AYAM GORENG GAK ADA OBAT INI TERNYATA DIMASAK PAKE TANGAN KOSONG!!

📅 4 September 2026👁️ 2.0M tayangan👍 12K suka💬 708 komentar⏱️ 12:09
▶ Tonton di YouTube

🤖 Ringkasan Video

Tempat makan legendaris dengan ayam goreng kampung yang sudah bertahan lebih dari 70 tahun di Pasar Ciawitali Garut, terkenal dengan citarasa alami tanpa penyedap dan sambal khas Sunda.

📝 Deskripsi Video

Blusukan ke dalam pasar di Garut malah nemu atraksi debus?! Ternyata gak heran kalo ayam goreng kampung di sini bisa bertahan 70 tahun lebih meskipun jualannya ngumpet di dalam pasar gii men, karena ternyata citarasanya gak ada obat!! ⏰ 08:00 - 15:00 💰 Ayam goreng kampung mulai dari Rp 25.000,- 📍Bah Emod Pasar Ciawitali, Jl. Merdeka, Ciawitali, Pasar Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44111 ► Order Nex Merchandise : https://linktr.ee/nexcolony ► Follow Instagram Nex Merchandise @nexcolony : https://bit.ly/3a6Ko82 ► Daftar kuliner kota yang sudah di kunjungi : https://bit.ly/36iykzl ► Jadi MAMEN gw untuk nonton 2 video tiap minggu : https://goo.gl/od21ZJ ► Follow Instagram untuk update terbaru kuliner gw : https://goo.gl/aqey2X Review makanan di seluruh daerah Indonesia! #makankelilingindonesia #makancuy Business Inquiry email to : nexcarlos86@gmail.com Thanks Mamen!

🍽️ Tempat Makan di Video Ini

BAH EMOD🏆 Ga Ada Obat!

BAH EMOD

📍 Garut, Jawa Barat🍽️ Ayam Goreng Kampung dan Ikan Goreng💰 Sedang (Rp 25-75k)⭐ 4.5/10

