahun depan tuh saya mau 50 tahun depan kok jadi ketahuan. He luar biasa ya bisa bertahan selama itu 50 tahun. Bayangin men tuh lama banget ya. Iya seumur ya ibu anak duanya. [tertawa] Anak dua. Benar. Kalau saya boleh tahu, Ki Haji ini dulu mulainya tuh apa? Cuma sate doang atau perkambingan sih? Perkambingan pertamanya perkambingan kayak gitu. Oh perkambingan. Iya gule gitu. Sate gule e kepala kambing. Dan dari awal di sini enggak? Enggak. Sini. Dari awal sini. Tapi mungkin dulu dari kecil dulu ya. Sekarang udah 1 2 3 4 5 6 Oh jadul. Jadul maksudnya bangunannya gini. Oh iya tapi kan uh kayak hitung-hitung sampai ke depan tuh sampai itu yang di depan Frozen itu masih sama ya? Masih satu masih keluarga lah ya. Masih keluarga ya. Ada cabang berjuang enggak? Ada enggak ada. Asli di sini doang. Oh iya. Jadi sekarang yang nerusin cucunya ya? Cucunya Bu Aan ya. Resep-resep gimana nih? Sama enggak? Yang masak masih sama yang masak masih sama. E cuma ee dulu kan si yang masak. Heeh. Sekarang kan udah ada dari yang ikut dia dari lama gitu. Hmm. Dipastikan masih sama kayak dulu ya. Masih ori. Nasi ori. [tertawa] Terus ini buka jam berapa? Jam 8.00 pagi sampai jam e. Malam. Tiap hari buka? Buka. Ada libur enggak? Ada. Idul Adha. Oh, Idul Adha aja. Kalau lebaran 3 hari. Iya. Ini semuanya lesehan ada di ruangan ada. Oh, ada lagi ruangan itu seberang juga. Iya. W gede dong temannya sampai seberang juga. Sampai sekolah itu juga enggak. Oh, sekolah. Tapi ini kalau orang tuanya pada ngantor pada suka mampir di sini dong. Kemarin ee waktu ada acara perlombaan antar sekolah pada nungguin di sini pada makan. Pada makan jadi pada nyobain ya. Kalau mau misalnya ini kan di sini lesehan. Kalau kalian mau yang ada tempat duduknya di seberang. Heeh. Itu di ruangan. Cocok buat saya yang tidak bisa duduk lesehan. Karena kenyang duluan kalau duduk semua akan gendut pada waktunya. Oh gitu betul [tertawa] betul. Sesuai baju ini. Nah ini kan dari awal udah perkambingan. Udah berapa ekor kambing yang ditangkap diikat dan dipotong di sini sampai sewarnya. Oseng kepala kambing. Oseng. He itu aja sehari bisa berapa? 30 kilo. 30 kilo kepalanya doang? Iya. Satu kepala ada yang 1 kilo ada yang 1 kil set 30 kepala. Iya. 30 kambing kalau puasa. Oh. Hah? Kalau puasa pagi kalau puasa kambing-kambing jangan kabur. Kambing-kambing puasa enggak bisa lepasangkap sama ditangkap semua. [tertawa] Lebaran haji. Hah? Apalagi lebaran haji? Enggak. Oh ituak lebaran haji kita libur. Oh malah malah dapat daging semuanya. Setiap rumah setiap rumah pada dapat daging. Nyampai sendiri. pada dapat sendiri. Betul. Nah, itu dia. Uh, sehari bisa segitu ya. Apalagi daging-dagingnya. Itu baru kepalanya doang tuh. Kep luar biasa. Wah, udah gua langsung enggak sabar mau pesan karena aromanya tuh gua udah kecium nih. Aroma dari tadi tuh dibakar-bakar udah kecum sampai sini. Jadi, gua udah lapar sampai ketemu di meja makan. Ini dia semua pesanan gua. Enak banget. Ini sate yang pakai lemak. Ini tanpa