📄 Transkrip Video

Cuman emang jongkok gini. Oh iya tidak biasa enggak? Kalau orang lain ternyata iya kalau saya mah enggak kuat jongkok. Iya biasa mah enggak panas. Ih debus debus. Ada 70 tahun. Jadi ada obat yo mamen. Balik lagi sama gua next Caros di makan keliling Indonesia. Hi. [musik] [musik] Diam dulu ya. Iya, Om. Pagi ini gua lagi ada di pasar Ciawi Itali. Ini adalah pasar induk yang ada di Garut. Tapi kita di ke sini bukan mau nyari asep ayam, Imam bawang atau dani ikan. Enggak ada itu. Enggak tahu di pasar mana itu. Gua hari ini ke sini mau kulineran. Udah pasti gua mau nyari makan salah satu tempat makan legend namanya Bah Emot. Ada di dekat pasar Induk. Di dalam pasar induk kalau naik mobil enggak bisa. Naik motor juga mesti parkir dulu. Terus kita jalan kaki masuk ke dalam. Pak. Wah ini orang Korea nih. Orang dibalik. Baliknya Pak. Baliknya ke belakang. Nah, noh Korea nih orang Korea KW KW9 [tertawa] tempatnya gede nih. Masih banyak delman sama beca di sini. Nah, ini kayaknya ini nih matang yang ayam kampung ya. Lagi juga mau nila ada. Nila juga ada. Iya nila kampung. Iya. Benar, Pak. Bot i jamaah roti. Oh mamot. Iya. Oh rama bapak saya. Oh Bapak ya? Oh dengan dengan Bapak siapa? Pak Maman. Pak Maman. Pak Maman akhir ketemu juga muter-muter nih. Iya Pak saya mau nanya ini jualan apa aja sih Pak Mok nih? Nah Sundaan. Sundaan ya? Ayam goreng itu apa? Ayam goreng. Ikan goreng. Ayam goreng. Ikan goreng terus tahu, tempe, pekedel. Tahu tempe, pekedel, jengkol, jam roti. Jadi ini digoreng dadakan atau didadakan? Di dadakan. Iya. Kalau di dipajang sudah dingin mah enggak mau yang makan ke mau yang baru. Ma maunya dadakan ya? Iya. Paling laris apa di sini, Bah? C ayam kampung. A ayam kampung? Iya. Yang mana ini? Ini ayam kampung semua tuh. Loh, itu habis digoreng kok direndam lagi? Iya, bukan enak ya. Satu hari di Batam. Bukan yang baru, yang kemarin di sini jadi berhak ke dalam. Be kemarin. Iya. Iya. Enggak pakai penyedap penyedap bangsa pecin. Enggak ada yang enggak ada pakai pecin. Alami a alami ya. Alaminya. Sudah berapa tahun mbak bot ini? Ada 70 tahun. Jadiun a dari dulu di pasar di pasar dulu. Oh dulu pasar lain iya tapi pindah pasar itu punya di Roma. Buka jam berapa? K jam 0.00 sudah matang jam .00 lebih j tutup jam berapa? Jam . Oh jam . tutup loh. Eh emang emang jongkok gini. Oh iya [tertawa] sudah biasa enggak kalau orang lain juga. Iya kalau saya mah enggak kuat jongkok. Iya saya mah bapaknya jongkok goreng habis jongkok dagingnya. Oke. Udah biasa mah enggak panas. Wih, what? Ih debus debus debus. Udah biasa mah tuh. Ih. Ih, debus. Coba coba [tertawa] Ki, coba Ki. Coba pegang Bapak itu tadi ilmu apa, Pak? Ah, sudah biasa sudah biasa. Iya, karena udah akrab sama Iya, akrab sama api. Api. Uh, udah akrab sama api. Bapaknya lucu ya. Kayak lagi nongkrong, cuma lagi goreng. Nongkrong tapi sambil goreng. Mau makan sama apa? Mau nila paling paling laris apa? Ayam kampung. Nila enak saya nila satu. Iya. Satu. Iya. Siap. Sampai ketemu di meja makan. Ini pesanan gua. Gua pesen ayam goreng, tahu, tempe, sama perkedel. Sebenarnya ada ikan nila goreng lagi, tapi masih masih digoreng. Terus dia ada dua macam sambal. Ada sambal hijau nih. Dia dikit sama sambal terasi. Nah, ikan gua datang nih. Ikan nilo. Sebelum makan kita ada du dulu ya. Kita mulai daripada ya. Tempe dulu ya. Pakat cuy. Oh enak tempak. Edel baru tempe perked gua coba pakai sambel hijau ya pedas kayaknya pakai ini deh sambal de pakai apa lencak lencak ini ada pakai lencaknya orang Sunda kan makan sambal ya ada sambal eh ada lencaknya Ayamnya embuk banget. Enak. Uh, enak banget. Bayangin ini enggak pakai mein rasanya kayak begini. Gila, ini enak banget. Gila, ini udah benar-benar meresap banget nih. Lihat dong warna ayamnya. bagian dalamnya. Bahkan ini dada dia marinasi sampai seharian. Hari ini marinasi, besok baru goreng. Ya enggak heran ya meresap gak ada obat. Uh sambal terasinya keras banget ya. Gak pernah gua makan sambal terasi kayak gini. Wanginya beda. Satu orang dicampur ya? Bisa juga tuh kayak sambal terasi sama sambal ijaunya dicampur. Punya gua mungkin kelihatan sepi ya k ada hijau-hijaunya. Tapi di meja sebenarnya ada ada sayur-sayur, ada lalapannya ada. Ya, kalau orang Sunda enggak pakai lalapan bakal seru mereka pakai dan lalapan nih. Orang di sini mungkin suka sambal sambal. Suka sama sambal terasi ya. Gua lebih suka sambal ijaunya. Wah, ini kalau habis ini gua enggak makan lagi, udah lama nih gua sama nasiya enak banget. Lembut ayamnya sih gila sih. Mantap banget ayamnya. sama ayam kali ya. Habus. Mantap. Mantap. Enak banget, Men. Udah pada makan juga semuanya. Gimana rasanya? Enak banget. Nambah dia? Nambah? Nambah. [tertawa] Padahal di sini mau makan lagi, Man. Malah nambah dia. Sekarang saatnya kita bayar-bayar. Bu, saya udah kelar makan nih, Bu. Kenyang. Saya sambil nanya-nanya. Boleh, Bu. Apa? Kalau orang makan sini bayarnya apa? Per ambil aja atau ada paketan? Diambil aja we. Oh, jadi yang dihitung yang diambil aja. Iya. Enggak ada paketan? Enggak. Jadi kalau saya kayak tadi saya saya makan pakai ayam. Ayam? Ayam dihitungnya berapa? Satu. Ada yang 30, ada yang 28, ada yang 25. Apanya? Bedanya apa? Bedanya besar kecil. Ini kan ayam kampung asli. Oh, jadi kalau ayam lagi gede yang besar ini. Ini berapa kayak begini nih? Ini 335. 33 35 gitu. 33 ini. Ini 35. Kalau ini kecil kecil 25. Oh, gitu. Ada ukuran-ukurannya. Kalau ikan ikan yang 23, yang 20, yang 17. Beda juga tergantung yang kecil kan yang kecil. Tergantung ukuran juga. Kalau gorengan tempahu pekel sama Rp2.000. Satunya Rp2.000. Iya. Itu dia harga-harganya kita ya. Kalau orang ambil ini, Bu, yang lauk-lauk ini. Itu kalau satu sendok satu sendok gitu. Iya. Rp3.000 berp.000 sesendok. Sesendok gitu ya. Lalapan. Lalapan gratis. Gratis. Wih. Wih. Ah. Tahu gitu. Tadi gua makan lalapan ya. Kaki enggak mau rugi. Mau dimakan lalapan. Oh, nasi berapa, Bu? Nasi tergantung yang mau sedikit. Yang Rp5.000, yang Rp8.000, yang Rp10.000. Kalau besar-besarnya. Oh, jadi ngambilnya terserah tapi dihitung ya sesuai takaran. Emang ada cabangnya Bu? Ini yang di Cempaka dari rumah sakitang ini namanya sama Mbah Emot. Iya. Masakannya sama enggak? Kalau masakan mah ayam sama tapi kan beda tangan. Ini mah bapaknya itu anaknya. Beda tangan rasanya. Beda tangan kata ibu deh. Beda tangan beda rasa katanya. Beda ya Bu ya? Iya. I itu totalnya kita ini saya dari Bu I enggak usah enggak usah dikembaliin makasih. Oh itu ada kenclong ya dimasukin nanti ada kembaliannya ada kotak aman. Kocak am. Oh iya bebaslah. Makasih makasih juga ya. Makasih Bu mudah-mudahan video saya bermanfaat bisa datangin rezeki ke sini ya. Mudah-mudahan sukses selalu, sehat selalu ya ke jalan dulu. Amin. Dah selamat ya. Makasih. Makasih. Bu pak YouTube jalan jalan dulu ya Pak. Masuk apa? Apa masuk YouTube apa? Oh iya YouTube sabar Pak Topi kita [tertawa] baru baru ng punya papa warna putih ada coraknya hitam tua. Ah satu selera kita udah k makan ayamnya udah enak enak. Enak ayamnya saya empuk meresep meresap ke dalamnya. Iya. Yuk, Pak, saya jalan dulu ya, Pak. Saya tel. Siap. Thank you, Mamen, sudah nonton episode kali ini. Seru banget. Sampai ketemu lagi di episode yang lainnya, dah. Cun nu kamari tea ka dieu. Heeh. Naon, Bu. Oh, sanes deui di pararoto kamari kitu deui. Iya. Kemarin jajayang Garut. Oh. Oh, satu
← Semua Video🏠 Beranda