lemak. Ini yang se spesial. Semuanya kambing. Ini oseng. Oseng kepala. Tapi sebenarnya di meja ada lagi yang lain. Ada sop apa? Oseng iga sapi. Ada mendoan. Ada sop. Wuh perkedel jagung udah banyak banget. Gil untung makannya rame-rame kalau gua sendiri sih. Wih kelar makan gua kencang. Nengoknya gini. belum makan kita ad dulu ya. Jadi nasinya dibakul tuh. Duh mulai dari mana ya? Dari ini dulu ya. Ini sate full daging semua nih tanpa lemak ya. Ukuran satenya memang bukan yang besar-besar ya. Dia kecil-kecil gini. Jadi kayaknya gua bakal makannya dua deh sekali. Warnanya gelap ya. Makan cuy. Dagingnya empuk karena dia pakai daging kambing muda deh. H. Dan ini tuh tanpa marinasi. Yang dimarinasi itu yang ini. Jadi benar-benar sate daging kambing yang dari mentah dia bakar samain kecap dikit. Nah, ini yang ada lemaknya tuh kelihatan ya. Aku coba dulu ya. Makan cuy. Satenya empuk tapi masih kenyal ya. Nah, nih kita coba nih kalau dipakai nama ini nih kecap dan acarnya. Makan lagi mak. Itu baru enak tuh. Aduh. Dikasih irisan-irisan tomat. Eh, apanya acarnya ada bawang, ada tomat. Hm. Jadi semakin nikmat setelah dipadukan semuanya perpaduannya. Ini dalam satu suapan tuh satenya, kecapnya, kayak apa? Iya, bumbu kecapnya dan dia ada bumbu kacang nih. Aku coba ya. Tes pakai bumbu kacang. H. Ini bomba kacangnya. Uh, makan cuy. Hmm. Wuh, hati-hati. [tertawa] Enak bumbu kacangnya, Men. Tapi gua lebih senang makan tate kaming tuh pakai bumbu kecap. kayaknya paling cocok nih. Sinkron jadi satu perpaduan yang utuh. Kalau kalau bumbu kacang itu cocoknya sama sate ayam biasanya. Nah, ini gua mau coba ini. Mau nyoba yang Nah, ini udah dibumbuin katanya nih. Udah dimarinasi. [musik] Coba dulu ya. Udah dimarinasi ya. Hm. Jadi lebih ada rasanya karena sudah dimarinasi itu coba. H Marinasi bumbu dan udah berasa ada ladanya dikit. Hm. Yang ini pas gua bikin videonya belum belum launching ini. Ini menu baru kali. Kalau ini tayang mungkin udah launching. Mungkin launchingnya kapan, Bu? Ini sekalian pasti nyoba gua jadi tes foodnya. Jadi tester gua. Ah, enak-enak. Oseng kepala kambing. Uh, bagian mana ya? Ada yang bagian otak, ada yang bagian pipi. Eh, lu pernah makan pipi kambing enggak? Enak pipi kambing. Hah? kayak yang kita makan di Sukabumi. Kalau kalian pernah nonton videonya di Medan juga pernah. Hah? Medan juga pernah banyak. Oh iya iya iya. Untuk kepala kambing ya di Medan ya. Makan cuy. Hmm. Mantap. Dagingnya empunguk semua bagian dalam kepala. Cuma secara kalau aroma lebih ada aroma kambingnya. Kalau yang ini [musik] yang ini lebih aman sate. Tapi biasa tu kepala emang begitu kayak makan kepala ikan juga sama. Hm. Ini enak nih ya. Sate kalau pakai lemak gitu. Sate pakai lemak kena kuah ketok. Wow. Kalau yang habis makan yang berlemak-belemak ini nih paling cocok kita minum teh botol sosro. Jangan lupa pakai es batu biar makin segar. Wuhu. Mantap. Beh, minum, cuy. Hah, gila segernya. Udah gitu manis dan sepetnya itu pas banget, Men. Karena teh botol Sro ini terbuat dari 100% teh melatih dan gula [musik] asli. Jadi, gua bisa ngerasain sedikit rasa sepat yang khas banget dari teh aslinya. Mantap. Karena apapun makanannya minumnya teh botol soso. Udah kelar makan, Man. Gila, kenyang banget. Sekarang saatnya kita bayar-bayar. Saya udah kelar makan nih. Enang banget ya. Buset, habis semuanya dikeluarin. Saya pesan apa yang datang apa banyak semuanya. Di sini harganya hitungan harganya gimana? Per porsi kah? Per paket kah? Atau satu porsi. Satu porsi itu isi berapa? Kalau sate 10 tusuk. Misalnya yang daging atau yang lemak beda enggak har? Beda. Yang daging berapa? Rp35.000. Porsi Rp35.000. Kalau yang lemak? Rp30.000. Yang itu kan belum launching tuh. Iya. [tertawa] Heeh. Mau launchingnya kapan launchingnya, Bu? Sun lah. Wih, sun [tertawa] sun nih. Sunun dulu sun. Hei. Ee secepatnya ya. Jadi belum tahu kapan, tapi dalam waktu dalam waktu dekat ya. Udah mau. Terus apa? Em posteng kepala kambing. Osteng kepala kambing berapa, Bu? Seporsi satu porsi itu Rp130.000. Rp130.000 ee satu porsi ya? Iya. Bisa setengah, bisa 1/4at. Oh, bisa setengah juga. Bisa setengah, bisa 1/at. Bisa 1/at juga. Iya. Kalau sendiri dibagi-bagi aja harganya bagi setengah bagi seperempat gitu. Oke. Nah, itu kalau igeng sama juga sama ya. Bisa apa lagi ya? Nasi. Nasi sebakul atau hitungnya apa? Hitung per orang. Iya. Satu orang berapa? R.500. Bakur itu biasanya untuk maksimal untuk kari. Kari. Kalau kari tadi ada kari. Oh kari. Oh gule. [tertawa] Gle. Gule. Oh gule. Itu gule kaki kambing Rp40.000. Jul kaki kambing Rp40.000 kita. Totalnya berapa, Bu? Iya. Bro enggak? Hah? Kenapa ya? Makasih sudah ibu ya. Spoken ya ibunya spoken enggak k bu? Enggak apa-apa hitung atau enggak hitung yang saya pesan aja. Yang saya pesan aja berapa? [tertawa] Enggak usah. Jangan, Bu. Jangan. Saya mau bayar. Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Kamu lucu banget. He, enggak usah, enggak usah, Kak. Enggak apa-apa. Hitung aja, Kak. Kak, hitung aja. Ayo, Kak, hitung, Kak. Bayar. Iya, bahaya. Mau bayar. Bayar. Enggak bayar enggak tayang. Iya, benar. Kalau saya kalau enggak bayar enggak tayang videonya. Tayang videonya apa? Bayar sayang enggak bayar. Enggak ada. Enggak ada pilihan itu. Enggak ada. [tertawa] Bikin pilihan sendiri. Bukunya enggak ada. Ini kalau bayar baru sayang. Iya. [tertawa] I lucu banget dah. Ya udah. Ayo. Oke. Ini udah bayar enggak apa-apa. Makasih ya. Terima kasih, Ibu sudah boleh diliput tempatnya. Mudah-mudahan. Oh, iya. Sama-sama. Mudah-mudahan video saya bermanfaat, bisa datangin rezeki ke sini. Amin. Jadi bisa bikin Oh iya. Amin. Makasih lagi rezekinya. Amin. Amin. Mudah-mudahan semuanya lancar. Saya balik dulu, Bu. Siap. Sehat selalu. Sukses selalu sama. Mari. [tertawa] Thank you man nonton episode kali ini dan jangan lupa ikuti terus video gua bareng T bot Botol SR yang lainnya. Den. Ciao. Kali ini gua kulineran di Majalengka. Oh. Agamnya mana? Oh, baru masuk cewek. Ayo, ayo ayo ayo ya kamera ya.